31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaKUDUSPenjualan Sirup Parijoto...

Penjualan Sirup Parijoto Produksi Alammu Alami Peningkatan pada Masa Pandemi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di lantai dua salah satu tempat produksi sirup parijoto yang berada di Desa Colo RT 1 RW 1, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, terdapat beberapa orang sedang mengemas minuman dari sari buah parijoto. Satu di antara orang tersebut terlihat sedang menggiling parijoto, untuk diambil sarinya dijadikan sirup. Dia adalah Triyanto (36) Owner Sirup Parijoto Alammu.

Triyanto mengungkapkan, usaha yang dirintis sejak 2015 itu, kini sudah memiliki reseller kurang lebih 150 orang yang tersebar di Indonesia. Di antaranya, pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatra.

Proses pembuatan sirup parijoto. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Tak Ingin Kecolongan, Triyanto Patenkan HKI Sirup Parijoto

- Ads Banner -

Katanya, pada saat pandemi ini produksi sirup parijoto miliknya justru mengalami peningkatan. Bahkan ketika bulan Juli 2020 lalu, kenaikan hampir 4 kali lipat.

“Data reseller yang bermitra dengan kami kurang lebih ada 150 orang. Di masing-masing kota, tidak hanya 1 atau 2 yang menjadi reseller kami. Kami juga melayani penjualan secara dropship untuk memudahkan para mitra yang bergabung dengan kami,” beber pria yang akrab disapa Ribut tersebut.

Dia menjelaskan, sirup parijoto yang diproduksinya itu menyediakan berbagai macam ukuran dalam satu botolnya. Di antaranya ukuran 250 ml, 350 ml, 500 ml dan 630 ml.

Sedangkan untuk pemasaran, selain dirinya memiliki reseller yang tersebar itu, juga dipasarkan melalui media sosial dan market place. Untuk Facebook dan Instagram dengan akun @alammu.official dan market place di akun shopee @alammu17.

“Dalam seminggu, saat ini rata-rata 600 hingga 700 botol terjual. Pembeli kebanyakan dari reseller,” katanya di tempat produksinya, Sabtu (27/2/2021).

Produk sirup parijoto miliknya itu, lanjut Ribut, bertahan hingga setahun. Namun dalam kemasan produk sirup Parijoto Alammu ditulis tahan 6 bulan. Menurutnya, hal itu agar lebih aman dan bagian dari ketentuan dari BPOM.

“Saya berharap sirup Parijotho ini bisa go Internasional. Tidak hanya sirupnya saja, tetapi juga buahnya bisa dikenal oleh masyarakat dunia,” tuntasnya.

Baca juga : Triyanto Harus Nunggu 2 Tahun Lebih untuk Dapatkan HKI Sirup Parijoto

Salah satu reseller Farikhah Ika mengungkapkan, dia berlangganan Sirup Parijotho Alammu sudah berjalan 1 tahun. Untuk penjualannya, ia biasanya memasarkan di warung-warung dan juga melalui online.

“Biasanya dalam waktu seminggu sekali saya ke sini untuk membeli sirup dengan jumlah rata-rata 15 botol,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler