Dakwah Asyik Ala Anak Muda di Komunitas Remaja Islam Berprestasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sekelompok muda-mudi tampak duduk di kursi dengan jaga jarak di Subulussalam Center, Perumahan Modern Nomor 3C, Jalan Kramat Besar RT 05 RW 04, Desa Barongan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Mereka dengan saksama memperhatikan ustaz yang sedang memberikan materi.

Seusai memberikan materi, beberapa peserta tampak mengangkat tangannya untuk bertanya kepada pemateri itu. Kegiatan tersebut merupakan acara rutin Komunitas Remaja Islam Berprestasi (Kreasi) yang diadakan dua pekan sekali.

Acara kajian rutin Komunitas Remaja Islam Berprestasi (Kreasi). Foto: Wajihan Bidatin Nur.

Pendiri Kreasi, Ahmad Zubair (21), menjelaskan, sejak dibentuk pada 2015, Kreasi fokus melakukan dakwah kepada anak muda agar tertarik untuk mengaji dengan cara online maupun offline. Program online berupa sharing kajian melalui pengiriman teks, gambar, maupun video dengan grup online seperti media sosial, serta ada tanya jawab online. Sedangkan program offline berupa talkshow inspiraif.

-Advertisement-

“Kreasi adalah sebuah komunitas yang menyasar anak muda. Kita memiliki jargon yakni prestasi dunia dan prestasi akhirat,” jelasnya saat ditemui, Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Asyiknya Belajar Olahan Kelor di Lokasi Wisata Edukasi Komunitas Pangan Sehat

Zubi menjelaskan, acara rutin yang diadakan komunitas ini ada tiga, yaitu mingguan, bulanan, serta tahunan. Acara mingguan biasanya diadakan dengan kajian rutinan, panahan, dan creative clues. Kemudian untuk acara bulanan mengadakan Hangout Kreasi dan yang tahunan itu Seminar Akbar.

“Kegiatannya ada banyak. Itu bisa menunjang yang pertama adalah softkill dunia mereka dan yang kedua prestasi akhirat mereka. Program-programnya seminar akbar, kajian rutin, tahsin, dan clues (Creative Class) yakni kita fokus ke skill dunianya meliputi tentang belajar grafis, dokumentasi, public speaking, programmer dan ilmu kepemimpinan,” bebernya.

Anggota komunitas ini tak hanya datang dari Kudus saja, karena pihaknya kini sudah punya cabang di Pati, Jepara, Purwodadi, dan Demak. Uniknya, komunitas ini mempunyai cara tersendiri untuk menarik perhatian kawula muda agar hadir dalam majelis ilmu, seperti kajian di cafe atau olahraga panahan.

“Pendekatan bagaimana caranya agar milenial anak zaman sekarang ini, nyaman hadir di kajian, contohnya kita membuat kegiatan yang enggak bosenin, bisa aja kajian di cafe dan lain-lain. Tujuannya adalah pendekatan secara face to facenya agar bisa mengena,” katanya.

Baca juga: Belajar Sastra dan Seni dengan Asyik di Komunitas Keluarga Berkarya

Untuk mendaftar jadi anggotanya yang kini diikuti 600 orang itu cukup mudah, yaitu menghubungi lewat Instagram @kajianremajakudus. Kebanyakan anggotanya juga kalangan muda usia yang berasal dari tingkat SMA, mahasiswa hinga pemuda-pemudi yang sudah bekerja.

Salah satu anggota Kreasi, Ristiani Faza (20) mengaku baru pertama kali ikut kajian. Ia tahu komunitas ini dari media sosial yakni Instagram.

Alhamdulillah senang, soalnya jarang ada kajian yang di luar sekolah untuk remaja. Bagus banget, saya juga nambah ilmu. Semoga kedepannya lebih baik lagi, masih banyak berbenah dari sistem dan semakin kreatif lagi,” tutupnya.

Penulis: Wajihan Bidatin Nur (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER