BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo kembali menegaskan, jika sekolah yang berada di wilayah kecamatan dengan status zona hijau, dibolehkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Namun hal itu harus didahului dengan simulasi.
“Kalau memang ada kecamatan yang sudah full hijau, kita akan buat simulasi untuk pembelajaran tatap muka. Tentu harus koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Pas Rapim kemarin kita juga sudah menyampaikan, kalau ada kecamatan yang ssudah full hijau, tolong koordinasikan dengan kecamatan dan sekolah-sekolah untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka,” ujar Hartopo, kemarin.
Baca juga : Kecamatan di Kudus yang Zona Hijau Dibolehkan Gelar Sekolah Tatap Muka
Meski begitu, vaksinasi terhadap guru juga menjadi pertimbangan terkait dengan pelaksanaan simulasi. Yakni, selain wilayahnya full zona hijau, gurunya juga harus sudah divaksin untuk bisa menggelar simulasi PTM.
Hartopo menyebut, untuk pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka, menurutnya akan dilakukan secara bertahap. Yakni, sekolah mana dulu yang menjadi prioritas, maka akan dilakukan simulasi lebih dulu.
Menurutnya, semua tingkatan sekolah, yakni mulai dari PAUD hingga SMP, nantinya bisa menggelar simulasi pembelajaran tatap muka. Sedangkan untuk tingkat SMA sederajat akan berkoordinasi dengan pihak provinsi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Andini Aridewi mengatakan, bahwa vaksinasi guru adalah upaya pencegahan penularan virus Covid-19 sebelum pembelajaran tatap muka benar diadakan.
Ia mengatakan, jika vaksinasi terhadap tenaga pendidik akan dilakukan secara bertahap. Pihaknya juga menunggu koordinasi dari OPD terkait mengenai prioritas guru yang harus divaksin terlebih dahulu.
“Mana-mana yang perlu disiapkan OPD terkait, mana yang menjadi prioritas, bata saran itu yang menjadi pegangan Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi,” ungkapnya.
Sedangkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuno Widodo mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan Provinsi terkait rencana pembelajaran tatap muka ini. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang bertanggungjawab di Kabupaten Kudus.
Baca juga : IAIN Kudus Minta Izin Gelar Kuliah Tatap Muka, Hartopo: ‘Saya Tegas Menolak’
“Kita akan koordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Mungkin akan dimulai dengan simulasi di SMP dulu, nanti bertahap,” katanya saat dihubungi via telepon.
Sementara untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs), Harjuno akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Keagamaan (Kemenag) Kudus terlebih dahulu.
Editor : Kholistiono

