Kecamatan di Kudus yang Zona Hijau Dibolehkan Gelar Sekolah Tatap Muka

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo memberikan lampu hijau bagi sekolah di pinggiran untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Syaratnya, wilayah tersebut berstatus zona hijau. Misalnya, desa atau kecamatan yang sudah zona hijau diperbolehkan untuk segera menggelar pembelajaran tatap muka.

Meski diperbolehkan, sekolah harus melakukan simulasi terlebih dahulu. Begitu juga dengan pembatasan jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas juga harus diterapkan.

Baca juga : Soal Wacana Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Juli, Ganjar Khawatir Jika Hanya Guru yang Divaksin

-Advertisement-

Supaya tidak menimbulkan kerumunan, Hartopo menyarankan agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka dibagi dua sif.

“Di desa-desa yang ada di pinggiran yang sudah masuk zona hijau, sekolah boleh tatap muka. Tapi zonanya memang harus hijau. Ndak papa (pembelajaran tatap muka), tapi harus ada keterbatasan kapasitas kelas, harus dibagi dua sif. Zona per desa harus hijau, ” jelasnya kepada awak media usai rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lantai 4 Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kudus, Rabu (10/3/2021).

Sedangkan untuk wacana sekolah tatap muka pada Bulan Juli mendatang oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Hartopo baru bisa memberikan kepastian nanti. Pihaknya memberikan contoh, apabila ada satu desa yang satu saja warganya terpapar Covid-19, desa tersebut akan menjadi zona kuning. Di situlah Hartopo belum bisa memberikan kepastian apakah sekolah tatap muka bisa dilakukan nantinya atau tidak.

“Untuk sekolah tatap muka secara keseluruhan di Bulan Juli, kami lihat nanti. Kalau ada yang berzona kuning, akan kami kaji ulang,” kata Hartopo.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Andini Aridewi mengungkapkan, bahwa Kabupaten Kudus beberapa hari terakhir mengalami penurunan kasus Covid-19. Bahkan untuk keterisian rumah sakit atas kasus Covid-19, pihaknya menyebut hanya 18 persen yang terisi.

“Memang kasus Covid-19 di Kudus sudah turun. Keterisian RS terakhir hanya 18 persen. Yang isolasi mandiri juga sudah banyak berkurang,” jelasnya.

Baca juga : SMK Wisuda Karya Kudus Sudah Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Oleh sebab itu, demi mencegah penularan virus Covid-19, Andini tetap berpesan agar warga Kudus tetap mematuhi portokol kesehatan. Meskipun sekarang ada mutasi baru dari virus Covid-19, yakni B.1.1.7, Andini mengungkapkan bahwa virus itu hampir sama dengan virus Covid-19. Cara pencegahannya pun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kasus corona B.1.1.7 di Kudus. Semoga saja tidak ada. Perbedaan antara Covid-19 dengan mutasi baru itu relatif sama. Cara pencegahannya juga sama, mematuhi protokol kesehatan, ” pungkas Andini

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER