Angkringan Kidoel Soetjen, Tempat Cari Nasi Jangkrik yang Legendaris di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Mural tipografi di sebagian besar dinding Angkringan Kidoel Soetjen itu tampak begitu menarik perhatian beberapa pengunjung. Mereka, tampak berfoto sambil menyantap beberapa menu yang dipesan. Salah satu yang manarik adalah menu kuliner yang dibungkus daun jati. Makanan tersebut adalah sega jangkrik, kuliner kesukaan Sunan Kudus yang jadi buruan warga dari berbagai daerah.

Menu itulah yang menjadikan angkringan yang berada di Selatan Perempatan Sucen, Jalan Menara, Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus itu cukup ramai setiap harinya. Dengan berbagai gazebo yang disediakan, menambah kesan menarik dan banyak disukai anak muda Kota Kretek.

Pegawai  Angkringan Kidoel Soetjen, Noor Rohman (20) mengatakan, nasi jangkrik di tempat usaha milik Muhammad Muwafiq yang berdiri sejak tujuh tahun lalu itu memang paling digemari pengunjung.

-Advertisement-

Baca juga: Lentog Tanjung Bu Sugi, Disukai Banyak Orang Karena Kuahnya Lebih Kental

“Awalnya ya dari tradisi Buka Luwur di Menara itu. Berhubung di Kudus belum ada yang jual, ya, kita berinisiatif menjual,” tuturnya, Rabu (3/3/2021).

Yang membuat sega jangkriknya enak adalah olahan daging kerbau atau kambing sebagai lauk itu mengandalkan resep tradisional. Selain itu pemasakan daging juga dilakukan selama beberapa jam untuk menciptakan taste yang istimewa.

Ia menambahkan, daun jati digunakan selain simbol dari kesederhanaan juga menambah khas aroma dari sega jangkrik yang menjadi menu makanan favorit sunan Kudus. Nasi ini dibungkus daun jati, bersanding dengan lauk daging kerbau yang dimasak dengan bumbu rempah pilihan.

“Saat membuka bungkusan daun jati, aroma nasi akan berbau wangi karena campuran aroma dari daun jati sebagai pembungkus menu istimewa ini,” katanya.

Selain sega jangkrik, tempatnya itu punya menu lain yang juga enak, seperti sega mbedhedheg, sate-satean, gorengan, dan makanan lain yang dibakar dengan bumbu pilihan.

“Di sini ada berbagai gorengan, harganya mulai Rp 1.000, untuk yang sundukan itu mulai Rp 3.000 dan untuk sega jangkriknya itu Rp 10.000 dan sega mbedhedheg Rp 6.000,” rinci Rohman.

Baca juga: Setiap Hari Ratusan Orang Menikmati Sedapnya Nasi Gandul Pak Harjo yang Legendaris

Di saat pandemi seperti ini, angkringan ini mulai buka pukul 15.00 sampai 21.00 WIB. Jika keadaan normal mulai buka pukul 18.00 sampai 23.30 WIB.

Salah satu pembeli Novian Ulin Nuha (30) pecinta kuliner ini mengungkapkan, jika ia sudah lima kali ia berkunjung menikmati kuliner Sega Djangkrik. Menurutnya, di warung tersebut menarik dan suasananya tenang. Ia lebih suka Sega Jangkrik ,karena itu ciri khas dari Kota Kudus.

“Saya lebih suka Sega Djangkrik, karena itu ciri khas dari Kota Kudus tersendiri, suasana di Angkringan Kidoel Soetjen ini tenang, enggak terlalu ramai, biasanya tongkrongan-tongkrongan lain  grudak-gruduk, kalo di sinikan tenang gitu,” pungkasnya.

Penulis: Wajihan Bidatin Nur (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER