BETANEWS.ID, KUDUS – Program Pendidikan dan Pelatihan Magang ke Jepang se-Jawa Tengah, oleh Hamaren Education Center akan dimulai Senin (15/2/2021), di SMK Wisudha Karya Kudus.
Fakhrudin (42), Kepala SMK Wisudha Karya mengungkapkan, pihak sekolah sudah mempersiapkan tempat untuk pelaksanaan pendidikan itu. Tak hanya memfasilitasi ruang untuk pelatihan, SMK Wisudha Karya juga siap membantu bagi siswa yang ingin berangkat tetapi terkendala biaya.
Baca juga : SMK Wisudha Karya Kudus Jadi Tuan Rumah Pendidikan Magang ke Jepang
Ia mengatakan, bahwa selama ini jumlah tenaga kerja yang dikirim ke Jepang dari Indonesia selalu di bawah negara-negara lain. Meski butuh modal kesiapan dan biaya. Ia akan mendukung penuh bagi siswanya yang bersungguh-sungguh ingin ke Jepang.
Ia membeberkan, jika kebanyakan wali murid terkendala dalam biaya. Bahkan Fakhrudin sempat terharu saat ada wali murid yang hendak menggadaikan sertifikat tanah demi membiayai pemberangkatan anaknya.
“Biaya mulai awal hingga sampai berangkat ke jepang, total Rp 35 juta. Jika ada yang ingin berangkat tetapi terkendala biaya kami siap membantu dengan memberi pinjaman. Meski namanya magang, tetapi di sana mendapat gaji seperti orang bekerja. Jadi nanti bisa diangsur setelah mendapat gaji dari sana,” terangnya.
Nantinya peserta magang juga akan dianjurkan melanjutkan pendidikan S1 dari Jepang. Pihak penyelenggara sudah bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara Jakarta. Bisa kuliah secara daring nantinya.
Kata Fakhrudin, proses persiapan berangkat ke Jepang membutuhkan waktu sekitar 5 bulan. Kemudian akan ada tes sebelum pemberangkatan untuk standar bahasa dan ada tahap-tahap selanjutnya.
“Perkiraan paling cepat sekitar 5 hingga 6 bulan. Untuk waktu paling lambat tidak ada batas, tapi akan didampingi hingga bisa. Untuk target pemberangkatan paling lambat akhir tahun ini. Harapan sih oktober sudah bisa berangkat ke Jepang,” katanya.
Baca juga :Â Siswa SMK Wisudha Karya Kudus Juarai LKS Tingkat Nasional
Sementara itu, Muhammad Ashabul Kahfi (35), pimpinan recruitment project Hamaren Education Center menambahkan, dalam hal pembiayaan nantinya lebih fleksibel. Peserta bisa membayar setelah sampai di Jepang.
“Hampir semua jurusan bidang di SMK kami ada semua. Mungkin porsinya yang berbeda, menyesuaikan kebutuhan perusahaan. Saat ini yang paling dibutuhkan yaitu bidang kesehatan, yang akan mendukung sebagai asisten perawat di Rumah Sakit Jepang,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

