BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan KHR Asnawi, tepatnya sebelah utara pertigaan Polytron, tampak lapak penjualan kacamata. Di tempat tersebut, terlihat seorang pria sedang membersihkan kacamata dari debu yang ada. Pria tersebut yakni Agus Soleh (32), pemilik lapak kacamata.
Seusai membersihkan kacamata, pria yang akrab disapa Agus itu bersedia berbagi cerita tentang bisnisnya. Dia mengatakan, bisnis yang dimulai sejak 2000 itu menyediakan berbagai jenis kacamata. Di antaranya kacamata biasa, kacamata plus, kacamata minus, kacamata kusus bersepeda, kacamata anti radiasi, kacamata pengintai ikan dan burung (porarit), dan kacamata anak-anak.

“Kacamata yang tersedia di sini insyaallah lengkap mulai dari kacamata biasa buat anak-anak sampai dewasa hingga kacamata porarit dan kacamata anti radiasi,” beber warga Desa Demaan RT 6 RW 1, Kecamatan Kota, Kudus itu, Kamis (11/2/2021).
Baca juga: Bikin Stempel di Sini Hanya Butuh Waktu Satu Jam
Dalam penjualannya, harga dari masing-masing jenis kacamata miliknya berbeda-beda. Dia merinci, harga untuk kacamata biasa kusus anak-anak mulai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu, dewasa Rp 15 ribu hingga Rp 60 ribu, kacamata plus dan minus Rp 18 ribu hingga Rp 150 ribu tergantung lensa dan frame, kacamata bersepeda Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu. Porarit Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu, dan anti radiasi Rp 35 ribu hingga Rp 60 ribu.
Agus menjelaskan, pembelinya kebanyakan dari karyawan pabrik swasta di Kudus. Dalam sehari di masa pandemi ini bisnis miliknya menjual 20 barang jika sepi dan 50 barang jika ramai.
“Dulu sebelum pandemi penjualan bisa mencapai 100 barang terkadang bisa lebih. Tapi untuk sekarang mengalami penurunan penjualan, sekarang bisa terjual 20 barang jika sepi dan ramai 50 barang,” katanya di lapak yang buka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB itu.
Baca juga: Tas dan Dompet Kulit Asli yang Dijual di Pinggir Jalan Ini Murah dan Berkualitas
Dia menambahkan, awal mula dirinya merintis bisnis tersebut lantaran turun temurun dari orang tuanya. Dia mengawali karir bisnisnya itu, ikut membantu kakaknya di 1998. Dan pada 2000 dia memulai usahanya sendiri.
“Saya berharap semoga bisa stabil lagi, soale dari dampak covid ini berimbas kepada kita semua,” tuntasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin


mas Khorul Umam sekalian bagi informasinya dimana tempat kulakan kacamata saya juga pengen jualan. trima kasih