Bikin Stempel di Sini Hanya Butuh Waktu Satu Jam

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Hos Cokroaminoto No 99, Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota Kudus, tampak terlihat sebuah toko pembuatan stempel kilat satu jam. Dalam toko tersebut, seorang pria berbaju abu-abu terlihat sedang mendesain pola stempel di komputer. Ia adalah Agung Tri Handoyo (41), pemilik Toko Hoki Stempel.

Seusai pekerjaannya selesai, pria yang akrab disapa Agung itu bersedia berbagi cerita tentang usaha yang dirintis sejak 2008 lalu. Dia mengatakan, bisnis miliknya itu menerima pesanan pembuatan stempel kilat dengan waktu hanya satu jam. Dengan waktu yang sesingkat itu, dirinya mempunyai pelanggan dari seluruh Kota Kretek.

Agung sedang memtotong bagian stempel di Toko Hoki Stempel. Foto: Kaerul Umam.

“Untuk pelayanan pembuatan stempel di sini bisa ditunggu. Saya usahakan semaksimal mungkin, tetapi juga menunggu antrian dari yang datang sebelumnya. Biasanya kalau untuk pembuatan stempel itu membutuhkan waktu kurang dari sejam. Bahkan kadang hanya 30 menit saja,” bebernya, Senin (16/11/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Sulap Sabut Kelapa Jadi Pot Cantik, Chalim Kewalahan Terima Orderan

Di tokonya tersebut, lanjut Agung, menerima pembuatan stempel kayu dan stempel warna. Bentuk dan ukuran bisa disesuaikan keinginan pembeli. Untuk harga juga berbeda, biasanya lebih mahal stempel warna karena di dalam stempelnya itu sudah berisikan tinta. Dalam sehari, usaha miliknya itu bisa membuat stempel sebanyak 10 item.

“Harga stempel warna dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu tergantung dari ukuran stempel tersebut. Sedangkan, untuk harga stempel kayu mulai Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu tergantung dari ukuran stempel tersebut,” beber warga Desa Ternadi RT 2 RW 1, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu.

Untuk pemasaran, toko yang buka mulai pukul 8.00 WIB hingga 16.00 WIB itu hanya mengandalkan media sosial dan dari mulut ke mulut pelanggannya. Meski begitu, pelanggannya banyak dari kantor dan instansi di Kudus.

Sebelum terjun di dunia stempel, Agung lebih dula menekuni usaha konter di Semarang. Namun, ia mulai pindah haluan saat tertarik dengan keuntungan pembuatan setempel seperti yang diperoleh temannya.

Baca juga: Berdiri Sejak 1982, Doctor Kunci Moro Dadi jadi Muara Masalah Kunci di Pati

“Bisa dikatakan tidak sengaja membuka usaha ini, ya. Karena saya terinspirasi dari teman saya yang lebih dulu membuka usaha di bidang ini. Saya rasa enak dan pelaku usaha ini jarang,” katanya.

Selama ini, usahanya tersebut tidak mengalami kendala. Hanya kondisi seperti sekarang yang disadari Agung tidak hanya berdampak pada usahanya saja.

“Saya berharap semoga masih bisa eksis, lah. Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang ini. Dan semoga bisa untuk menyambung hidup,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER