31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Gegara Jalan Pantura Rembang Rusak Parah Bertahun-tahun, Ganjar Dibully Warganet

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah meminta pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Jateng-DIY untuk menurunkan tim pengawas jalan. Ganjar mengatakan, pihaknya siap membantu tim pusat untuk menangani jalan nasional yang rusak.

Ganjar mempertanyakan perkembangan penanganan jalan rusak kepada BBPJN VII Jateng DIY. Ia meminta pada pihak balai untuk terus berkoordinasi. Terutama berkaitan dengan penanganan jalan rusak selama cuaca hujan ekstrem beberapa waktu ke belakang.

“Saya mau bertanya ini mohon maaf, bapak punya tim yang memantau jalan nggak? Itu tiap hari atau tiga bulan sekali?” tanya Ganjar pada perwakilan BBPJN VII Jateng DIY yang mengikuti Rakor Kebencanaan di lantai 2 Kantor Pemprov Jateng secara daring, Selasa (16/2/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Diprotes Warga Karena Jalan Pantura Banyak yang Berlubang, Ganjar: ‘Besok Saya Patroli’

“Ada, Pak. Tiap hari (tim pemantau jalan). Nuwun sewu Bapak memang kami kejar-kejaran kalau hujan dua hari pasti lubang bertambah. Kami sudah data lubang saat ini berapa, yang baru berapa, nanti kita komunikasikan jadi tim terus menerus bekerja pak,” jawab Satrio, dari BBPJN VII Jateng-DIY.

Ganjar menyatakan, pihaknya siap membantu jika pihak pusat dalam hal ini BBPJN VII Jateng DIY mengalami kendala dalam penanganan. Apalagi, belakangan dirinya mendapat rundungan terkait jalan rusak di wilayah Pantura.

“Bullying yang paling banyak itu jalan di wilayah Pak Wagub, sampai dengan Jawa Timur. Itu sudah bertahun-tahun nggak beres-beres, meski saya dikabari sudah agak baik. Tapi buat saya tidak ketika kemudian lubangnya masih banyak,” ucap Ganjar.

“Jadi nanti area-area tertentu saya minta untuk mendapatkan perhatian, umpama Semarang itu Kaligawe, Genuk sampai Sayung. Terus kemudian Pekalongan perhatikan, mana yang belum beres, terus kemudian ada Kudus, Pati ini daearah-daerah yang menjadi perhatian di wilayah pantura,” rincinya.

Baca juga: Hati-Hati, Banyak Jalan Berlubang di Pantura Kudus Setelah Terendam Banjir

Ganjar kemudian bersaran, agar paling tidak memberikan rambu-rambu pada jalan yang rusak jika memang belum bisa langsung diperbaiki.

“Kemarin banyak orang yang protes ke saya di pantura, maka saya BBPJN saya minta Patroli dong, patroli kalau nggak cari alat lah, jangan kemudian kita diam saja. Kalau lah belum bisa dibangun kasih tanda, biar tidak bikin cilaka,” tegas Ganjar ditemui usai rapat.

Ganjar kemudian menceritakan penanganan jalan rusak yang terjadi di Gemolong, Sragen. Ganjar yang mendapat laporan dari masyarakat, meminta Dinas PU, Binamarga dan Cipta Karya untuk menindaklanjutinya.

“Kemarin yang banyak protes di Gemolong, Pak ini jalannya propinsi, iya karena memang baru akan kontrak di akhir Februari. Tapi saya minta ditangani dulu. Lha kemarin banjir mbludak. Ternyata, gorong-gorongnya itu di atasnya dibuat kios. Jadi saya minta bupati ayo dong, kita juga dibantu, maka saya minta ajak pendekatan, bongkar, kalau enggak nggak bisa, ini yang membikin masyarakat nanti protes kalau sudah banjir,” tandas Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER