31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Ular Diklaim Sebagai Pantangan Bagi Pemikat Burung Perkutut

BETANEWS.ID, KUDUS – Setiap orang menjalani hobi atau pun pekerjaan terkadang memang tidak terlalu mulus jalannya. Terkadang mengalami beberapa kendala atau pun malah pantangan. Kendala dan pantangan bila tidak diindahkan, hasil dari hobi dan pekerjaan tersebut biasanya kurang maksimal. Hal itu pun berlaku juga di dunia memikat burung perkutut yang punya pantangan, jika dilanggar hasilnya pasti zonk.

Muhammad Ridwan (27) yang sudah menekuni hobi memikat perkutut empat tahun terakhir, dalam menjalani hobi memikat perkutut, katanya ada dua kendala yang bisa menjadikannya pulang dengan tangan hampa. Kedua kendala tersebut yakni ular dan angin. Menurutnya, kalau angin yang kencang terkadang masih bisa mendapatkan hasil perkutut, tapi kalau bertemu ular bisa dipastikan hasilnya zonk.

Muhammad Ridwan bersama temannya akan memikat burung perkutut di area makam. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Melihat dari Dekat Sensasi Memikat Perkutut di Area Makam di Kudus

-Advertisement-

“Perkutut itu memang unik, misteri dan sangat menarik kok. Selama saya menekuni hobi mikat perkutut, kendala terbesar adalah ular. Setiap saya sudah sampai lokasi perburuan dan di tempat tersebut saya melihat ular bisa dipastikan hasil mikat perkutut di lokasi tersebut pasti zonk. Hal itu sudah saya buktikan bertahun – tahun,” ungkap pria yang akrab disapa Ridwan kepada Betanews.id, Jumat (8/1/2020).

Pria yang yang tercatata sebagai warga Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus tersebut menuturkan, hal tersebut susah diantisipasi. Walaupun di lokasi tersebut banyak burung perkututnya, tapi kalau sudah melihat ular, burung – burung perkutut tidak akan ada yang terpikat. Biasanya dia pun mengakalinya dengan pindah tempat lokasi perburuan.

“Biasanya kalau sudah lihat ular begitu langsung pindah lokasi mikat. Serta akan balik ke tempat tersebut lain hari. Kalau masih ditemui ular lagi ya balik lagi dan cari lokasi atau tempat yang ada perkututnya lagi,” ucap pria yang sudah dikaruniai satu anak tersebut.

Hal itu kata dia, berbeda dengan kendala angin. Memang saat ada angin kencang perkutut itu enggan terbang menghampiri si Patih (perkutut umpan) di sangkar jebak. Biasanya perkutut yang akan dipikat itu lebih suka berdiam diri di pohon. Namun, hembusan angin tidak selamanya kencang, jadi masih ada harapan. Terkadang, jika perkutut yang diincar itu petarung, si perkutut tersebut tak memperdulikan angin kencang dan tetap menghampiri perkutut umpan. “oleh sebab itu, hobi mikat ini kesabaran adalah hal utama,” ucapnya.

Dia menuturkan, sudah memikat perkutut di berbagai tempat dan wilayah. Selain di Kudus, terkadang juga di alas Brati Grobogan, di Demak, Jepara dan Pati juga pernah. Kalau di Kudus, dia mengaku seringnya malah di makam atau di punden. Sebab burung perkutut hasil pikatannya pasti perkutut mistis yang ada katuranggannya. Kalau tidak pasti perkutut yang agungannya itu sangat bagus sehingga nilai jualnya lumayan tinggi.

Baca juga : Sangkar Motif Kejawen Paling Diburu Penghobi Perkutut

Lebih lanjut tuturnya, dalam menjalani hobi perkutut yang dibutuhkan adalah kesabaran serta kejelian. Sabar menanti dan jeli memilih lokasi dan tempat untuk memikat perkutut. Jitu memilih pohon untuk menempatkan sangkar jebakan. Reservasi lokasi yang akan dijadikan tempat memikat perkutut juga dibutuhkan, sehingga tempat tujuan tersebut bisa dipastikan ada perkututnya.

“Selama ini kalau tidak bertemu dengan ular dan anginnya tidak kencang banget, saya selalu berhasil mikat perkutut. Dengan catatan di lokasi ada perkututnya,” ungkap Ridwan.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER