31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda KUDUS Melihat dari Dekat...

Melihat dari Dekat Sensasi Memikat Perkutut di Area Makam di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Di makam Islam keluarga Abdur Rochim Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak tiga pria sedang beraktivitas di sana. Satu di antara dua pria tersebut terlihat membawa sangkar dihiasi dedaunan serta berisi burung perkutut. Kemudian, sangkar tersebut dipasang pada sebuah pohon menggunakan aluminium panjang. Setelah sangkar jebakan tersebut dipasang, mereka pun menunggu di pinggir makam sambil mengawasi sangkar.

Kemudian, satu di antara mereka memutar rekaman suara perkutut melalui lewat perangkat smartphone. Selang menunggu sekitar 30 menit, burung perkutut yang akan dipikat mulai hinggap ke pohon yang ada sangkar pikat, serta mendekat dan hinggap di sangkar jebakan yang ada perkututnya. “jeb” perkutut yang diincar kejebak, dibarengi teriakan hore tiga pria di bawah pohon.

Muhammad Ridwan sedang memasang jebakan burung perkutut. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Model Sangkar yang Unik dan Penuh Misteri Bikinan Jesi Ramai Diburu Pecinta Burung Perkutut

“Akhirnya ketangkap juga, sempat bikin gemes. Sebab beberapa kali hinggap di ranting jebakan, tapi sangkarnya gak nyepret – nyepret,” ujar Muhammad Ridwan (27) kepada Betanews.id, Jumat (8/1/2020) sembari menurunkan sangkar dan perkutut hasil jebakan.

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus tersebut menuturkan, sudah lima tahun terakhir menjalani hobi pikat burung perkutut. Menurutnya, mikat atau jebak burung perkutut itu banyak sensasi dan tantangannya. Sebab, burung perkutut itu mistis dan penuh misteri. Dia pun beberapa kali mengalami kejadian di luar akal sehat.

Lebih lanjut tuturnya, saat mikat burung perkutut di sebuah makam di Kudus, pas dapat burung perkutut dan dibawa pulang. Malamnya dia bermimpi didatangi pria tua disuruh mengembalikan perkutut hasil buruannya. Menyuruhnya itu disertai ancaman. Karena takut sesuatu yang buruk menimpa dirinya dan keluarganya, burung perkutut pikatannya itupun dilepaskannya.

“Burung perkutut yang berhasil saya pikat itu ada katuranggannya, kalau tidak salah itu katuranggan Kokop Bromo. Namun, karena disuruh mengembalikan, saya lepas lagi di makam tempat saya mendapatkannya,” ungkapnya.

“Tidak hanya itu saja, saya juga pernah berhasil mikat perkutut di sebuah punden. Namun, sejak punya perkutut tersebut, rumah tangga saya itu banyak masalah. Saya dan istri saya sering bertengkar dengan berbagai sebab tak jelas. Hal itu berjalan cukup lama, hingga ada orang yang paham, menyarankan agar perkutut dari punden itu dilepas saja. Saat saya lepas, benar saja rumah tangga kembali tenteram,” tambahnya.

Pria yang kesehariannya jadi kuli bangunan dan perajin sangkar pikat perkutut tersebut mangatakan, meski pernah mengalami tak masuk akal itu, ia mengaku tidak kapok tapi justru hal tersebut jadi sensasi yang membuatnya malah suka dengan hobi memikat burung perkutut. Kalau harga burung perkutut hasil pikatannya, ia mengaku tergantung dari perkutut yang kejebak.

“Kalau suaranya bagus dan ada katuranggannya, harganya lumayan mahal. yang jelas perkutut hasil pikatan itu lebih mahal dari perkutut hasil menjaring,” ungkapnya.

Baca juga : Sejak Pelihara Perkutut Katuranggan Banyu Mili, Rezeki Ndoro Kakung Lancar Bak Air Mengalir

Dia mengatakan, dalam buruan atau mikat perkutut hari itu mampu mendapatkan tiga ekor. Yang dua ekor ada katuranggannya, yakni wilis dan udan emas. Sedangkan yang satu ekor natural, tapi suaranya bagus.

“Ketiganya saya dapatkan di area makam di Kudus. Semoga saja membawa berkah, dan kebaikan,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler