BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang lelaki mengenakan masker tampak sedang menyemprotkan pewarna ke kanvas berwarna putih. Sesekali, ia juga menambahkan pewarna lain, agar hasil lukisan yang ia buat tampak lebih indah. Lelaki itu adalah Imron Al Farobbi ( 37) , seorang peluki yang merupakan warga Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Setelah menyelesaikan lukisannya, Imron sapaan akrabnya menjelaskan tentang lukisan yang dibuatnya dengan teknik spray paint art. Menurutnya, spray paint art merupakan sebuah teknik melukis yang berasal dari Mexico. Teknik ini, hadir untuk memberikan cara baru dalam melukis, yaitu dengan cara menyemprotkan pewarna cair (pilok) ke media kanvas, kertas maupun kardus.

Baca juga : Berbakat Lukis Sejak Belia, Sutup Sukses Usaha Batu Paras Ukir
Spray paint art juga memudahkan para pemula dalam memulai melukis. Karena, pengerjaanya yang mudah dan hemat biaya.
“Awal saya mencoba spray paint art ini, karena ingin membuat pajangan untuk di rumah. Akhrinya saya browsing dan ketemu yang namanya spray paint art,” jelasnya, Jumat (25/1/2020).
Imron mulai menyukai melukis dengan teknik spray paint art sudah sejak 2017 lalu. Dari hobinya ini, ia sudah cukup banyak membuat lukisan.Untuk pembuatannya, Imron menjelaskan, jika semua jenis pilok bisa digunakan. Tetapi, demi kesehatan ia mengingatkan agar selalu menggunakan masker respirator.
Selain menggunakan pilok, Imron juga memakai peralatan pendukungnya seperti berbagai macam tutup, yang bisa menghasilkan berbagai macam semprotan yang diinginkan.
Selama 3 tahun ini, Imron tidak terlalu fokus menjualkan hasil karyanya. Karena ia sudah mempunyai pekerjaan yang sudah menyita waktunya. Karena baginya, seni tidak melulu tentang materi.
Baca juga : Seniman Lukis Kudus Ini Berharap Hasil Karyanya jadi Amal Jariyah
“Untuk hasil karya saya, biasanya dibeli sama teman-teman saya dengan kisaran Rp 100 ribu. Saya tidak terlalu mematok harga, karena memang hanya hobi saja,” ungkapnya.
Sejauh ini, Imron melukis hanya sebagai hobi saja dan belum berorientasi untuk dijadikan usaha sampingan. Karena menurutnya, hobi yang ia lakukan cukup untuk menghilangkan stres saja. Jika ada yang membeli karyanya, itu hanya bonus untuknya.
Editor : Kholistiono

