Kudus Dapat Alokasi Pupuk Subsidi Tahun 2021 Sebanyak 27.438 Ton

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam sebuah ruangan di Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, ada beberapa orang yang sedang sibuk membahas tentang kartu tani dan alokasi pupuk subsidi kepada para petani di Kudus. Salah satunya adalah Abdullah Muttaqin (49), Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisisda (KP3) Kabupaten Kudus. dirinya akan menjelaskan ketersediaan pupuk di Kabupaten Kudus tahun 2021 ini.

Pria yangakrab disapa Takin itu menjelaskan, tahun ini Kabupaten Kudus mendapat alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 27.438 ton. Rinciannya, pupuk urea 12.075 ton, pupuk SP-36 173 ton, pupuk ZA 3.311 ton, pupuk NPK 5.478 ton, pupuk organik granul 919 ton, dan pupuk organik cair 5.478 ton.

“Untuk pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk ZA, dan pupuk NPK sebenarnya tidak sesuai dengan jumlah yang diajukan dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Sedangkan yang pupuk organik alokasinya melebihi kebutuhan,” ungkapnya, Kamis (7/1/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Gegara Awalnya Banyak yang Enggan Buat, 9.362 Petani Kudus Kini Belum Miliki Kartu Tani 

Melihat kenyataan yang ada, lanjut dia, pihaknya akan memaksimalkan pendistribusian agar bisa terbagi rata. Salah satunya dengan menggunakan Kartu Tani. Hal tersebut bertujuan agar pupuk bersubsidi bisa tepat waktu, jenis, jumlah, harga, tempat, dan mutu, saat diterima oleh petani.

Seperti yang diketahui sebelumnya, per tanggal 1 Januari 2021 petani di Kudus yang ingin membeli pupuk bersubsidi harus menggunakan Kartu Tani. Apabila ada petani yang belum memiliki kartu tani, Taqin menyarankan agar para petani berkonsultasi ke DPP di kecamatannya masing-masing agar segera dibuatkan Kartu Tani.

Admin Kartu Tani pada Dispertan Kudus, Moch Rozi menambahkan,  sampai Januari ini, jumlah petani yang belum memiliki kartu Tani ada 9.362 orang, dari 43.538 petani yang terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Baca juga: Dinas Pertanian Kudus Targetkan 43.538 Petani Punya Kartu Tani di Awal 2021

“Dari jumlah tersebut, kartu yang sudah tercetak ada 34.176 buah dan 32.863 di antaranya sudah dikantongi oleh petani. Jadi semuanya sudah ada 78 persen kartu tani dan masih kurang 22 persen. Dalam jangka waktu bulan ini akan jadi semua,” bebernya.

22 persen kekurangan tersebut, menurut Rozi, datanya sebenarnya sudah masuk di Sistem Informasi Pertanian (Sinpi) dan masuk ke Bank RI yang menjadi mitra Kartu Tani wilayah Jawa Tengah.

“Sekarang tinggal menunggu kartunya jadi saja dan akan langsung dibagikan ke para petani,” pungkas Rozi.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER