BETANEWS.ID, JEPARA – Pengurus Cabang Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Jepara terus memperluas langkah pembinaan olahraga petanque hingga ke jenjang sekolah dasar sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan regenerasi atlet.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan Pelatihan Olahraga Petanque KKGO Donorojo yang menyasar para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) se-Kecamatan Donorojo pada Kamis (11/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, FOPI Jepara tidak hanya memberikan sosialisasi mengenai teknik dasar dan aturan permainan petanque, tetapi juga menyerahkan bantuan peralatan olahraga kepada salah satu sekolah, yakni SDN 7 Tulakan, agar dapat memulai pembinaan secara mandiri.
Pengurus Cabang (Pengcab) FOPI Jepara, Okta Rivaldi Putra, menjelaskan bahwa sosialisasi semacam ini menjadi pintu masuk penting untuk mengenalkan petanque kepada generasi muda sejak dini.
“Kami ingin olahraga petanque semakin dikenal luas oleh masyarakat melalui para guru PJOK. Harapannya, dari sekolah-sekolah ini akan lahir atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Jepara di berbagai kejuaraan,” ujarnya kepada Betanews.id, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, roadshow sosialisasi ini ditargetkan dapat menjangkau seluruh sekolah dasar di Kecamatan Donorojo sebagai bagian dari upaya jangka panjang menjaring bibit atlet potensial.
Baca juga : Target Tim Tercapai, Mario Lemos Resmi Bertahan di Persijap Jepara
Okta menambahkan bahwa pembinaan usia dini menjadi kunci utama dalam menjaga regenerasi atlet petanque di Jepara.
“Potensi anak-anak Jepara sangat besar. Dengan dukungan sekolah dan guru PJOK, kami optimistis akan muncul generasi atlet baru yang mampu melanjutkan prestasi petanque Jepara di masa mendatang,” katanya.
Upaya pembinaan yang dilakukan secara berjenjang itu, menurutnya, terbukti membuahkan hasil. Pada POPDA Jawa Tengah 2022, atlet petanque Jepara berhasil meraih sejumlah medali. Prestasi tersebut meningkat pada Porprov Jawa Tengah 2023 dengan raihan medali emas, perak, dan perunggu. Puncaknya, pada 2024 Jepara tampil sebagai juara umum Kejuaraan Provinsi Petanque Jawa Tengah.
Sepanjang 2025 hingga 2026, sejumlah atlet binaan FOPI Jepara juga berhasil lolos ke ajang tingkat provinsi maupun nasional, bahkan masuk dalam jalur pembinaan menuju kompetisi nasional dan internasional.
Ketua Pengcab FOPI Jepara, Agus Sutisna, menegaskan bahwa rangkaian prestasi tersebut tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan yang dimulai sejak tingkat sekolah.
“Kami meyakini bahwa atlet berprestasi lahir dari pembinaan yang dilakukan sejak dini. Karena itu, FOPI Jepara terus hadir di sekolah-sekolah untuk mengenalkan petanque sekaligus menyiapkan regenerasi atlet. Kami berharap dari Donorojo dan wilayah lainnya akan lahir atlet-atlet yang mampu membawa nama Jepara berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Dengan strategi sosialisasi yang menyasar sekolah-sekolah dasar ini, FOPI Jepara berharap petanque tidak hanya semakin dikenal masyarakat, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu cabang olahraga unggulan yang secara konsisten mampu mencetak atlet berprestasi bagi Kabupaten Jepara di masa depan.
Editor: Kholistiono

