31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Krispi Pisang, Camilan Krenyes yang Punya Pelanggan di Berbagai Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang mengupas pisang di sebuah rumah, Jalan Kudus-Kayen, Dukuh Kalidoro Lor RT 3 RW 8, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Setelah terkupas, pisang itu kemudian dipotong agak tebal dan dikumpulkan dalam sebuah wadah. Di sisi lain, seorang wanita tengah memasukkan camilan pada kemasan plastik. Dia adalah Istirokhah (50), pemilik usaha Keripik Buah Daris.

Berbincang bersama Istirokhah, ia bercerita bahwa yang paling terkenal dari hasil produksi Daris adalah Krispi Pisang. Berbeda dengan keripik pisang yang biasanya dipotong tipis-tipis dan memanjang, krispi pisang dipotong menjadi delapan bagian dan tebal.

Seorang wanita sedang mendinginkan krispi pisang yang baru digoreng. Foto: Nila Rustiyani.

“Krispi pisang potongan buahnya itu tebal dan kalau dimakan suaranya itu kressss, nggak kayak kripik pisang biasanya yang di potong tipis-tipis,” kata Istirokhah, Kamis (31/12/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Keripik Gedebog Pisang Aneka Rasa Ini Digandrungi Banyak Orang, Siapa Sudah Coba?

Ia melanjutkan, krispi pisang yang mereka produksi tidak menggunakan tambahan pemanis seperti gula tebu atau pemanis buatan apapun. Pemanisnya alami dari buahnya langsung, sehingga ia memang selalu menggunakan buah yang benar-benar manis.

“Kalau buahnya nggak manis, ya rasa krispi pisangnya nanti hambar. Tergantung buahnya, kalau manis ya manis, kalau enggak, ya enggak,” katanya.

Selain camilan berbahan pisang, pihaknya juga membuat olahan keripik buah apel, nangka, salak, dan lain-lain. Namun, selain pisang produksinya tergantung musim. Sedangkan yang pisang pihaknya selalu produksi karena bahan bakunya mudah ditemukan.

Dalam sehari, tempatnya bisa produksi 10 kilogram krispi pisang siap kemas. Produknya juga mudah ditemukan di banyak tempat oleh-oleh khas Kudus dan berbagai tempat distributor makanan ringan. Selain bisa ditemukan di sekitar Kudus, krispi pisang ini juga sudah punya pelanggan di berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Bali, dan beberapa kota di luar Jawa.

“Krispi pisang kami juga ramah bagi penderita diabetes karena kami tidak pakai gula, dan kami benar-benar tiriskan minyaknya sebelum dikemas. Harganya mulai Rp 17 ribu per bungkus,” kata Istirokhah.

Baca juga: Selain Digemari Anak-Anak, Mi Lidi Mbah Atik Ini juga Jadi Camilan Favorit Ibu Hamil

Membuat krispi pisang, jelas Istikhoroh, bisa dikatakan tidak terlalu rumit. Langkah pertama adalah memotong pisang jenis uter menjadi delapan bagian sama panjang dan ditaruh di sebuah kerangjang. Selepas itu didiamkan selama sehari semalam di freezer. Berikutnya, pisang yang sudah beku itu dimasukkan ke dalam frying oven yang berisi minyak panas untuk digoreng dengan suhu dan waktu yang tepat, kurang lebih satu jam.

Proses selanjutnya yakni pisang ditiriskan dan dipisahkan jika ada buah yang saling menempel. Kurang lebih setelah 10 menit, krispi pisang dimasukkan ke dalam mesin spinner untuk mengurangi kadar minyak yang masih menempel di krispi pisang.

“Setelah dirasa cukup, krispi pisang dimasukkan ke dalam plastik besar untuk didiamkan selama satu malam. Dan terakhir bisa dikemas sesuai kebutuhan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER