31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Gegara Awalnya Banyak yang Enggan Buat, 9.362 Petani Kudus Kini Belum Miliki Kartu Tani

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam gedung yang berlokasi di Jalan Mejobo No 32 Desa Mlati Lor, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus terlihat beberapa orang sedang bercengkerama di sebuah ruangan. Gedung tersebut merupakan gedung Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus yang saat itu para pegawainya sedang membahas perkembangan Kartu Tani.

Selepas berbincang dengan para stafnya, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Kudus Moch Rozi (59) menyempatkan waktunya untuk menjelaskan perkembangan Kartu Tani di Kabupaten Kudus. ia mengatakan, sampai Januari ini, jumlah petani yang belum memiliki kartu tersebut ada 9.362 orang, dari 43.538 petani yang terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Moch Rozi. Foto: Nila Rustiyani.

“Dari jumlah tersebut, kartu yang sudah tercetak ada 34.176 buah dan 32.863 di antaranya sudah dikantongi oleh petani. Jadi semuanya sudah ada 78 persen Kartu Tani dan masih kurang 22 persen. Dalam jangka waktu bulan ini akan jadi semua,” ungkap pria yang juga jadi Admin Kartu Tani tersebut, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Dinas Pertanian Kudus Targetkan 43.538 Petani Punya Kartu Tani di Awal 2021

22 persen kekurangan tersebut, menurut Rozi, datanya sebenarnya sudah masuk di Sistem Informasi Pertanian (Sinpi) dan masuk ke Bank RI yang menjadi mitra Kartu Tani wilayah Jawa Tengah.

“Sekarang tinggal menunggu kartunya jadi saja dan akan langsung dibagikan ke para petani,” kata Rozi.

Alasan belum jadinya Kartu Tani, menurut Rozi, dikarenakan saat awal pemberitahuan banyak petani yang enggan membuat kartu tani. Menurut mereka, kartu tersebut dinilai terlalu rumit dalam proses pembuatan hingga saat penggunaan nantinya. Namun, saat pemerintah mewajibkan pembelian pupuk bersubsidi pakai Kartu Tani pada 1 Januari 2021, para petani kemudian berbondong-bondong membuat kartu tani.

“Untuk mengatasi semua masalah itu, Dinas Pertanian mengadakan sosialisasi kepada para petani dan meningkatkan koordinasi pembagian Kartu Tani melalui Kios Pupuk Lengkap (KPL) dan Penyuluh,” jelas pria berkacamata itu.

Baca juga: Pasar Bibit Padi Babalan Kudus, Langganan Petani di Hampir Separuh Wilayah Jateng

Masalah lain yang ditemukan saat pengadaan kartu tani adalah alamat yang tertulis di KTP dengan wilayah garapan petani berbeda. Petani yang memiliki wilayah garapan yang berbeda dengan alamat di KTP terkadang sedikit mengulur waktu saat proses pendataan. Namun, pihaknya menyatakan bahwa masalah tersebut sudah teratasi dengan koordinasai antara petani dengan DPP Kecamatan masing-masing.

“Mulai Bulan Januari 2021 penebusan pupuk bersubsisdi harus dengan Kartu Tani, kalau tidak pakai, ya tidak dilayani. Harus beli yang non subsisdi atau dengan pupuk organik,” tegas Rozi di akhir perbincangan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER