31 C
Kudus
Sabtu, Januari 23, 2021
Beranda Unggulan Wisata Perahu di...

Wisata Perahu di Sawah Kebanjiran Desa Temulus Ini Ramai Pengunjung

BETANEWS.ID, KUDUS – Air tampak menggenangi puluhan hektare area persawahan Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Di lokasi banjir itu, terlihat seorang pria sedang menjalankan perahu untuk menepi. Sesampainya di tepi, beberapa orang bersama kepala desa setempat lantas naik ke perahu. Setelah semua siap, perahu pun mulai dijalankan dengan para penumpang mengenakan pelampung sebagai pengaman.

Sambil naik perahu itu, Kepala Desa Temulus Suharto (52) mengatakan, akibat banjir yang menenggelamkan area persawahaan di desanya itu, dia pun berinisiatif untuk menjadikannya wisata perahu. Sebenarnya, kata dia, sejak Januari 2020 desanya itu sudah ada wisata perahu, tapi di Jratun. Karena ada banjir dan air yang melimpah, wisata perahu dialihkannya di area persawahaan yang tergenang banjir.

Seorang warga sedang menaiki perahu melintasi sawah yang terendam banjir di Desa Temulus. Foto: Rabu Sipan.

“Awalnya wisata perahu itu di Sungai Jratunseluna. Namun karena air melimpah akibat banjir dan mempertimbangkan keselamatan, saya pun mengalihkan wisata perahu di area persawahan yang terendam banjir,” ujar Suharto kepada Betanews.id, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Lokasi Banjir di Setrokalangan Kudus jadi Tempat Wisata Dadakan

Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu menuturkan, area persawahan di Desa Temulus seluruhnya ada sekitar 120 hektare, yang terendam banjir ada separuhnya yakni sekitar 60 hektare. Sedangkan yang dibikin wisata perahu ada sekitar 30 hektare. Menurutnya, dari 30 hektare tersebut, yang 12 hektare mulanya ditanami padi dan sisanya memang sengaja dibiarkan bero pada masa tanam (MT) 1.

Lebih lanjut, tuturnya, wisata perahu di area persawahan itu sudah berjalan selama tiga hari. Dengan tarif Rp 5 ribu sekali naik, penumpang bisa menikmati wisata perahu selama 20 menit dengan jarak tempuh dua kilometer pulang pergi. Penumpang juga menikmati pemandangan banjir persawahan yang seolah kayak di danau. Menurutnya, selama ini peminatnya lumayan banyak.

“Antusias pengunjung lumayan banyak. Hari pertama saat hari Ahad (13/12/2020) itu ada sekitar 500 penumpang,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Wisata Perahu Temulus tersedia dua perahu. Karena ada pandemi setiap perahu maksimal hanya mengangkut 10 orang. Setiap penumpang juga diharuskan cuci tangan dan pakai masker. Untuk pengamanan, setiap penumpang diwajibkan memakai pelampung.

Baca juga: Wisata Air Jratunseluna di Desa Temulus Kembali Dibuka

“Memang maksimal penumpang itu 10 orang, tapi kalau kurang dari jumlah tersebut kami juga siap mengantar mereka untuk berkelilig. Hal tersebut agar para pengunjung tidak kecewa,” jelasnya.

Dia menuturkan, tahun depan ia sudah menganggarkan dana sebesar Rp 120 juta untuk memajukan wisata perahu di desanya. Dana itu akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana penunjang wisata perahu Desa Temulus. Di antaranya bangun jalan, kamar mandi, dan sarana lainnya.

“Kami berharap semoga wisata perahu Desa Temulus ini dikunjungi banyak orang. Dengan tarif yang sangat terjangkau dan pemandangan alam yang menyejukan mata, wisata perahu Temulus bisa jadi jujugan bagi mereka yang ingin berwisata,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler