31 C
Kudus
Sabtu, Januari 23, 2021
Beranda Ekonomi Perayaan Malam Pergantian...

Perayaan Malam Pergantian Tahun Dilarang, Penjual Terompet di Kudus Kelimpungan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi barat Jalan Getas Pejaten, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak puluhan aneka jenis terompet tergantung rapi pada bilah kayu. Di sampingnya, tampak seorang perempuan dengan wajah lesu serta memangku anaknya terlihat sedang menanti pembeli. Perempuan tersebut yakni Asmiyati (42) pembuat dan penjual terompet musiman.

Sembari menanti pembeli, perempuan yang berasal dari Grobogan itu pun sudi berbagi penjelasan tentang usahanya. Dia menuturkan, setiap menjelang pergantian tahun ia selalu jualan terompet. Berbeda dengan tahun sebelumnya, penjualan terompet tahun ini turun drastis. Bahkan turunnya hingga lebih dari 95 persen.

Edy Laksono sedang menjajakan terompet menjelang pergantian tahun. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Jual Gelang Anak untuk Modal, Kini Pasutri ini Bisa Bangun Rumah dari Bisnis Tas Souvenir

“Biasanya sehari sebelum pergantian tahun saya bisa menjual sampai 500 terompet. Namun saat ini saya baru mampu menjual sekitar 20 terompet. Bahkan untuk hari ini terompetku belum ada yang terjual,” ujar Asmiyati kepada Betanews.id, Kamis (31/12/2020).

Dia mengatakan, di tahun sebelumnya ia selalu berjualan sebulan sebelum pergantian tahun. Namun pada tahun ini ia baru berjualan tiga hari sebelum pergantian tahun baru. Hal itu dilakukannya karena permintaan pasar yang sepi. Sebab biasanya, ia yang juga perajin terompet sudah dapat pesanan terompet dari para pedagang terompet. Tapi pada tahun ini, dia mengaku tidak dapat pesanan sama sekali.

Lebih lanjut kata dia, penjualan terompet yang turun drastis itu akibat dari adanya pandemi virus corona yang belum juga berakhir. Karena Covid – 19 tersebut, seluruh wilayah Indonesia termasuk Kudus dilarang ada perayaan menyambut tahun baru 2021. Dilarangnya perayaan tersebut, tuturnya, banyak orang yang enggan beli terompet.

“Sepinya pembeli terompet itu ya karena adanya virus corona. Sehingga tidak boleh ada perayaan pergantian tahun. Tempat wisata juga ditutup semua. Jadinya tidak ada yang beli terompet,” ungkap Asmiyati yang jadi penjual terompet musiman 10 tahun terakhir.

Hal senada juga diungkapkan penjual terompet lainnya yakni Edy Laksono (37). Dia menuturkan, karena pandemi corona, penjualan terompetnya tahun ini terjun bebas. Padahal dulu setiap ia jualan terompet jelang pergantian tahun pasti laris manis. Mulai jualan tanggal 1 sampai tanggal 30 Desember, ia bisa menjual ribuan bahkan sampai 10 ribu terompet.

“Namun karena ada pandemi, penjualan turun drastis. Pesanan juga sepi otomatis omzet pun turun drastis. Sepekan berjualan saya hanya bisa jual sekitar 100 terompet,” beber pria yang akrab disapa Edy.

Baca juga : Sejak Muncul Banyak Pabrik di Jepara, Mashadi Kesusahan Cari Tenaga Jahit

Dia mengatakan, menjual aneka model terompet. Di antaranya terompet biasa, terompet naga, terompet gitar, terompet kupu – kupu, terompet Upin – Ipin, terompet dot, terompet pelangi dan lainnya. Untuk harga terompet dibanderol bervariasi. Mulai harga Rp 5 ribu sampai Rp 25 ribu per pcs. Dia berharap keadaan kembali normal dan virus corona cepat berakhir.

“Harapannya corona cepat berakhir keadaan normal lagi. Agar jualannya lancar lagi. Serta berharap pemerintah itu perhatian sama rakyat kecil seperti kami,” ujar Edy yang mengaku kesehariannya berjualan aneka mainan dan burung berkicau.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler