BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu di Taman Gondangmanis, yang berada di tepi Jalan UMK, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tampak beberapa pria sedang syuting. Mereka berakting seolah manusia kera dan babi sedang menyelamatkan seorang biksu yang ditawan oleh siluman. Beberapa kali akting tersebut harus diulang, karena dianggap kurang lucu. Mereka adalah konten kreator pemilik akun chanel youtube Omah Restu yang sedang melakukan proses syuting.
Sutradara dari chanel Omah Restu yakni Ahmad Anis (28) menuturkan, Omah Restu adalah konten kreator dari Kudus yang memproduksi film bergenre komedi untuk chanel youtube. Saat ini chanel Omah Restu sedang proses pembuatan film parodi Kera Sakti bersama saudara seperguruan mengawal gurunya Biksu Tong ke barat untuk mengambil kitab suci.

Baca juga : Sukses Curi Perhatian Penonton, Fatayat NU Kudus Persiapkan Film Mbatil Bagian Kedua
“Ya ini kami membuat film parodi Kera Sakti yang mengawal Biksu Tong. Namun, karena ini parodi jadi banyak plesetannya. Satu di antaranya perjalanan ke barat kalau versi aslinya adalah mencari kitab suci, tapi kami parodikan perjalanan ke barat cari nomor,” ujar pria yang akrab disapa Anis kepada Betanews.id, Jumat (25/12/2020).
Pria yang tercatat sebagai warga Dukuh Pesantren, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus menuturkan, memilih membuat film parodi Kera Sakti untuk konten youtubenya, karena film parodi Kera Sakti saat ini lagi viral dan banyak ditonton warganet. Namun, dia mengaku parodi Kera Sakti garapan Omah Restu punya alur cerita yang berbeda dari yang lainnya.
Lebih lanjut kata dia, termasuk bila di film aslinya Biksu Tong dan para muridnya melakukan perjalanan ke barat cari kitab suci diplesetkan jadi perjalanan ke barat cari nomor. Selain itu, nama – nama dalam film parodi tersebut juga plesetan semua. Antara lain, Biksu Tom Sancong jadi Si Tong, Sun Gokong jadi Sun Ketek, Cut Patkai jadi Cut Patcoy, Wuching jadi Pesing.
“Namanya juga parodi jadi semua diplesetkan. Ya biar makin lucu dan menghibur serta mematik minat penonton,” ucapnya.
Dia mengatakan, rencana film komedi parodi kera sakti itu berdurasi sekitar 10 menit. Syuting yang dilakukannya itu merupakan untuk episode kedua. Menurutnya, sampai saat ini komedi parodi Kera Sakti sudah ternaskah sampai lima episode. Untuk kelanjutannya nanti dilihat dari minat penonton.
“Yang sudah jelas jadi naskahnya dan tinggal syuting itu sampai lima episode. Untuk kelanjutannya, nanti kita melihat jumlah penonton dan subscribe. Kalau penontonnya banyak dan subscribe meningkat pesat ya kita lanjut,” bebernya.
Dia menuturkan, chanel Omah Restu mulai upload video sejak Bulan Mei 2020. Sampai saat ini sudah ada sekitar 20 video yang kesemuanya film pendek bergenre komedi. Awal terbentuk chanel Omah Restu karena iseng saja. Menurutnya, semua kru dan pemain yang tergabung dalam chanel Omah Restu masih dalam lingkup satu kampung.
“Kita itu satu kampung. Kalau malam sering kumpul bareng. Lha dari pada kumpul – kumpul tidak menghasilkan apa – apa, terus kita sepakat bikin konten untuk chanel youtube,” terangnya.
Baca juga : Film Mbatil Karya Fatayat NU Kudus Raih Juara Satu
Dia mengatakan, talent di Omah Restu jumlahnya ada lima orang dan dua untuk video shooting ada dua. Dirinya pribadi selain sutradara juga pegang videografer. Dia berharap, ke depan chanel Omah Restu bisa makin dikenal masyarakat luas dan makin sukses.
“Harapan kami semoga saja chanel Omah Restu makin dikenal banyak orang. Serta konten – konten kami bisa menghibur banyak orang. Jangan lupa subscribe, like dan komen untuk chanel kami Omah Restu,” selorohnya khas youtuber.
Editor : Kholistiono

