31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Film Mbatil Karya Fatayat NU Kudus Raih Juara Satu

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa perempuan tampak melantunkan sebuah ayat Alquran di sebuah rumah yang berada di RT 06 RW 04, Dukuh Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Setelah bacaan Alquran kemudian diakhiri dengan doa. Selanjutnya dilanjutkan acara makan – makan dengan lauk utama sebuah ingkung ayam. Acara tersebut yakni dalam rangka tasyakuran atas menangnya Film MBatil.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kudus yakni Nik Hayati menuturkan, sore itu PC Fatayat NU Kudus beserta kru Film Mbatil mengadakan tasyakuran atas menangnya film tersebut. Menurutnya, Film Mbatil meraih juara satu dalam lomba yang diadakan Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah dengan tema 16 Hari Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan.

“Syukuran kecil – kecilan PC Fatayat NU Kudus dan beberapa kru Film Mbatil. Alhamdulillah Film Mbatil juara satu,” ujar perempuan yang akrab disapa Nik kepada Betanews.id, Rabu (23/12/2020).

-Advertisement-
PC Fatayat NU Kudus menggelar tasyakuran karena Film Mbatil yang meraih juara 1. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Film Mbatil Karya Fatayat NU Kudus, Kampanyekan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus itu mengatakan, lomba bikin film pendek yang diadakan PW Fatayat NU Jawa Tengah diikuti 71 peserta dari 35 kabupaten. Menurutnya, pemenang film tidak ditentukan oleh jumlah like, komen dan jumlah penonton di chanel Youtube. Namun memang dinilai oleh dewan juri.

Lebih lanjut kata dia, Film Mbatil bisa menang karena menurut dewan juri, film garapan PC Fatayat NU Kudus yang dianggap paling sesuai dengan tema. Tidak hanya nilai edukasi tentang anti kekerasan terhadap perempuan, Film Mbatil juga mampu memberi solusi dan sikap yang harus diambil para perempuan saat mengalami kekerasan. Entah itu di rumah atau di lokasi kerja.

“Yang jadi nilai plus dari Film Mbatil itu ada nilai keberanian. Saat seorang perempuan mengalami kekerasan, di Film Mbatil itu mengajarkan agar sang korban bicara kepada orang lain. Bahkan bila perlu melapor ke pihak yang berwajib,” terangnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai tiga anak itu menuturkan, selama ini, saat perempuan mengalami tindak kekerasan, kebanyakan mereka memilih untuk diam. Tidak berani melapor dan memilih menyimpan rapat – rapat masalah yang mereka alami. Sebab mindset di pikiran kebanyakan perempuan itu selain takut dan ada rasa malu bila tindak kekerasan yang dialaminya itu diketahui orang lain.

“Sebab mereka takut dikucilkan oleh masyarakat luas. Karena di pikiran para perempuan awam itu, saat mereka mengalami tindak kekerasan, maka masyarakat menganggap sebuah hal negatif. Bahkan tak jarang pihak keluarga juga menutup – nutupinya,” bebernya.

Dia berharap, dengan Film Mbatil, para perempuan bisa mengerti dan tambah pengetahuan. Bahwa di manapun saat perempuan mengalami tindak kekerasan, jangan pernah takut untuk bercerita kepada orang lain atau bahkan melapor kepada pihak yang berwajib.

Baca juga : Mengulik Proses Pembuatan Film Mbatil Bersama Sang Penulis Naskah

Meski juara satu, tuturnya, Film Mbatil juga bukan tanpa kekurangan. Banyak saran yang diterima tim dari para dewan juri dan para netizen. Termasuk ada suatu dialog yang harus diklarifikasi juga. Namun secara keseluruhan ia dan PC Fatayat NU maupun kru film bersyukur atas kemenangan Film Mbatil.

“Intinya kami bersyukur atas kemenangan Film Mbatil di keikutsertaannya dalam lomba, serta kesuksesan Film Mbatil di chanel Youtube,” ucapnya.

Sejak diuploud tiga pekan yang lalu, terpantau saat ini Film Mbatil karya PC Fatayat NU Kudus di chanel youtubenya sudah ditonton 16.658. Film pendek berdurasi lima menit tersebut dapat like dua ribu dan komentar sekitar 250.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER