31 C
Kudus
Sabtu, Januari 23, 2021
Beranda UMKM Bahan Premium yang...

Bahan Premium yang Penuh Seni Ukir dan Misteri, Sangkar Nogososro Karya Jesi Laku Rp 10 Juta

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa sangkar burung perkutut tampak terpajang di Mebel Soko Gang 6 Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Terlihat sangkar – sangkar tersebut ada berbagai model. Namun ada satu sangkar yang terlihat unik dan megah. Sangkar yang didominasi warna emas itu tampak banyak terdapat ukiran naga. Sangkar tersebut yakni sangkar burung perkutut Nogososro.

Mustakim, perajin sangkar burung perkutut menuturkan, sudah membuat aneka model sangkar burung perkutut sejak enam tahun yang lalu. Di antara aneka jenis sangkar perkutut yang dibikinnya, sangkar burung perkutut Nogososro yang harganya lumayan mahal, yakni mulai Rp 7 juta sampai Rp 10 juta untuk satu sangkar.

Jesi sedang membersihkan beberapa sangkar buatannya. Di antaranya adalah sangkar Nogosoro. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Model Sangkar yang Unik dan Penuh Misteri Bikinan Jesi Ramai Diburu Pecinta Burung Perkutut

“Sangkar burung perkutut Nogososro bikinanku itu pesanan orang. Wujud sangkar perkutut Nogososro memang mewah. Bahannya berkualitas, proses pembuatannya butuh waktu lumayan lama serta butuh kejelian, karena penuh dengan ukiran,” ujar pria yang akrab disapa Jesi kepada Betanews.id, Kamis (24/12/2020).

Dia menuturkan, sesuai namanya, sangkar perkutut Nogososro didominasi ukiran naga dan keris. Dari atas, yakni bagian pionnya itu berwujut naga melilit keris serta mulut sang naga juga menggigit sebilah keris kecil. Naganya tersebut ada mahkota yang bisa dicopot dan di dalam lubangnya ada emasnya. Di bawah pion ada mahkota sangkar. Bagian tersebut juga diukir keris dan naga, serta dihiasi dengan diamond esfor.

Lebih lanjut kata dia, kubah sangkar burung perkutut nogososro disangga enam saka. Sesuai namanya keenam saka tersebut diukir keris yang dililit naga. Menurutnya, jumlah enam saka itu fungsinya tidak hanya sekedar penyangga agar kuat, tapi ada nilai filosofinya yang terkait dengan agama Islam.

“Saya memang sengaja memberi enam saka. Sebenarnya diberi empat saka sudah kuat. Tapi karena ada unsur filosofinya, terus saya kasih enam. Jumlah enam saka itu berkaitan dengan rukun iman yang jumlahnya juga enam,” jelasnya.

Dia menuturkan, jeruji sangkar perkutut Nogososro juga lebih kuat dan dijamin tahan lama. Sebab, tidak menggunakan bahan bambu atau pun kayu. Namun menggunakan kuningan, dijamin burung perkutut di dalam sangkar Nogorojo pasti aman. Tikus dan kucing dipastikan tidak bakal mampu merusak jeruji tersebut.

“Setiap jeruji yang berbahan kuningan itu saya hias menggunakan kayu keramat Nagasari dari pegunungan Muria, tepatnya dari pertapaan Eyang Abiyoso. Kayu Nagasari itu lumayan sulit untuk mendapatkannya. Sebab, kayu itu berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter dari permukaan laut,” terangnya

Baca juga : Sangkar Motif Kejawen Paling Diburu Penghobi Perkutut

Dia mengatakan, tak ketinggalan pintu sangkar dan tempat plangkringan burung perkutut juga diukir keris dan naga. Bahkan, bagian bawah sangkar juga setiap kakinya diukir naga yang menggigit keris kecil. Termasuk di balik alasnya yang diukir dua naga melingkar dengan agak besar.

“Untuk proses pembuatan sangkar Nogososro butuh waktu sekitar sebulan. Menggunakan bahan kayu jati. Dengan bahan premium dan penuh seni dan misteri, akan lebih bagus jika digunakan untuk kurungan burung perkutut yang bagus,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler