31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaKISAHTak Ingin jadi...

Tak Ingin jadi Gunjingan Tetangga Setelah Lulus, Mahasiswa IAIN Kudus Rintis Usaha Kue Balok

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Raya Kudus – Jepara, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah gerobak. Di samping gerobak terlihat seorang pria sedang menuang adonan ke cetakan yang berada di atas kompor. Pria tersebut yakni Nahdlaul Abdul Yazid (24) mahasiswa yang nyambi rintis usaha jualan kue balok di tepi jalan.

Usai melayani pembeli, pria yang akrab disapa Yazid itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, saat ini, ia masih tercatat sebagai mahasiswa aktif jurusan Ekonomi Syariah semester sembilan di IAIN Kudus. Dia mengaku, sejak Bulan Mei 2020 ia mulai merintis usaha jualan kue balok di tepi jalan. Dengan tujuan agar setelah lulus nanti dia tidak menganggur.

Yazin, mahasiswa IAIN Kudus ini sedang berjualan kue balok. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Donat Madu Tanpa Gula dan Pengawet Ini Jadi Primadona untuk Berbagai Acara

- Ads Banner -

“Merintis usaha kue balok ya agar setelah lulus saya tidak menganggur. Sebab kalau kita lulus kuliah dan menganggur, nanti jadi gunjingan para tetangga. Para tetangga akan berkata, sekolah tinggi – tinggi kok ya akhirnya nganggur juga,” ujar Yazid kepada betanews.id, Kamis (5/11/2020).

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus itu menuturkan, memilih usaha jualan kue balok, karena saat cari ide usaha di Youtube, dia mendapati konten kalau kue balok lagi booming dan diminati di daerah Yogyakarta. Kemudian ia berfikir, kalau kue balok yang merupakan khas Garut bisa laku di Kota Gudeg, kemungkinan juga pasti laku di Kota Kretek.

“Berawal dari pemikiran itu, saya kemudian mengajak rekan saya yang bisa bikin adonan kue balok untuk usaha bareng. Alhamdulillahnya teman saya yang bernama Noviyanti setuju,” Ungkapnya.

Pria yang punya cita – cita jadi pengusaha itu menuturkan, kue balok merupakan kue berbentuk pukis dengan tengahnya lumer sesuai rasanya. Kue balok memang tersedia dengan berbagai varian rasa. Khusus yang ia jual, ada tiga varian rasa pilihan yakni kue balok rasa coklat, greentea, serta vanila. Untuk harga kata dia, dipatok sama yakni Rp 3 ribu per biji.

“Harga kami tentukan bijian, tapi penjualannya itu perkardus. Satu kardusnya ada yang berisi empat, enam dan delapan. Setiap satu kardus isinya boleh satu rasa atau dimix dengan rasa lainnya,” jelasnya.

Dia mengatakan, kue balok yang dijualnya lumayan banyak peminatnya. Khususnya di kalangan remaja, kue balok sudah sangat familiar. Menurutnya, 80 persen pembeli kue baloknya memang usia di bawah 30 tahun, kalau pun ada pembeli diatas usia tersebut biasanya karena penasaran.

Baca juga : Kue Terang Bulan, Jajanan Jadul Favorit Segala Usia

“Namanya orang jualan itu tidak tentu ya. Tapi pernah paling banyak itu saya bisa menjual 30 kardus sehari. Berarti sekitar 180 biji kue balok yang terjual. Pernah sepi banget ya pernah, hanya bisa menjual empat kardus saja sehari,” ungkapnya.

Dia berharap ke depan usahanya makin lancar dan maju. Kue baloknya makin laris, sehingga harapan untuk bisa buka cabang bisa secepatnya terwujud. “Harapan saya bisa buka cabang di setiap kecamatan di seluruh Kudus. Serta bisa kerja sama usaha franchise kue balok dengan orang lain,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler