BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan tas berbagai bahan dengan kombinasi kain troso tampak tergantung di lantai dua sebuah rumah masuk Desa Jurang RT 2 RW 2, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Di bawah tas yang unik itu, terlihat seorang perempuan berjilbab tampak sedang menggambar pola sebuah tas pada kain. Perempuan tersebut yakni Ena Rizkya Febriyani (21), mahasiswi sekaligus owner dari Enanobags.
Sembari beraktivitas, perempuan yang berstatus mahasiswi semester tujuh jurusan manajemen Universitas Muria Kudus (UMK) itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia merintis usaha itu mulai 2018. Namun karena kekurangan modal, ia sempat berhenti dan memulai lagi usahanya pada 2019.

“Bahkan agar bisa punya modal, saya rela kuliah bawa bekal dari rumah. Hal itu saya lakukan agar uang saku tetap utuh dan bisa saya tabung untuk jadi modal usaha,” ujar Ena kepada Betanews.id, Jumat (9/10/2020).
Baca juga: Modal Awal Cuma Rp 70 Ribu, Ari Kini Punya Usaha Konveksi yang Hasilnya Menjanjikan
Anak pertama dari tiga bersaudara itu mengaku tidak pernah malu meski kuliah membawa bekal dari rumah. Bahkan beberapa kali diledek teman-temannya, sudah kuliah kok masih bawa bekal, ia tak pernah menghiraukannya. Saat itu yang dipikirannya adalah, bagaimana mengumpulkan modal usaha tanpa merepotkan orang tua.
Lebih lanjut, kata Ena, sebenarnya ia bisa saja minta bantuan modal kepada orang tuanya. Namun, karena ingin mandiri dan tidak ingin merepotkan, hal itu pun tidak dilakukannya. Sebab ia ingin usaha tas Enanobags itu murni dari jerih payahnya.
“Sebenarnya orang tua juga sempat nawarin modal. Tapi saya bilang tidak usah, biar usaha tas Enanobags ini saya rintis pelan-pelan,” ungkapnya sambil tersenyum.
Dia mengatakan, memproduksi tas Enanobags dengan berbagai model. Di antaranya, handbag, sling bag, tote bag, dan pouch. Sedangkan bahan yang digunakan untuk produksi tas, antara lain, kain dril, kanvas, dinir, dan imitasi. Agar jadi tas yang menarik, unik, dan cantik, semua bahan itu kemudian dikombinasikan dengan kain tenun troso.
“Untuk harga sangat terjangkau. Mulai yang termurah itu Rp 5 ribu sampai Rp 75 ribu. Harga tergantung model, ukuran, dan bahan,” jelas Ena.
Baca juga: Dari Jualan Tas, Ulil Mampu Beli Dua Mobil, Sawah, dan Bangun Rumah
Lebih lanjut, tuturnya, selama ini tas Enanobags dipasarkan lewat media sosial Instagram yang beralamat di enanobags, serta dari mulut ke mulut teman kuliahnya. Saat ini, kata dia, pelangganya sudah lumayan banyak, meliputi seluruh Karesidenan Pati, Yogyakarta, Semarang, Tegal, Bojonegoro, Jakarta, Bekasi, serta Banten.
“Pemesan itu kebanyakan anak kuliahan, remaja putri, dan ibu muda yang modis. Kalau harapan saya ke depan bisa punya toko sendiri biar konsumen bisa pilih-pilih aneka model tas Enanobags yang terpajang. Serta semoga tas Enanobags makin diminati dan laris di pasaran,” tukas Ena.
Editor: Ahmad Muhlisin

