BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang terlihat sedang mengambar pola di lembaran kain, di sebuah rumah di Jalan Santren pedak, Desa Klumpit, Kecamatan Gebok, Kabupaten Kudus, siang itu. Setelah selesai menggambar, mereka kemudian menggunting kain tersebut sesuai pola. Di antara mereka, tampak seorang perempuan berhijab coklat muda sedang sibuk mempersiapkan barang pesanan yang siap kirim. Perempuan itu bernama Maulida Arifyani (30), pemilik Ribbie Handmade.
Ditemui di sela-sela aktivitasnya, perempuan yang akrab disapa Ari itu menceritakan awal mula pendirian usaha tersebut. Saat memulai usaha, Ari mengawalinya dengan menjual bros kerudung saat masih kuliah. Modal awalnya juga cuma Rp 70 ribu. Setelah lulus dan menikah, Ari dan suami memilih untuk menekuni bisnis konveksi.

Bisnis itu, lanjut Ari, diawali dengan menjual mukena dan bantal souvenir yang dibuat sendiri dan satu karyawannya. Setelah berkembang, akhirnya Ari menambah inovasi-inovasi produk lainnya.
Baca juga: Berkualitas dan Harga Mede, Produk Custom Fashion Wizzi Clothing Tembus Pasar Mancanegara
“Jadi setelah menikah, saya dan suami sepakat untuk fokus bisnis konveksi. Bisnis pertama yang kita jalani itu membuat bantal souvenir. Lalu akhirnya kita mulai menambah inovasi-inovasi produk seperti gamis, daster, bantal, sarung bantal, masker kain, dan masih banyak lagi,” bebernya, Senin (14/9/2020).
Karena memproduksi sendiri, Ari bisa menjual produknya dengan harga murah dengan kualitas yang tetap bagus. Contohnya seperti mukena, ia bisa menjual dengan harga mulai Rp 75 ribu. Lalu bantal souvenir dan bantal duduk harga mulai Rp 30 ribu sesuai bentuk dan ukurannya. Sedangkan untuk masker kain Ari menjual dengan harga mulai Rp 3 ribu.
Baca juga: Tere Batik, Usung Motif Ikon Kudus dan Kearifan Lokal dengan Warna Ceria
Untuk penjualannya, perempuan lulusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang ini melayani dari pembelian satuan, grosir, hingga dropship. Untuk penjualannya, Ari menjual melalui WhatsApp, Instagram dengan alamat @ribbie_handmade, dan Facebook.
“Saya juga membuka reseller untuk orang-orang yang ingin berjualan dengan mendapatkan harga yang lebih murah,” pungkasnya.
Penulis: Abdul Khalim Mahfur dan Kartika Dwi Wulandari (Mahasiswa PPL IAIN Salatiga)
Editor: Ahmad Muhlisin

