BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Lingkar Utara Kudus, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus terlihat beberapa orang sedang memilih mangga di sebuah lapak. Di sisi lain, seorang wanita berjilbab putih tampak telaten melayani pelanggan yang memilih mangga. Wanita tersebut bernama Sulasih (50), pemilik Lapak Buah Mangga.
Setelah menimbang mangga dan menaruhnya ke plastik untuk diberikan ke pembeli, Sulasih sudi berbagi cerita kepada betanewa.id tentang usaha yang sudah berjalan selama tiga pekan itu. Dia mengungkapkan, jualan mangga di tepi jalan raya lantaran produksi pembuatan tasnya sepi terdampak Covid-19.

Dari sepinya usaha itu, ia memutar otak dan akhirnya terpikir untuk menjual mangga yang sudah tak asing di keluarganya. Profesi sang suami dan kakaknya yang jadi penebas mangga, membuatnya tergerak untuk menjualnya sendiri. Sebelumnya, mangga itu dijual suaminya ke luar kota besar.
Baca juga: Kembang Buah, Toko Buah dengan Harga Paling Murah di Kudus
“Di sini jualan berbagai jenis mangga. Di antaranya meliputi, mangga jaran, mangga gadung, mangga manalagi, dan mangga apel. Mangga tersebut diambil langsung dari petani Jawa Timur. Selain itu, di sini juga menjual buah melon,” beber warga Desa Peganjaran RT 2 RW 4, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu.
Harga mangga di lapaknya itu bervariasi tergantung dari jenis dan kecil-besarnya mangga tersebut. mangga gadung matang di pohon harganya Rp 15 ribu, mangga gadung kecil mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, mangga jaran kisaran Rp 7 ribu hingga Rp 12 ribu, mangga manalagi Rp 10 ribu, dan mangga apel Rp 5 ribu.
“Semua harga tersebut dijual per kilogram. Tapi untuk melon dijual per biji dengan harga Rp 15 ribu,” bebernya di lapak yang buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB itu.
Sulasih menambahkan, dalam sehari dirinya bisa menjual 10 kilogram saat sepi dan mencapai 50 kilogram saat ramai. Sebagian besar pembeli adalah warga sekitar lapak dan kadang juga orang yang lewat di daerah tersebut.
Baca juga: Jeruk Bali Paling Laris di Toko Buah Sae Cabang Ketiga
“Semoga lapak mangga ini lebih laris lagi agar bisa menambah rezeki yang banyak. Supaya bisa menghidupi keluarga di rumah,” tukasnya.
Salah satu pembeli yang melintas di Jalan Lingkar Utara Kudus, Nana mengungkapkan, saat ingin pulang melintasi jalan di daerah tersebut, tidak sengaja melihat orang jualan mangga. Setelah itu, lanjut Nana, ia berhenti dan membeli mangga untuk oleh-oleh keluarga di rumah.
“Ternyata harga yang dijual di sini sangat terjangkau dan murah,” tutup warga Kabupaten Jepara itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

