BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus biru tampak sedang ngobrol bersama orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) jalanan, di tepi Jalan DR Susanto, Kampung Kaborongan, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Dengan sabar, ia mengajak ngobrol, pria ODGJ tersebut juga diberi minum, dipotong rambutnya dan kemudian dimandikan. Itulah sekilas kegiatan Sukaryo Adi Putra (43) pemilik Channel Youtube Sinau Hurip.
Selesai mengurus ODGJ jalanan bernama Wayan itu, pria yang akrab disapa Adi itu sudi berbagi kisah tentang kegiatannya. Dia mengatakan, kegiatan menyambangi para ODGJ jalanan sebenarnya sudah dilakukannya bersama sang istri sejak 2007. Namun, kegiatannya dulu itu memang tidak diabadikannya melalui video dan tidak diuploadnya ke media sosial. Sebab, dulu ia hanya ingin memanusiakan mereka para ODGJ jalanan.

Baca juga : Melihat dari Dekat Pemilik Channel Sinau Hurip Bersama ODGJ Jalanan
“Dulu itu memang niat kami ya ingin memanusiakan mereka para ODGJ jalanan. Mengajak mereka ngobrol dan memberinya makan. Merasa iba saja, dengan gangguan jiwa, mereka terpisah sama keluarga dan dijauhi pula oleh masyarakat,” ujar Adi kepada betanews.id, Minggu (18/10/2020).
Pria yang tercatat sebagai warga Pati dan tinggal di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu mengatakan, dulu kegiatannya itu dilakukannya beberapa hari sekali bahkan bisa sebulan sekali. Hal itu dikarenakan kesibukan pekerjaannya sebagai pengajar motivasi. Setelah pandemi mewabah, sekolahan banyak diliburkan. Ia pun tidak ada kegiatan.
“Karena tidak ada kegiatan itulah, saya memutuskan turun ke jalan mencari para ODGJ jalanan, tepatnya sekitar Bulan Maret. Namun, kali ini kegiatanku bersama ODGJ jalanan saya rekam dan saya upload ke media sosial termasuk Youtube,” bebernya.
Pria yang sudah dikaruniai tiga anak itu menuturkan, untuk hunting mencari para ODGJ jalanan ia berkeliling se eks Karesidenan Pati. Hingga saat ini ia sudah bertemu, ngobrol, memotong rambut dan memandikan ODGJ jalanan lebih dari 40 orang. Dengan Channel Youtube Sinau Hurip, ia mengaku 27 ODGJ jalanan sudah dikenali keluarganya.
“Dari 27 ODGJ jalanan, 21 diantaranya sudah bisa balik dan berkumpul bersama keluarganya. Sedangkan yang enam orang itu sudah dikenali, tapi dengan berbagai pertimbangan belum bisa diterima keluarga mereka,” bebernya.
Dia mengatakan, selama ini untuk biaya pemulangan para ODGJ jalanan ke keluarganya berasal darinya dengan dibantu beberapa pihak. Pihak keluarga ODGJ tidak perlu mengeluarkan biaya. Yang penting pihak keluarga menghendaki ODGJ jalanan dipulangkan, maka dengan senang hati ia mengantarkannya pulang.
“Saya pernah mengantarkan pulang ODGJ jalanan ke beberapa daerah asalnya. Di antaranya, Kudus, Ponorogo, Ngawi, Cirebon, Tangerang dan kota lainnya,” rincinya.
Baca juga : Kisah Agus Salim, Abdikan Hidup Merehabilitasi ODGJ di Yayasan Jalma Sehat
Dia menuturkan, selama ini setelah dimandikan para ODGJ jalanan itu dibiarkan lagi hidup di jalanan, sambil disambangi sepekan sekali. Setelah nanti ada keluarganya yang mengenali dan berkenan untuk dipulangkan, kemudian dipulangkan.
“Harapan kami ke depan bisa membangun panti rehabilitasi untuk para ODGJ jalanan. Jadi sebelum para ODGJ jalanan itu ada yang dikenali keluarganya bisa saya rawat di panti kami dan tidak hidup di jalanan,” harap Adi.
Editor : Kholistiono

