BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang pembeli tampak sedang menyantap makanan di Warung Lentog Tanjung Pak Warsito, Sabtu (10/10/20). Sebagian lain, terlihat masih menunggu makanan khas Kudus itu yang diracik oleh seorang wanita. Di Pusat Kuliner Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu, memang jadi kompleks kuliner lentog tanjung sejak puluhan tahun lalu. Salah satunya adalah Sediyati (47), yang sudah jadi generasi ketiga usaha kuliner tersebut.
Sembari melayani pembeli, wanita yang akrab disapa Yati itu bersedia berbagi cerita kepada betanews.id soal usahanya. Ia mengatakan, warung yang bernama Pak Warsito itu adalah tempat makan peninggalan bapaknya.

“Setelah bapak saya meninggal dunia, saya menggantikan dan meneruskan usaha lentog tanjung sejak 1991. Dan saya memiliki saudara delapan orang, lima di antaranya juga jualan lentog tanjung ini. Semua penjual lentog di sini juga merupakan generasi ketiga termasuk saya,” beber Yati.
Baca juga: Nasi Opor Sunggingan, Hidangan Lezat Kegemaran Sunan Kudus
Yati mengungkapkan, ia mulai meneruskan usaha bapaknya sejak umur 18 tahun. Sampai sekarang, usaha kuliner itu sudah punya banyak pelanggan yang datang dan setia membeli lentog buatannya.
“Pelanggan ada dari berbagai daerah, seperti Kudus, Pati, Jepara, Demak, dan Semarang. Tak hanya itu, kalau hari libur atau hari besar, pembeli yang datang ke warung kebanyakan dari luar Jawa dan Jakarta,” bebernya.
Warung yang buka setiap hari mulai pukul 06.30 WIB hingga 13.00 WIB itu menjual lentog tanjung dengan harga Rp 5 ribu per porsi. Pada hari biasa, warungnya bisa menjual lentog mencapai 100 porsi, sedangkan saat Sabtu dan Minggu hingga 400 porsi.
“Namun, selama ada Covid-19 yang meresahkan masyarakat dan pedagang itu, warungku ini sangat sepi pelanggan yang membeli lentog di sini,” pungkas Yati.
Baca juga: Es Dawet Kliwon Moro Seneng yang Melegenda di Kudus, Sehari Bisa Jual 1.500 Gelas
Salah satu pembeli, Fadli (47) mengatakan, sudah lama berlangganan di Warung Lentog Tanjung Pak Warsito. Menurutnya, sudah pernah mencoba di berbagai tempat, tapi lidahnya paling cocok di Warung Lentog Tanjung Pak Warsito.
“Saya sudah mencoba dan mencicipi lentog tanjung selain tempat ini, dan saya menemukan yang pas dengan lidah saya, ya di sini,” tutup warga Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

