31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Tak Pernah Promosi tapi Selalu Ramai, Rahasia Pondok Kopi Ada di Tempatnya

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara musik dangdut terdengar mengalun pelan di sekitar Pondok Kopi, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Saung sederhana yang dibangun oleh sepasang suami istri, Suharno (39) dan Marfuatun (36) tersebut tampak ramai dikunjungi para pelanggan. Hal itu terlihat dari parkiran motor yang terisi penuh, serta gazebo bambu yang diisi oleh pengunjung.

Meskipun baru dua tahun berdiri, Suharno mengaku jika tempat usahanya itu selalu ramai pengunjung. Dia menyebut, rata-rata konsumen setiap harinya ada 70 orang. Bahkan bisa mencapai seratusan pengunjung di hari tertentu.

Beberapa pengunjung sedang menikmati berbagai menu yang disediakan Pondok Kopi. Foto: Titis Widjayanti..

“Kalau promo nggak pernah, ya. Justru biasanya para pengunjung yang foto terus diupload. Dan memang ramai terus sejak pertama buka,” ungkap Suharno, Sabtu (12/9/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Gravitasi Teras Muria, Angkat Potensi Muria sebagai Menu Khas

Suharno lantas mengajak untuk berkeliling di kedai yang berbatasan langsung dengan kebun kopi itu. Di bagian dalam, beberapa gazebo dibangun di beberapa tempat, termasuk tempat ngopi lesehan yang juga banyak dipilih pengunjung. Karena letaknya yang berada di perkebunan, suasana di Pondok Kopi itu juga sejuk dan nyaman.

“Secara konsep, sengaja membuat gazebo dari bambu dan atap jerami, supaya terasa tradisionalnya,” beber Suharno.

Beberapa menu yang disajikan antar lain, kopi saset dan kopi buatan sendiri, kemudian ada jus buah, dan aneka gorengan, termasuk yang paling populer adalah Getuk Goreng. Selain itu juga menu makan, seperti geprek, pecel pakis, mi instan, nasi, dan kerang.

“Berbagai menu yang ada di Pondok Kopi dijual mulai Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu,” bebernya.

Baca juga: Kopinya Enak Harganya Merakyat, Kopi Cilik Tempatnya

Keunggulan lain Pondok Kopi tersebut adalah tempatnya yang berada di pinggir jalan. Sehingga sangat mudah dijumpai para wisatawan yang lalu lalang pergi ke Makam Sunan Muria dan wisata lainnya di daerah Dawe. Oleh karena itu, ia selalu buka setiap hari kecuali Rabu dari pukul 09.30 WIB sampai 20.30 WIB.

“Memang sering jadi tempat mampir wisatawan atau peziarah yang ke Muria,” pungkas Suharno.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER