Setelah Ada Sanksi, Kesadaran Warga pada Protokol Kesehatan Meningkat

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengeklaim kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan meningkat. Hal tersebut seiring dengan berlakunya Peraturan Bupati (Perbup) nomor 41 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19.

Hartopo menilai, Perbup yang disahkan pada 24 Agustus 2020 dirasa efektif. Selain terdapat sanksi berupa teguran dan sanksi sosial, menurutnya juga terdapat sanksi berupa denda uang. Mulai dari denda perseorangan sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 5 juta untuk pelaku usaha.

“Dari sembilan kecamatan (di Kudus), naik semua protokol kesehatannya,” tuturnya saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (4/9/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Dua Hari Penerapan Sanksi, Ratusan Warga Kudus Kena Razia Masker

Menurutnya, meningkatnya kedisiplinan protokol kesehatan di sembilan kecamatan hingga menyentuh angka 60 sampai 70 persen. Ini buah hasil dari kerja sama baik seluruh unsur masyarakat di Kabupaten Kudus, baik Forkopimda, Forkopimcam, para tokoh masyarakat, dan masyarakat sendiri.

“Ini sangat luar biasa, dulu 30 sampai 40 persen. Sekarang jadi 60 sampai 70 persen,” jelasnya.

Satu di antara alat ukur meningkatnya kedisiplinan protokol kesehatan yakni dengan banyaknya masyarakat yang mengenakan masker saat keluar dari rumah.

“Nanti malam (tadi malam) saya bersama Forkopimda akan patroli lagi. Kita akan cek,” tuturnya.

Hartopo menjelaskan, Kudus saat ini masih berada di zona oranye penyebaran Covid-19. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena Kudus menjadi rujukan rumah sakit di eks Karesidenan Pati. Kudus saat ini memiliki tujuh rumah sakit rujukan Covid-19.

“Kudus itu menjadi rumah sakit rujukan. Dan kita juga punya target RT-PCR (Real Time Polymerase Chain Reaction),” tuturnya.

Baca juga: Hartopo Soal Sanksi Protokol Kesehatan: ‘Tidak Mau Didenda Akan Dijemput Polisi’

Dengan target swab RT-PCR sehari mencapai 90 sampel, kasus baru di Kudus diakui Hartopo memang meningkat. Dalam sehari, kasus baru dan kasus sembuh masih banyak kasus baru.

“Jadi kalau dipersentasekan kasus sembuh sekitar 30-40 persen,” jelasnya.

Namun, dengan kondisi tersebut, Hartopo optimistis kasus Covid-19 di Kudus akan turun. Dirinya meminta agar masyarakat mengikuti arahan pemerintah terutama terkait protokol kesehatan.

“Tetap kita punya target. Dua minggu lagi harus turun,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER