Sekolah di Bawah Naungan Kemenag Belum Ada Bantuan Kuota Internet

BETANEWS.ID, KUDUS – Madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) hingga saat ini masih belum memberikan subsidi kuota internet gratis bagi siswanya.

Berbeda dengan sekolah yang dinaungi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), siswa akan mendapatkan kuota internet gratis sebesar 35 Gb dan guru sebesar 42 Gb. Bantuan tersebut dibagikan selama masa pembelajaran jarak jauh, yang berlangsung mulai bulan September hingga Desember 2020.

Baca juga : Video Pembalajaran Guru PAI, Inovasi Kemenag Kudus di Masa Pandemi

-Advertisement-

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Kudus M Khafidz menuturkan, hingga saat ini memang belum ada bantuan subsidi kuota internet gratis bagi siswa dari Kemenag. Namun, setiap madrasah bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mengalokasikan bantuan internet gratis.

“Memang kalau bantuan kayak Kemendikbud belum ada dari Kemenag. Tapi sekolah bisa menganggarkan dari dana BOS,” tuturnya saat ditemui di Kemenag Kabupaten Kudus, Jumat (4/9/2020).

Selain untuk keperluan memberikan subsidi internet gratis, lanjut Khafidz, dana BOS juga bisa dipergunakan untuk membantu siswa membelikan handphone android guna belajar daring. Namun, untuk bantuan handphone hanya diperuntukkan bagi siswa yang benar-benar tidak mampu.

“Untuk persentasenya (dana BOS) berapa, belum ada aturan. Namun setiap madrasah bisa menggunakannya,” terangnya.

Khafidz memberitahukan, di Kudus terdapat 365 lembaga sekolah yang dinaungi Kemenag. Yakni Raudatul Atfal (RA) sebesar 118 buah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 145 buah, Madrasah Tsanawiyah (Mts) sejumlah 67 buah dan Madrasah Aliyah (MA) 35 buah. “Itu sudah semua. Baik negeri maupun swasta,” tuturnya.

Baca juga : Usulan Anggaran untuk Alkes di Pesantren Naik jadi Rp 9 Miliar

Menurutnya, jika nantinya memang dari Kemenag memberikan bantuan kuota internet gratis bagi siswa, pihaknya akan segera memberikan informasi serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Memang dalam pembelajaran daring banyak siswa yang terkendala masalah kuota. Kalau nanti ada pasti kami akan kasih informasi,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER