Bermodalkan Rp 25 Ribu, Puding Kini Jadi Penopang Ekonomi Martha

BETANEWS.ID, KUDUS – Martha (36) tampak begitu telaten membuat puding di dapur rumahnya. Puding berwarna kuning itu dia hias dengan anggur, dan tulisan sesuai pesanan konsumennya. Setelah selesai, kuliner bertekstur kenyal itu kemudian dibungkus dan siap diantarkan kepada pembeli.

Pembuatan puding rumahan itu sudah jadi kegiatan harian Martha sejak 2015 lalu. Awalnya, dirinya lebih dulu membuat nasi bento dan nasi tumpeng. Namun, karena ada berbagai kendala, dia akhirnya berlaih membuat puding yang lebih mudah pembuatannya.

Puding Mama Akma pesanan pelanggan yang sudah siap diantar. Foto: Nur Ana Winta.

“Dulu modal awalnya Cuma Rp 25 ribu. Itu untuk membeli beberapa bahan seperti agar-agar dan susu. Dari situlah usaha ini berkembang hingga sampai sekarang ini,” katanya, Kamis (20/08/20).

-Advertisement-

Baca juga: Martabak Telur Puyuh, Si Mini yang Bikin Nagih

Martha mengakui belajar membuat puding secara otodidak, yaitu lewat internet. Dari beberapa percobaan itu, dia kemudian mengembangkan dengan kreasinya sendiri. Berbagai macam jenis puding yang dijualnya antara lain, puding susu, puding kelapa muda, puding oreo, puding buah, puding batter, puding karakter, dan puding rujak.

“Harganya pun terjangkau mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 90 ribu, menyesuaikan dengan permintaan konsumen rumit atu tidaknya puding yang dipesan,” beber Martha.

Baca juga: Segar di Mulut Aman di Perut, Es Mie Telur Jelly di Kedai Azzam Diburu Pembeli

Selain berbentuk besar seperti kue tart, Marta juga menjual puding dalam kemasan lebih kecil dalam wadah cup. Menurutnya, puding yang dia buat bisa bertahan sehari dalam suhu lemari es, dan setengah hari jika di ruang terbuka.

“Untuk pemasaran Puding Mama Akma kebanyakan melalui medsos seperti Instagram dengan alamat Mamaakma.kudus dan Facebook dengan alamat Mama Akma Kudus. Sebelum pandemi, biasanya ada minimal 10 pesanan per hari. Namun setelah pandemi paling dua, tiga pesanan,” tukas Martha.

Penulis: Shinta Nourmawati dan Nur Ana Winta (Mahasiswa PPL IAIN Salatiga)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER