31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Karya Seni Ukir Bagi Turmudzi Terkandung Filosofi dan Tersirat Doa

BETANEWS.ID, KUDUS – Di teras sebuah rumah di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kudus tampak sebuah akar kayu jati. Di samping akar itu terlihat seorang pria berambut gondrong. Dia terlihat dengan terampil memahat bagian – bagian akar itu jadi membentuk ayam dan burung. Pria berambut gondrong tersebut yakni Muhammad Turmudzi (45) seorang pekerja seni ukir relief.

Sore itu, setelah ia istirahat dari aktivitas mengukir, Muhammad Turmudzi pun sudi berbagi penjelasan tentang dunia seni ukir. Dia mengaku, mulai menekuni seni ukir itu sejak 1994. Puluhan tahun terjun di seni ukir dia pun sudah banyak tahu tentang dunia ukir. Menurutnya hasil karya seni ukir itu mengandung filosofi atau terkandung doa.

Baca juga : Kisah Heru, ‘Curi Ilmu’ dari Pamannya Hingga Mahir Ukir Wajah 3D

-Advertisement-

“Doa bagi pemiliknya yang tersirat melalui seni ukir yang dibeli atau dipesan. Oleh sebab itu, sebaiknya beli atau pesan ukiran yang selaras dengan jiwa atau dengan usaha yang dimiliki,” ujar pria yang akrab disapa Turmudzi kepada betanews.id, Kamis (6/8/2020).

Pria yang sudah dikaruniai satu anak itu mencontohkan, saat ini ia membuat ukiran relief ada burung dan ayam physan.

Menurutnya, meja dari akar itu pesanan dari orang yang punya usaha ternak burung dan ayam. Dia berharap melalui ukiran, Sang Kuasa memberi kelancaran usaha ternak unggasnya tersebut.

Begitu juga saat orang punya usaha ternak sapi. Dia menganjurkan, kalau pemilik ternak pesan ukiran sebaiknya yang berbentuk sapi berbadan gemuk. Harapannya, agar sapi yang diternak itu sehat serta bisa gemuk.

Baca juga : Berbakat Lukis Sejak Belia, Sutup Sukses Usaha Batu Paras Ukir

Dia menuturkan, menerima aneka orderan ukiran. Dari ukiran ulir atau biasa hingga ukir relief. Menurutnya, untuk ukir relief meja akar jati itu ditarif sekitar Rp 2,5 juta. Harga tersebut ongkos tenaga saja. Selain itu, ia juga sering dapat orderan bikin tongkat yang dibanderol Rp 150 ribu.

Orderan bikin warangka tombak dihargai Rp 150 ribu. Membuat warangka keris dibebankan biaya Rp 200 ribu. Serta bikin gayaman dan ladrang ongkosnya Rp 250 ribu. “Dijamin hasil karya ukir saya dan lainnya tidak mengecewakan,” bebernya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER