BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi utara jalan Gang 9 Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kudus tampak rumah bercat kuning. Di pelataran rumah tersebut tampak pria mengenakan topi sedang fokus dengan pekerjaannya. Terlihat pria tersebut dengan telaten memahat pola yang tergambar pada papan kayu. Pria tersebut yakni Heru Suprayitno (39) perajin seni ukir wajah tiga dimensi.
Heru Suprayitno menuturkan, menekuni seni ukir wajah tiga dimensi sejak tahun 2007. Tapi sebelumnya, dia mengaku terlebih dahulu malang melintang di seni ukir gebyok. Dia pun tak sungkan mengaku mempunyai keahlian mengukir setelah ‘mencuri’ ilmu dari pamannya.
“Dulu setiap saya pulang sekolah di Madrasah Ibtidaiyah kelas lima, suka melihat pamanku mengukir. Dan saat pamanku tidur alat ukirnya saya curi dan saya pakai mengukir. Hal itu berlangsung selama sebulan. Dari situlah awal aku bisa mengukir,” ungkap pria yang akrab disapa Heru kepada betanews.id.
Setelah sebulan lanjutnya, pamannya pun mengetahui bahwa dirinya bisa mengukir meski hasilnya belum sempurna. Hingga pamannya pun mengajarinya agar ukir hasil karyanya lebih bagus. Dan tidak sampai setahun hasil ukiran Heru sudah sempurna.
Baca juga : Ukiran Wajah Tiga Dimensi Warga Medini Kudus Tembus Pasar Mancanegara
Setelah lulus Madrasah Ibtidaiyah, Heru mengaku masuk Madrasah Tsanawiyah, sambil sesekali mengasah kemampuan ukirnya. Hingga pada tahun 1998 setelah lulus sekolah, dia langsung kerja di tempat pembuatan gebyok di Kudus. Dia mengaku kerja hanya dua tahun, karena pada tahun 2000 mendirikan usaha pembuatan gebyok sendiri.
“Tapi sayang usaha saya tidak berjalan lancar. Saya kena tipu, dua gebyok dan satu gapura penuh ukiran dibawa kabur orang dan tak dibayar sepeserpun. Saat itu saya rugi sekitar Rp 30 juta, dan modal saya habis,” kenangnya.
Karena modal habis, Heru pun memutuskan bekerja lagi. Namun di sela bekerja, dirinya menerima orderan ukir relief pemandangan atau pun membuat wayang dari kayu. Hingga pada tahun 2007 dia mengaku dapat order ukir wajah tiga dimensi.
“Setelah orderan selesai saya buat. Hasilnya pun saya upload di instagram. Hingga kemudian diliput oleh media nasional dan lokal. Alhamdulillah setelah itu orderan ukir wajah tiga dimensi berdatangan,” ungkapnya.
Menurutnya, karena minim pesaing saat ini, membuat ukir wajah tiga dimensi dijadikannya pekerjaan utama. . Bahkan saat ini dirinyalah satu – satunya perajin seni lukis wajah tiga dimensi di Kudus. Dalam sebulan Heru bisa mendapatkan sekitar enam orderan. Sedangkan harga dipatok bervariasi.
“Untuk harga, saya patok bervariasi, dari Rp 800 ribu hingga Rp 7 juta. Harga tergantung ukuran serta berapa tokoh yang diukir dalam satu bingkai. Selain ukir wajah tiga dimensi saya juga masih menerima order pembuatan gebyok dan wayang,” ujar Heru.
Editor : Kholistiono

