Asyiknya Bersepeda Bareng Cewek-Cewek di Ceciwi Gowes

BETANEWS.ID, KUDUS – Matahari mulai condong ke Barat ketika rombongan pesepeda yang keseluruhannya beranggotakan perempuan sampai di sekitar Taman Oasis Djarum. Mereka adalah anggota dari Komunitas Ceciwi Gowes. Sebuah komunitas sepeda yang lahir 2019 lalu.

Koordinator Ceciwi Gowes, Diana Dewi (38) mengatakan, Ceciwi dibentuk dalam rangka memfasilitasi para pecinta sepeda yang ingin menjalankan hobinya dengan teman-teman sesama perempuan. Oleh karena itu, anggotanya pun dikhususkan untuk para perempuan.

Komunitas Ceciwi Gowes saat berkegiatan di Taman Oasis Djarum, Kamis (23/7/2020). Foto: Titis Widjayanti.

“Ceciwi sendiri kepanjangan dari Cewek-Cewek Ceriwis. Kalau anggotanya kita nggak mematok umur. Semua boleh gabung, asalkan cewek. Dibentuk karena saya sendiri waktu itu belum menemukan adanya komunitas sepeda di Kudus yang anggotanya khusus cewek-cewek,” ungkap Dede, panggilan akrabnya, Kamis (23/7/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Selama Pandemi, Komunitas Seliku Kebanjiran Anggota Baru

Dede mengatakan, komunitas itu mengandalkan semangat para perempuan muda saat berkegiatan. Semangat menggelora tersebut, kemudian yang Ceciwi pakai meskipun para anggota terpaut usia berbeda-beda.

“Ciri khas Ceciwi sendiri selain anggotanya yang semuanya cewek, juga seragam yang kami pakai. Jadi kami sengaja merancang seragam dengan motif pakaian adat khas Kudus. Karena kami dari Kudus,” papar dia.

Untuk kopdarnya, komunitas yang beranggotakan sekitar 30 orang itu sering berkegiatan bersama pada Kamis. Rute yang ditempuh Ceciwi selalu dibahas saat pertama kali berkumpul dan siap gowes. Sejauh ini, mereka sudah beberapa kali mencoba trek berbeda di sekitar Kudus.

“Kalau berkumpul biasanya di Kedai Dede. Di sana kami nanti membahas mau ke mana, rutenya lewat mana. Karena memang pengennya gowes santai, tidak ada target harus mencapai berapa kilo(meter),” ungkap dia.

Baca juga: Komunitas Bus Mania: ‘Bus Sekarang Bagus-Bagus, Tapi Toiletnya Masih Ada yang Kotor’

Selain itu, pemilik resto makan Kedai Dede itu menegaskan, Ceciwi tidak memberikan batasan model sepeda yang dipakai oleh para anggota. Oleh karena itu, mereka sering membagi tugas dalam menggowes. Dijelaskan Dede, pembagian posisi itu untuk menyiasati fungsi dari masing-masing sepeda yang digunakan oleh anggota.

“Kalau sepeda kita membebaskan anggota mau pakai sepeda apapun. Yang penting sepeda. Waktu gowes, baru kita bagi. Yang sepedanya tidak bisa kencang, berarti dia di tengah atau depan. Yang bisa kencang, dia di belakang karena mengantisipasi anggota yang mungkin ketinggalan,” tutup dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER