BETANEWS.ID, KUDUS – Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus menargetkan jadi pemenang di pemilu 2024. Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PKB Kudus Mukhasiron saat kegiatan Harlah PKB ke-22 di Kantor DPC PKB Kudus, Kamis (23/7/2020) malam.
Mukhasiron menuturkan, saat ini partainya menjadi pemenang kedua pemilu 2019 dengan perolehan tujuh kursi. Menurutnya, pada pemilu 2024 pihaknya memprediksi akan lebih mudah menjadi partai pemenang pemilu.

“Untuk target jumlah kursinya kami belum tentukan. Yang penting kami harus menjadi partai pemenang,” tegasnya.
Untuk mencapai target itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi. Di antaranya yakni DPC PKB Kudus mempersilahkan setiap orang dari berbagai agama, ras, dan suku untuk bergabung dengan PKB. Menurutnya, PKB diibaratkan sebagai kendaraan bus. Setiap orang diperbolehkan masuk dan diajak untuk berjalan bersama-sama.
“Nanti kalau sudah di dalam kita ngobrol. Yang penting satu tujuan untuk memajukan PKB,” jelasnya.
Baca juga: Mawar Hartopo Bergabung, PKB Target Raih Tiga Kursi di Dapil 4
Mukhasiron menuturkan, saat ini sudah ada beberapa anggota partai lain seperti Golkar dan Gerinda tertarik maju menjadi calon legislatif lewat PKB. Mengingat, Kudus terkenal jadi Kota Santri.
“Jadi sampai saat ini sudah ada lima sampai tujuh orang,” jelasnya.
Di sisi lain, gabungnya Mawar Hartopo di jajaran pengurus DPC juga memberikan angin segar bagi partai tersebut. Mawar Hartopo yang juga istri Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Bahkan ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPC PKB Kudus.
Menurut Mukhasiron, nantinya Mawar Hartopo akan menjadi caleg di daerah pemilihan (Dapil) 4. Yakni Kecamatan Mejobo, Bae, dan Undaan.
“Mosok (masa), istri Bupati tidak menang,” tuturnya yang disambut riuh tepuk tangan.
Baca juga: Istri Plt Bupati Jadi Wakil DPC PKB Kudus, Hartopo: ‘Itu Keputusan Dia Sendiri’
Selain itu, juga ada nama lain seperti Eka Kharisma Akbar. Eka adalah putra dari pasangan tokoh PDI Perjuangan Kabupaten Kudus Heris Paryono dan Noor Hani’ah. Mukhasiron menjelaskan, Heris Paryono pernah menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan dan Ketua DPRD Kudus. Sedangkan istrinya Noor Hani’ah, pernah menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan dan Wakil Bupati Kudus.
“Mereka itu dedengkot PDI. Anaknya akan maju lewat PKB. Nanti dapil Kota-Jati,” terangnya.
Selanjutnya, Mukhasiron juga merekrut pengurus DPC PKB Kudus dari perwakilan Banom di NU. Menurutnya, kader potensial di Banom NU seperti Ansor, Pagar Nusa, Muslimat, RMI, dan IPNU diajaknya untuk berproses di PKB.
Baca juga: Fraksi PKB Tagih Janji Kampanye TOP soal Tunjangan Guru Swasta
“Jadi kepengurusan ini representatif dari semua. Mengakomodir semua potensi,” jelasnya.
Mukhasiron melanjutkan, hubungan kelembagaan antara PKB dan NU tidak dapat terpisahkan.
Saat ini, pihaknya akan menyelaraskan program NU dengan PKB tidak hanya pada taraf formal saja. Melainkan hingga ke lapisan paling bawah.
“‎Hubungan kelembagaan kita harus sampai ke akar rumput. Lahan kita masih banyak. Ibarat dipacul itu masih satu kotak‎,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

