BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu di halaman samping rumah bercat abu – abu tampak empat pria sedang sibuk. Di tempat tersebut terdengar suara musik dangdut mengiringi aktivitas mereka. Tak berselang lama, datang pria mengenakan kaus oblong ikut membantu. Pria tersebut yakni Muhammad Khotibul Umam (29) yang memutuskan merintis usaha pembuatan besi begel dan cakar ayam setelah ada celah peluang
Di sela kesibukannya, pria yang sudah dikaruniai satu anak itu bersedia memberi penjelasan tentang usahanya. Sebenarnya, usaha serupa di Kudus itu sudah menjamur. Namun, kebanyakan dari mereka itu menggunakan besi bekas. Termasuk sepupunya yang lebih dulu punya usaha pembuatan besi begel dan cakar ayam.

“Dari situ saya punya ide. Kalau saya merintis usaha serupa tapi menggunakan besi baru pasti lebih laku, apalagi kalau saya pasarkan lewat online. Pasti peminatnya banyak,” ujar pria yang akrab disapa Umam kepada betanews.id, Rabu (10/6/2020).
Baca juga : Industri Pandai Besi yang Kian Ditinggalkan Generasi Muda
Kemudian, pria warga Dukuh Karang Dowo, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kudus itu mulai merintis usaha tersebut. Setelah ada besi, begel dan cakar ayam yang jadi kemudian diuploudnya di marketplace. Harga yang ditawarkan juga lebih murah, karena harga grosir.
“Benar saja, setelah saya posting pesanan langsung berdatangan,” ungkap Umam.
Dia pun kemudian merinci harga grosir yang dimaksud, besi cakar ayam satunya dibanderol Rp 30 ribu dan Rp 49 ribu. Harga tersebut untuk ukuran 40 kali 40 sentimeter dan 50 kali 50 sentimeter, menggunakan besi ukuran enam milimeter. Sedangkan untuk ukuran yang lebih besar dijual kiloan, yakni Rp 9 ribu per kilogram.
“Begel juga kami jual kiloan, per kilonya saya banderol Rp 11.500,” ungkap pria yang sedang menanti kelahiran anak keduanya.
Selain memasarkan secara daring, dia juga rajin menawarkan besi begel dan cakar ayam ke beberapa toko bangunan di Kudus, Jepara, Demak, Pati hingga Rembang. Dia bersyukur dengan kegigihannya itu, kini ia punya pelanggan 48 toko bangunan yang siap memasarkan besi begel dan cakar ayam miliknya.
Baca juga : Nama Faeza Pondasi Diharap Memberi Tuah Kelancaran Usaha Ari
Dia menuturkan, dengan menggunakan besi baru dan harga grosir, serta kegigihannya memasarkan, kini ia kewalahan memenuhi pesanan besi begel dan cakar ayam. Bahkan, sering kehabisan.
“Semoga saja usaha saya bisa makin berkembang dan makin banyak pelanggan,” harap Umam antusias.
Editor : Kholistiono

