31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKulinerSusu Moeria, Penuhi...

Susu Moeria, Penuhi Kebutuhan Susu Warga Kudus Sejak 1938

BETANEWS.ID, KUDUS – Lampu-lampu warna kuning mulai dinyalakan di Cafe Susu Moeria, Senin (8/6/2020) sore. Alunan musik pop yang diputar pelan-pelan, menambah kenyamanan pelanggan yang menikmati berbagai makan dan minuman dari olahan susu di tempat berkonsep semi indoor itu.

Kafe yang terletak di Jalan Pemuda Nomor 64, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus itu memang cukup legendaris. Berawal dari sebuah peternakan susu perah pada 1938, kini tempat itu berkembang menjadi kedai dengan konsep kekinian.

Dua orang pegawai sedang menurunkan susu di Kafe Susu Moeria. Foto: Titis Widjayanti.

Owner Cafe Susu Moeria Felicia Natali Yuwono (29) mengatakan, awalnya, usaha susu yang sudah masuk generasi ke empat itu dijajakan lewat sistem loper menggunakan sepeda kayuh dan sepeda motor. Melihat usaha yang terus berkembang, pihak keluarga kemudian berisiatif untuk mendirikan kafe susu pada 1996 di tempat yang sama.

- Ads Banner -

“Awalnya memang peternakan susu perah. Kami punya sekitar 125 ekor sapi. Dulu, pada tahun-tahun (1938) itu. Kami menjual susu, ya, melalui loper. Yang pakai sepeda ontel sama sepeda motor. Terus akhirnya bisa buka kedai susu kecil-kecilan itu tahun 1996. Dari sana, pelanggan mulai bisa meminum susu di tempat,” ungkap Felicia.

Baca juga: Kafe Susu Moeria, Tempat Nongkrong Sehat Ala Anak Muda Kudus

Seiring berjalannya waktu, kedai tersebut mulai besar dan berinovasi. Dikatakan Felicia, sudah hampir tiga tahun terakhir konsep milenial mulai digunakan. Sedangkan untuk peternakannya sendiri, sejak 2018 mulai dipindahkan ke Kecamatan Kaliwungu. Hal ini berdasarkan usulan dan saran dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

“Sekitar 2017, konsep kedai (kembali) diubah, menjadi lebih milenial. Ya, mengikuti zaman, lah. Terus kalau peternakannya sendiri, 2018 itu kami pindahkan ke Kaliwungu. Hal itu terkait limbah dan beberapa saran lain yang muncul dari berbagai pihak. Termasuk pemerintah kota,” papar dia.

Baca juga: Sadis Abis, Warung Geprek Pertama di Kudus

Dikatakan Felicia, meski konsep jualan terus berubah, namun dia masih terus mempertahankan ciri khas produk yang berbahan susu perah murni dan tanpa bahan pengawet.

“Kami punya pelanggan dari berbagai kota. Seperti Pati, Jepara, Demak, hingga Semarang. Mereka biasanya datang saat hari libur. Selain bisa dinikmati sambil nongkrong di tempat, produk kami juga bisa dipesan melalui ojek online (Ojol),” tandas Felicia.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler