Simulasi Selesai, Pembukaan Makam Sunan Muria dan Taman Sardi Tunggu Hasil Evaluasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang tampak berbincang-bincang di Aula Graha Muria Colo, Rabu (17/6/2020). Satu diantara mereka adalah Mutrika (53), Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, yang baru saja mengikuti rapat evaluasi simulasi pembukaan wisata Makam Sunan Muria dan Taman Sardi. Kepada betanews.id, dia sudi berbagi penjelasan tentang hasil rapat tersebut.

Menurutnya, hasil rapat evaluasi itu belum ada keputusan, karena masih menunggu hasil penilaian organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhak menilai. Nantinya penilaian itu akan ditindaklanjuti Gugus Tugas Covid-19 untuk memberikan rekomendasi kepada Bupati Kudus.

Mutrika, Kabid Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

“Jadi ini masih belum tahu hasilnya, kami masih menunggu penilaian OPD. Jadi dari Dinas tidak punya wewenang memutuskan. Nanti dari gugus tugas yang akan memberi rekomendasi, dan bupati yang memiliki kewenangan,” ujarnya.

-Advertisement-

Baca juga : Sepekan Makam Sunan Muria Dibuka untuk Simulasi, Begini Situasinya

OPD yang akan memberikan penilaian evaluasi di antaranya Forkopimcam, polsek, koramil, Satpol PP dan petugas kesehatan. Penilaian tersebut akan dilaporkan kepada Gugus Tugas Covid-19 dan dilanjutkan rekomendasi kepada Bupati Kudus.

Dalam pembukaan tempat wisata nantinya, para pelaku wisata dan wisatawan harus bersama-sama untuk komitmen menerapkan protokol kesehatan. Wajib menggunkan masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Diperlukan kesadaran dari semua pihak untuk menjalankan new normal di tempat wisata.

Ia katakan, selama sepekan simulasi, protokol kesehatan sudah berjalan dengan baik. Meski ada masukan terkait phisical distancing, menurutnya itu hal yang wajar dan menjadi PR bersama.

“Untuk phisical distancing ini memang cukup sulit. Coba kalau mau foto, pasti masih reflek berdekatan. Saat antre juga, kebiasaan untuk berdesakan masih sering terbawa. Jadi ini menjadi PR kita bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” ungkapnya.

Sambil menunggu hasil evaluasi, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada pelaku pariwisata. Sehingga saat dibuka dengan new normal tempat-tempat wisata di Kudus sudah siap. Untuk menyiapkan sarana dan prasarana kesehatan, tempat yang bersih melakukan protokol kesehatan dengan kenormalan yang baru.

Baca juga : Tugu Pete, Ikon Baru Penambah Keelokan Taman Sardi

Sedangkan menurut Mochamad Destari Andryasmoro (38), Kepala Desa Colo, simulasi di sana berjalan dengan baik dan sudah taat peraturan. Dengan adanya simulasi itu, pedagang, tukang ojek maupun pengunjung jadi lebih kondusif.

“Pengunjung lebih nyaman karena lebih tertib. Saya lihat tukang ojek juga lebih tertib, tidak saling berebut. Parkir juga tidak ada masalah, protokol kesehatan semua sudah dijalankan. Saya yakin para wisatawan ingin datang dengan sehat dan pulang juga dengan sehat, jadi sama-sama menjaga,” ungkapnya.

Dia juga berharap, ke depan imbauan menaati protokol kesehatan dengan pengeras suara yang difasilitasi dinas bisa lebih sering diputar. Hal itu agar pelaku wisata dan wisatawan tidak lalai, karena diingatkan terus menerus.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER