BETANEWS.ID, KUDUS – Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kudus terus melonjak setelah ada tambahan 10 kasus baru, Rabu (10/6/2020). Dengan tambahan ini, jumlah warga yang dikonfirmasi terkena Covid-19 mencapai 94 kasus.
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menjelaskan, sebelumnya, kasus Covid-19 di Kudus terkonfirmasi ada 84 kasus. Dengan bertambah 10 kasus, maka total kasus Covid-19 yang berada di Kudus yakni 94 kasus.
“94 kasus tersebut, 26 pasien dirawat, 17 pasien melakukan isolasi mandiri, 44 pasien sembuh, dan 7 pasien meninggal,” tuturnya.
Andini mengungkapkan, 10 pasien baru ini berasal dari dalam Kabupaten Kudus sendiri. Menurutnya, banyaknya kasus baru yang terjadi karena pihaknya melakukan tes swab massal di tiga tempat.
“Ini hasil tes swab massal yang dilakukan tanggal 5-6 Juni 2020 di Kaliwungu, Tanjungrejo dan Undaan. Untuk dari Polsek Gebog belum keluar,” terangya.
Rinciannya, lanjut Andini, 2 pasien dari Kecamatan Undaan, 1 dari Kecamatan Kota, 2 dari Kecamatan Jekulo, dan 5 dari Kecamatan Kaliwungu.
“Keseluruhannya memiliki kontak dengan penderita Covid-19,” jelasnya.
Baca juga: Hartopo Ancam Tutup Lagi Pasar Kliwon Jika Protokol Kesehatan Diabaikan
Andini menambahkan, hari ini pihaknya sudah melakukan tes swab kepada 159 orang di enam lokasi yang berbeda. Menurutnya, enam lokasi tersebut yakni sasaran kumpul supaya terkoordinir dengan baik.
“Enam lokasi sasaran kumpul tersebut yakni Puskesmas Kaliwungu, Puskesmas Tanjungrejo, (Kecamatan) Mejobo, (Desa) Jepang, (Desa) Ngembal Kulon dan Polsek Gebog,” tuturnya.
Di sisi lain, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan adanya lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut dikatakannya saat peluncuran alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Senin (8/6/2020).
Baca juga: Alat Tes Swab di RSUD Kudus Sudah Bisa Dioperasikan
Menurutnya, naiknya kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus, lantaran penyebarannya sudah sulit diprediksi lagi. Hal tersebut mengakibatkan munculnya klaster-klaster penyebaran baru, seperti dicontohkan, klaster dari puskesmas.
“Banyak klaster di sana-sini,” jelasnya.
Hartopo lantas berpesan agar protokol kesehatan Covid-19 benar-benar dilakukan dengan baik. Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang.
“Yang paling penting jangan dikucilkan,” tegas Hartopo.
Editor: Ahmad Muhlisin

