Berawal Ketika Main ke Pasar, Ridho Dapat Ide untuk Produksi Kandang Jangkrik

BETANEWS.ID, KUDUS – Tiga pria terlihat sibuk di teras sebuah rumah di RT 2 RW 3 Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus. Satu pria tampak sedang membuat lubang pada bahan partikel. Sedangkan dua orang lainnya sedang merapikan partikel menggunakan gunting. Satu di antara pria tersebut yakni Muhammad Ridho (35) perajin kandang jangkrik.

Di sela kesibukannya, pria yang akrab disapa Ridho itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, mulai usaha pembuatan kandang jangkrik pada tahun 2013. Dia mengaku, tidak sengaja mendapatkan ide pembuatan kandang hewan yang mampu mengerik tersebut.

Beberapa orang terlihat sedang membuat kandang jangkrik. Foto : Rabu Sipan

“Idenya itu tidak sengaja. Saat saya ke Pasar Johar Kudus, saya melihat kandang jangkrik. Terus saya amati. Dalam batin, saya bisa membuat kandang ini, apalagi bahannya di Kudus banyak,” kenang Ridho kepada betanews.id, Senin (15/6/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Muji Jaya, Toko Sangkar Burung Terlengkap dan Terbesar di Kudus

Sepulang dari pasar, lanjutnya, ia pun mencari partikel sebagai bahan pembuatan kandang jangkrik. Seperti yang di pikirannya, bahan partikel itu banyak di Kudus, apalagi di Kota Kretek terdapat pabrik elektronik besar. Menurutnya, bahan yang dicarinya itu sama dengan bahan untuk pembuatan sound sistem.

“Saya pun dapat partikel itu dari limbah pabrik. Jadi harganya lebih murah. Setelah dapat bahannya, saya pun membuat empat sampel kandang jangkrik,” ungkap pria yang sudah dikaruniai dua orang anak itu.

Sampel tersebut kemudian ia tawarkan ke tengkulak di Pasar Johar Kudus. Ternyata responnya bagus, tengkulak tersebut langsung pesan 500 barang per sampel. Jadi saat itu ada 2 ribu pesanan.

Dia berpikir, ternyata kandang jangkrik laku juga. Kemudian ia pun nekat produksi 4 ribu kandang, dan dipasarkan ke Malang. Dia mengaku sengaja memilih Kota Malang yang tempatnya berada di ujung Jawa Timur, agar nanti saat tidak habis, bisa dipasarkan di kota lainnya sambil perjalanan pulang.

“Tapi alhamdulillah, saat di Pasar Splindet Malang, semua kandang jangkrik saya diborong oleh tengkulak di sana,” ujar pria bertato tersebut.

Baca juga : Sangkar Motif Kejawen Paling Diburu Penghobi Perkutut

Sejak saat itu, tambahnya, sambil menanti order selanjutnya, ia pun produksi lagi serta menawarkannya ke berbagai kota. Dia mengaku pelanggan kandang jangkriknya saat ini lumayan banyak. Pemesan ada dari beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Untuk harga, masih kata Ridho, dipatoknya bervariasi, mulai Rp 3 ribu hingga yang termahal Rp 7 ribu per kandangnya. Harga tergantung dari ukuran tinggi kandang. “Saya berharap usaha saya makin lancar, pelanggan dan pemesanan juga makin banyak,” Tutup Ridho.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER