BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu aroma rempah dan ikan langsung tercium saat memasuki rumah yang berada di Dukuh Jetak Kembang, Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kudus. Di ruang dapur rumah bercat putih tersebut terlihat sepasang suami istri sedang mengolah ikan tongkol, serta menyiapkan rempah dan bumbunya. Sang istri tersebut bernama Fitriyani Khomsah (27), pembuat abon tongkol.
Sembari melakukan aktivitasnya, perempuan yang akrab disapa Pipit itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai produksi abon ikan tongkol setahun yang lalu. Ide tersebut muncul, karena keprihatinannya kepada sang suami yang tidak suka dengan ikan. Sebaliknya, Pipit sangat gemar menyantap ikan.

“Suami saya tidak suka ikan itu dikarenakan durinya. Dari situlah kemudian saya cari cara agar suami bersedia makan ikan tanpa terganggu dengan durinya. Hingga terbesitlah untuk membuat abon ikan tongkol,” ujar Pipit kepada Betanews.id, Jum’at (19/6/2020).
Setelah abonnya jadi, lanjutnya, suaminya pun mulai suka makan ikan meski berbentuk abon. Karena setiap membuat abon itu lumayan banyak, sehingga sebagian dibagi-bagikan kepada teman dan kerabat. Dari situ, teman dan kerabat mengaku suka dengan abon bikinan pipit karena rasanya enak. Mereka pun menyarankannya agar menjual abon ikan tongkolnya.
Baca juga: Novilia, Gadis Cantik Penjual Pisang Goreng Beromzet Rp 20 Juta Sebulan
“Dari situ setiap membuat abon ikan tongkol, kemudian saya mempostingnya di media sosial. Rupanya yang berminat lumayan banyak,” ungkap menantu almarhum H As’ad, pemilik warung nasi tahu yang legendaris di Kudus tersebut.
Dia menuturkan, abon ikan tongkol itu menggunakan bumbu tradisional, serta dicampur dengan rempah-rempah. Dua kombinasi itulah yang menjadikan abon ikan tongkolnya lebih sedap meski tidak menggunakan penyedap rasa.
“Abon tongkol buatan saya tidak menggunakan MSG atau penyedap rasa, bahan pengawet, dan pewarna. Jadi semua alami, sehingga aman untuk dikonsumsi segala usia,” beber perempuan berhijab tersebut.
Selain itu, tambahnya, abon tongkolnya juga sangat praktis dan bisa dibawa kemana saja. Tersedia dalam dua kemasan, yakni kemasan 100 gram yang dijualnya Rp 20 ribu, serta kemasan 10 gram yang dibanderol Rp 2 ribu.
“Abon tongkol kami tersedia dua pilihan rasa, (yaitu) rasa original dan pedas,” jelasnya.
Baca juga: Kue Balok Parikesit, Jajanan Hits dengan Sensasi Lumer di Mulut
Dia mengungkapkan, abon tongkol miliknya disukai segala usia, dari anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan, banyak anak-anak yang beli kemudian dibuat untuk camilan. Selain itu juga cocok untuk anak kost, karena banyak yang pesan juga.
“Mereka bilang cocok dan praktis. Jadi mereka tetap bisa makan nasi tanpa harus keluar dan tidak melulu mengkonsumsi mi instan. Jadi lebih bisa hidup sehat,” tutup Pipit.
Editor: Ahmad Muhlisin

