8 Reaktif Covid-19 Usai Rapid Test di Menara Kudus dan Pasar Kliwon

Beberapa warga sedang mengikuti rapid test yang dilakukan oleh DKK Kudus, Jumat (8/5/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melakukan rapid test di Pasar Kliwon dan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Jumat (8/5/2020). Hasilnya, delapan warga di Pasar Kliwon diketahui reaktif Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Kudus Muhammad Nasiban mengungkapkan, delapan orang yang reaktif covid-19 itu rencananya akan segera dilakukan tes swab guna memastikan positif Covid-19 atau tidak.

Dia melanjutkan, di Pasar Kliwon pihaknya melakukan tes kepada pedagang dan pengunjung. Namun, tes tersebut hanya dilakukan kepada 100 orang sesuai dengan jumlah rapid test stik yang dibawa ke Pasar Kliwon. Sementara di Masjid Menara Kudus tidak ditemukan warga yang reaktif Covid-19. Dari total 100 alat yang dibawa, masih banyak yang belum terpakai.

-Advertisement-

“Untuk di sini (Menara Kudus) non reaktif semua,” jelasnya saat ditemui di halaman Masjid Al-Aqsa Menara Kudus.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Kudus Bertambah 3, Kini Total Ada 40 Pasien

Dalam tes ini, pihaknya menggunakan rapid test dengan metode stik. Selain itu, tes ini juga akan dilakukan secara gratis kepada masyarakat umum. Sasaran yang akan dituju yakni tempat-tempat ramai.

“Jadi tidak keseluruhan dites. Jika ada yang mau, kami persilahkan,” kata Nasiban.

Video tes cepat Covid-19 di Menara Kudus

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menuturkan, secara teori, prosentase sensitifitas menggunakan alat rapid test yakni sebesar 40 persen hingga 50 persen. Menurutnya, alat tersebut tidak bisa digunakan untuk mendiagnosa seseorang positif Covid-19. Pihaknya harus melanjutkan dengan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memastikannya.

Rapid test tidak bisa untuk diagnosis positif Covid-19. Jika nanti ditemukan ada orang yang reaktif, kami akan melanjutkan untuk tes swab PCR,” jelasnya.

Baca juga: Djarum Sumbang Alat Tes Swab ke Pemkab Kudus, Hasil Keluar dalam Satu Hari

Andini menjelaskan, dari informasi tim pengadaan barang di DKK Kudus, alat rapid test di Kota Kretek tinggal 2.000. Total keseluruhan yakni 3.000 dan sudah didistribusikan 1.000.

“Untuk 2.000 diprioritaskan kepada tenaga kesehatan, Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER