BETANEWS,ID, KUDUS – Sebanyak 45 ribu rumah warga miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Kudus mulai ditempel stiker sebagai penanda keluarga penerima manfaat. Penempelan stiker ini akan dilakukan selama sepekan di seluruh Kabupaten Kudus.
Plt Kepala ‎Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Bencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus Sunardi mengatakan, penempelan stiker dimaksudkan sebagai tanda bahwa keluarga tersebut merupakan keluarga prasejahtera yang berhak menerima bantuan sosial.

Rumah yang masuk dalam kategori ini adalah para penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Jadi hari ini kami mulai tempelkan stiker. Jika ingin melihat jenis bantuan yang diberikan bisa cek tanda centangnya,” ungkapnya saat melakukan penempelan di Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat (15/5/2020).
Baca juga: Hartopo Minta Data Penerima Bansos Ditempelkan di Setiap RT
Sunardi menegaskan, pemilik rumah yang menerima bantuan harus memperbolehkan penempelan stiker. Bila nanti setelah ditempel dan kedapatan dilepas, pihaknya akan memberikan sanksi.
“Sanksinya yakni dianggap keluar dari program bantuan,” tegasnya.
Sementara itu, penerima bantuan sosial Dwi Winarti mengaku tidak keberatan jika rumahnya ditempel stiker. Menurutnya, dia memang sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah.
“Tidak ada apa-apa. Saya butuh bantuan ini terutama untuk anak-anak saya,” jelasnya saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Wergu Kulon RT 2, RW 01, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Dwi Winarti mendapatkan empat bantuan dari pemerintah, yakni PKH, BPNT, PBI dan KIP.
“Saya bekerja sebagai buruh serabutan. Punya lima anak. Satu sudah menikah dan empatnya masih sekolah SMP dan SD,” jelasnya.
Baca juga: 1.069 Warga Kudus Terima Bantuan Rp 600 Ribu dari Kemensos
Hal sama juga diutarakan Suhaemah. Warga Kelurahan Wergu Kulon RT 7, RW 3 mengaku mendapatkan bantuan dari pemerintah lewat program PKH, dan BPNT.
Saat ini, dirinya harus tinggal bersama empat orang anaknya. Apalagi, kondisi keuangan keluarganya sedang sulit, dan empat anaknya juga sudah menjadi janda.
“Anak saya perempuan semua, sekarang sudah jadi janda,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

