BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan orang terlihat menutup barang-barang yang ada di Mall Ramayana Kudus, Selasa (31/3/2020) pagi. Seorang pria memegang mic tampak memberi arahan kepada puluhan pegawai di sana. Dia adalah Moch Aly Mas’ad (46), Manajer Ramayana Kudus.
Pria yang akrab disapa Mas’ad itu menyampaikan kepada betanews.id tentang penutupan sementara Ramayan Kudus. Hal tersebut demi menghindari penyebaran Virus Covid-19, dan sesuai imbauan pemerintah yang melarang adanya kerumunan warga.
“Tempat perbelanjaan seperti ini kan bisa dikatakan rawan penyebaran Virus Corona. Kami juga ingin menjaga kesehatan karyawan, jadi untuk sementara kami tutup. Selama di rumah, karyawan tidak boleh keluar kecuali ada keperluan penting,” terang Warga Semarang, Jawa Tengah itu.
Baca juga : Sepi Peziarah, Pedagang di Kawasan Menara Kudus Sambat Omzet Turun Drastis
Mas’ad juga mengungkapkan, semenjak maraknya Virus Covid-19, Ramayana Kudus mengalami penurunan omzet sekitar 50 hingga 60 persen. Dia berharap, situasi seperti ini tidak berkepanjangan dan semua bisa kembali normal.
“Saya berharap segera teratasi dan kembali aman. Penutupan mulai 31 Maret hingga 17 April 2020, tetapi bisa maju atau mudur, kondisional menyesuaikan situasi. Selama tutup nanti, akan tetap ada piket karyawan yang jaga,” jelasnya.
Sementara itu, seorang pria berkacamata yang ikut membantu menutup barang di sana juga menambahkan, selama ditutup, sales tetap akan berjualan secara online. Penjualan dilakukan melalui media sosial sales masing-masing.
Baca juga : Produksi Dupa di Kudus Terdampak Corona
Menurut pria bernama Dicky Wira Raharja (23), hal tersebut dilakukan demi memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin berbelanja di sana. “Karyawan merupakan aset kami, jadi ini juga demi menjaga kesehatan karyawan. Konsumen juga tetap bisa berbelanja melalui IG kami di @ramayanarb28kudus,” pungkas Supervisor Ramayana itu.
Editor : Kholistiono

