31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Sepi Peziarah, Pedagang di Kawasan Menara Kudus Sambat Omzet Turun Drastis

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, suasana Jalan Menara Kudus tampak lengang. Jalan akses untuk mencapai Makam Sunan Kudus itu tampak sepi dari para peziarah. Sesekali hanya terlihat satu, dua orang lewat yang kemudian menyempatkan berswafoto dengan latar belakang Menara Kudus. Di kanan atau kiri jalan terlihat para pedagang duduk menanti calon pembeli. Satu di antara pedagang itu tersebut yakni Noor Kholish (49) yang mengaku penghasilannya turun drastis sejak ada virus corona.

Dia mengatakan, sejak ada kabar virus corona di Kota Kretek dan pemerintah menutup terminal wisata yang ada di Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, peziarah yang datang ke Makam Sunan Kudus sangat berkurang. Otomatis itu berpengaruh pada penghasilannya.

Salah satu pedagang oleh-oleh di kawasan wisata religi Makan Sunan Kudus. Foto : Rabu Sipan

“Sejak ada corona, peziarah sepi, pembeli juga sama. Dulu sebelum ada corona pada akhir pekan saya bisa mendapatkan Rp 5 juta sehari. Saat ini, mencari omzet Rp 100 ribu sehari susah sekali,” ujar pria yang akrab disapa Kholish kepada betanews.id.

-Advertisement-

Baca juga : Virus Corona Merebak, PO Haryanto Kandangkan Armada

Pria warga Kelurahan Kerjasan, Kecamatan Kota, Kudus itu mengungkapkan, sebenarnya ziarah makam Sunan Kudus tidak ditutup. Tapi yang datang ziarah itu perorangan, tidak rombongan. Padahal biasanya yang membeli oleh – oleh itu mereka para peziarah rombongan dari luar kota.

“Biasanya yang beli oleh – oleh itu rombongan peziarah dari lain provinsi. Mereka biasanya membeli oleh – oleh untuk dibagikan pada keluarga setelah sampai di rumah,” jelas Kholish.

Pria yang berdagang sejak tahun 1993 itu menuturkan, selama berdagang di wilayah Menara Kudus, saat inilah paling sepi pembeli. Bahkan saat krisis moneter pada tahun 1998 pembeli tidak sesepi saat ini. Dia berharap, keadaan sepi pembeli cepat berlalu, dan kembali normal.

“Padahal bulan – bulan menjelang puasa seperti ini biasanya ramai rombongan peziarah yang datang. Jalan sekitar menara sampai macet, dagangan juga laris. Namun saat ini sangat sepi,” ungkapnya lirih.

Baca juga : Imbas Corona, Tingkat Hunian Hotel King’s Kudus Turun Hingga 50 Persen

Hal senada juga dikatakan Nor Khayat, pedagang oleh – oleh bernama Toko Enceha itu menuturkan, hampir semua pedagang di sekitaran Menara Kudus menjerit dengan keadaan saat ini. Sejak ada virus corona dan terminal wisata ditutup, tidak ada lagi rombongan peziarah dari luar kota. Sehingga pendapatannya turun drastis.

“Kalau ngomongin pendapatan saat ini dengan sebelum ada virus corona itu sangat drop sekali. Dulu di hari biasa, saya bisa mendapatkan uang Rp 3 juta sehari. Sekarang paling hanya Rp 500 ribu sehari,” papar pria yang akrab disapa Khayat.

Dia mengungkapkan, pembeli sekarang palingan hanya orang lewat saja. Bukan mereka para rombongan peziarah. Padahal saat ada rombongan beli oleh – oleh jadi satu di tokonya, sudah lumayan omzet yang didapatnya.

“Rombongan satu bus wisata itu kan ada puluhan orang. Kalau satu rombongan itu beli oleh – oleh di toko saya semua, hasilnya lumayan. Semoga saja virus corona segera berakhir, sehingga ada rombongan peziarah dari lain daerah,” harapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER