Keberadaan WKG Diharapkan Bisa Tingkatkan Jumlah Peziarah ke Makam Kiai Gulang

BETANEWS.ID, KUDUS – Setiap Minggu pagi, sekitar pukul 05.00 sampai dengan 09.00 WIB, pemandangan berbeda dapat dilihat sepanjang pematang sawah Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Tepatnya arah menuju Makam Kiai Gulang. Ketika sudah sampai di sekitar area persawahan kiri jalan dari arah Desa Loram Wetan, ada sebuah keramaian yang merupakan Wisata Kiai Gulang (WKG). WKG sendiri merupakan nama pasar seminggu sekali menyuguhkan aneka makanan tradisonal.

“Di sini memang yang kami unggulkan ya makanan tradisionalnya. Istilahnya, ciri khas dari wisatanya adalah makanan tempo dulu. Ya awalnya karena kami pikir kok daerah Loram Kulon belum punya ciri khas. Akhirnya kami membentuk pengelola untuk membuat wisata di sini. Nah jadilah ide dan diaplikasikan menjadi pasar seminggu sekali ini,” papar Maria Ulfah (37) sebagai salah satu pengelola kepada betanews.id, Minggu (15/3/2020).

Perempuan berjilbab biru yang duduk di antara dua pengelola lain bernama Eri Santoso (45), M Sarno (48) menceritakan beberapa rencana lain yang akan segera dikembangkan untuk melengkapi fasilitas wisata.

-Advertisement-

Baca juga : Tak Harus Nunggu Ketika Rajab, Kuliner Sego Iriban Bakal Bisa Dinikmati Setiap Hari

“Nanti kita juga ingin ada museum mainan tempo dulu, tapi masih dalam konsep. Kalau yang mengelola memang kami, dari Desa Loram Kulon yang kemudian membentuk Paguyuban Pengelola WKG. Selain itu, sebenarnya tujuan utama ya karena ada Makam Mbah Kyai Gulang. Biar makamnya ramai, jadi ini salah satu upaya kami. Siapa tahu dengan wisata ini makam beliau tidak sepi. Menghargai sesepuh,” papar dia.

Sejauh ini, Ulfah menambahkan, bahwa penjual memang diutamakan dari masyarakat Loram Kulon. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa dari warga desa lain ikut serta meramaikan sebagai penjual di sana. Sedangkan untuk pendaftaran, cukup ke pengelola lalu dicatat. Bahkan, hingga saat ini sudah sekitar 70 pedagang dengan berbagai olahan makanan.

Baca juga : Nih Ada Tempat yang Asyik Sediakan Aneka Makanan Tempo Dulu

“Untuk pedagang, diutamakan warga Loram Kulon, tapi ya kalau ada dari luar desa boleh. Buat daftar tinggal bilang ke pengelola, nanti kami catat. Nggak ada klasifikasi khusus untuk jualan. Yang penting harga jangan mahal-mahal. Karena yang beli ya kita-kita sendiri,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER