31 C
Kudus
Rabu, April 1, 2020
Beranda Kuliner Tak Harus Nunggu...

Tak Harus Nunggu Ketika Rajab, Kuliner Sego Iriban Bakal Bisa Dinikmati Setiap Hari

BETANEWS.ID, UNGARAN – Ada sebuah tradisi unik yang digelar setiap bulan Rajab menjelang puasa do Desa Wisata Lerep, Kabupaten Semarang. Warga biasanya bergotong-royong membersihkan sendang dan sumber mata air yang ada di desa, kemudian menggelar acara makan bersama. Makanan yang disajikan dalam tradisi itu sangat unik. Sego Iriban namanya.

Nasi dengan lauk sayur-mayur, ikan asin, tempe dan jeroan ayam ini dahulu hanya boleh disajikan saat acara tradisi itu itu saja. Bentuknya hampir sama dengan Nasi Gudangan yang biasa ditemukan. Namun bedanya, sayuran yang digunakan di Sego Iriban ini tidak direbus, melainkan dibakar menggunakan bumbung bambu muda.

“Kami ingin menghidupkan kembali tradisi itu. Tidak hanya setahun sekali, namun kami ingin menjadikan itu sebagai daya tarik wisatawan,” kata Camat Ungaran Barat, Eko Purwanto.

Ke depan lanjut dia, Sego Iriban akan disajikan di pasar tradisional Desa Wisata Lerep. Para wisatawan dapat menikmati menu langka itu, tanpa harus menunggu prosesi Rajab tiba.”Selain itu, ada banyak kuliner khas lain yang kami jajakan di desa wisata ini. Dengan membuat desa wisata ini, kami harap ekonomi masyarakat dapat terangkat,” imbuhnya.

Ganjar Pranowo menabuh lesung bersama ibu-ibu ketika mengunjungi Desa Wisata Lerep. Foto : Ist

Penasaran dengan Sego Iriban, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertarik untuk mencobanya. Usai mengecek kesiapan RSUD Tugurejo dalam kesiapan penanganan virus corona, Ganjar langsung mengunjungi Festival Sego Iriban di Desa Wisata Lerep.

Sesampainya di sana, Ganjar disuguhkan dengan pemandangan pedesaan yang asri. Warung-warung yang menjajakan Sego Iriban dan menu tradisional lain, berjajar rapi dengan bangunan dari bambu dan beratap daun kelapa. Di tengah warung-warung itu, terdapat sendang cukup besar yang dimanfaatkan untuk wisata air.

“Saya tertarik karena katanya ada makanan unik. Ternyata ini, namanya Sego Iriban. Ini makanan unik, karena sayurannya tidak direbus, melainkan dibakar pakai bambu,” kata Ganjar.

Usai mencicipi Sego Iriban, Ganjar mengacungkan jempolnya. Tak hanya itu, ia juga menjajal menu lain seperti oblok-oblok, sambel pete dan lainnya. “Ini menarik dan tentu laku dijual untuk menarik wisatawan. Kuliner khas yang melegenda semacam ini, banyak dicari wisatawan,” ucapnya.

Ia berharap, masyarakat terus aktif dalam mengeluarkan inovasi. Potensi desa yang selama ini belum mendapat perhatian, harus digali agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kata Ganjar, dana desa yang ada dapat dipergunakan untuk pengembangan potensi-potensi seperti itu. Pemerintah, sebutnya, akan memberikan dorongan. Bahkan, pihaknya sudah membuat peraturan daerah mengenai desa wisata dan siap memberikan hadiah Rp1 miliar kepada desa wisata yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

20,599FansSuka
13,415PengikutMengikuti
4,309PengikutMengikuti
10,120PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

1,8 Juta Warga Jateng Akan Terima BLT, Anggaran Rp 1,4 T Sudah Disiapkan

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk menanggulangi kasus penyebaran virus corona. Dana tersebut akan...

Polisi Kudus Datang, Kerumunan Muda-Mudi Tunggang-Langgang

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara sirine dari mobil polisi memecah suasana malam di sekitar GOR Bung Karno Kudus, Sabtu (28/3/2020) malam. Dari pengeras...

Produksi Dupa di Kudus Terdampak Corona

BETANEWS. ID, KUDUS - Aroma dupa tercium di sebuah ruangan berukuran 4,5 x 3 meter di Desa Loram Kulon, RT 01 RW...

Peduli Pencegahan Corona, Pemdes Jepang Adakan Penyemprotan Disinfektan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah mobil pick up terlihat melintas di sebuah jalan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Terdengar suara dari...

Jokowi ke Gubernur: Tirulah Jateng, Anggarkan Warga Terdampak Corona!

BETANEWS.ID, SEMARANG - Presiden Jako Widodo memerintahkan semua kepala daerah untuk meniru langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi kasus dan dampak...

Perangi Covid-19, Rumah Warga Ketitang Wetang Kembali Disemprot Disinfektan

BETANEWS.ID, PATI -Wabah Covid-19 kian membuat warga berbondong-bondong mencari langkah-langkah pencegahan awal. Tak terkecuali warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati...

Sembilan Jurnalis Pati yang Kontak dengan Mbah Roso Dinyatakan Negatif Covid-19

BETANEWS.ID, PATI – Sembilan wartawan di Kabupaten Pati telah menjalani rapid test, yang diadakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati di halaman Stadion...