Ada 46 Pasien Suspect Corona di Jateng, 2 Positif, 1 Meninggal

BETANEWS.ID, SEMARANG – Hingga Jumat (13/3/2020) ada sebanyak 46 orang yang dinyatakan suspect virus Corona COVID-19 di seluruh Jawa Tengah. Mereka tersebar di sejumlah daerah dan beberapa di antaranya masih dirawat di rumah sakit rujukan. Dari jumlah tersebut satu orang yang positif Corona telah meninggal.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerangkan, dari sebanyak 46 orang suspect Corona, sebanyak 37 orang telah dinyatakan negatif. Sedangkan tujuh orang lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan, dua orang dinyatakan positif Corona, dan satu di antaranya telah meninggal.

“Hingga saat ini kami telah menangani 46 pasien suspect Corona. Ada yang masih dirawat di rumah sakit. Ada dua orang yang dinyatakan positif, satu orang di antaranya telah meninggal,” ujar Ganjar saat memberikan keterangan pers di kediamannya, Puri Gedeh, Semarang, kemarin.

-Advertisement-

Setiap hari, kata Ganjar, dirinya selalu meminta laporan dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jateng. Kadinkes tersebut setiap hari mendapat laporan dari rumah sakit di Jateng yang menjadi rujukan pasien virus Corona.

Baca juga: Satu Pasien RS Moewardi Meninggal Positif Corona, Ganjar : ’Kita Langsung Tracking Pergerakan Pasien’

Dia mengatakan, para pasien Corona dirawat di RS Moewardi, Surakarta. Selain di rumah sakit yang satu pasien Corona dinyatakan meninggal tersebut, ada juga pasien yang tengah dirawat di RS Tegal, di RS Tidar Magelang, RS Margono, RS Tugurejo dan RS Kariadi.

“Pasien yang meninggal tersebut telah dimakamkan di Jawa Timur. Sedangkan satu pasien positif (Corona) lainnya merupakan lanjutan dari kasus pasien yang telah meninggal,” tutur Ganjar.

Baca juga: Cek Kesiapan Penanganan Corona, Ganjar: ‘Jangan Panik, Kalau Masker Habis Pakai Masker Bengkoang’

Selain enam RS tersebut, saat ini Ganjar telah melakukan langkah antisipatif dengan menyiapkan total 13 rumah sakit rujukan COVID-19. Yakni RS Kraton Pekalongan, RS Kardinah Tegal, RS Paru Ario Wirawan, RS Loekmono Hadi Kudus, RS Soewondo Kendal, RSUD Banyumas, RSUP Soeraji Tirtonegoro Klaten dan RSUD Wongsonegoro Semarang.

Gubernur Jateng dua periode tersebut menyatakan, virus Corona COVID-19 ini akan mengalami tiga fase. Dia menjelaskan, pada fase pertama virus ini mewabah di Tiongkok. Fase kedua virus ini akan menjalar ke pelbagai negara dan fase terakhir virus ini menjadi pandemi.

Baca juga: Ada Virus Corona Jangan Panik, Inilah 6 Tips Agar Tak Tertular

“Saya telah belajar dari ilmuan tentang hal ini (fase virus Corona). Dan sekarang telah dinyatakan sebagai pandemi di dunia, itu berarti virus ini berada di fase ketiga,” kata Ganjar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER