31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaEKONOMIBordir Hida Kudus...

Bordir Hida Kudus Sering Ikuti Pemeran di Luar Daerah, dan Pernah Dapat Pesanan Menteri Sosial

SEPUTARKUDUS.COM, JANGGALAN – Di sebuah ruangan rumah yang berada di tepi utara Jalan KH Noor Hadi, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus, tampak beberapa orang sedang sibuk dengan di depan mesin jahit. Mereka membentuk gambar menggunakan benang sesuai pola dan membentuk obyek. Tempat tersebut merupakan produksi Bordir Hida yang beberapa kali menjadi langganan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Pemilik Bordir Hida Kudus bersama Menteri Sosial
Pemilik Bordir Hida Kudus bersama Menteri Sosial

Saat ditemui dikediamannya, pemilik Bordir Hida, Hidayah (61), sudi berbagi cerita tentang usahanya kepada Seputarkudus.com. Dia mengatakan, hasil produksi bordir halus miliknya memang sering mendapatkan order dari para pejabat, tidak hanya dari Kudus, tapi juga daerah lain, satu diantaranya dari Jakarta.

Baca juga: Pernah Sukses dan Bangkrut Karena Ditipu, Hida Kemudian Bangkit Dirikan Usaha Bordir

- Ads Banner -

“Produk bordirku memang sering mendapatkan order dari para pejabat maupun istri pejabat. Bahkan di tahun 2016, tepatnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, aku mendapatkan order kebaya yang berhias border dari Menteri Sosial. Di tahun tersebut order dari ibu menteri tidak hanya sekali, tapi dua kali,” ujarnya.

Perempuan yang menjadikan rumah tinggalnya sekaligus toko dan tempat produksi bordir itu mengatakan, pesanan kebaya dari satu diantara Srikandi Kabinet Kerja  pada hari menjelang Hari Raya Idul Fitri sebanyak 200 pcs. Dan yang kedua kali hanya enam pcs. Dia menerka, kemungkinan kebaya 200 pcs tersebut akan dibagikan kepada koleganya.

Dia mengatakan, sejak membuka usaha kembali bordir pada tahun 1990, sering dibantu Pemerintah Kabupaten Kudus, dalam peningkatan kualitas dan pemasaran. Karena menurutnya sejak merintis kembali usaha bordir, dia mengaku sering dibina dan diberi pelatihan agar bisa memproduksi bordir halus, bordir lebih detail dan berkualitas serta memiliki nilai jual lebih.

Sedangkan untuk pemasaran dia menuturkan, selalu diikut sertakan saat pemerintah Kabupaten Kudus mengadakan pameran di Kudus maupun di daerah luar Kudus. Dia pernah mengikuti sejumlah pameran di antaranya, Semarang, Solo, Jogja, dan Jakarta. Selain itu, tak jarang saat Pemerintah Kabupaten Kudus menerima tamu para pejabat pemerintah dari daerah lain, mereka diajak singgah ke Bordir Hida.

“Karena sering diajak pameran tersebut produk bordir Hida milikku mulai dikenal di daerah lain, tak jarang saat ikut pameran aku kebanjiran pesanan dari beberapa orang yang berasal dari daerah tersebut. Termasuk order dari Menteri Sosial itu aku dapatkan saat ikut pameran di Jakarta,” ungkap Hida yang mengaku selain ikut pamera sekarang dia juga memasarkan aneka produknya secara online.

Perempuan yang dikaruniai 13 cucu itu lalu merinci produk border serta harganya. Bordir kebaya dia jual antara Rp 75 ribu sampai Rp 350 ribu per pcs. Bahan gamis berhias bordir dia hargai Rp 125 ribu sampai Rp 300 ribu. Bahan rukuh dia banderol Rp 75 ribu sampai Rp 300 ribu. Sedangkan tas jinjing perempuan dia jual antara harga Rp 50 ribu sampai Rp 120 ribu per pcs.

Menurutnya selain menyediakan bahan kain untuk beberapa pakaian, dia juga menyediakan pakaian jadi yang sudah dihiasi bordir. Namun menurutnya produk pakaian jadi tidak diproduksi banyak, karena kurang begitu diminati para pembeli.

Dia mengungkapkan, dalam kurun satu bulan, bordir Hida setidaknya mendapatkan pesanan sekitar 1.000 pcs bahan untuk semua jenis pakaian berhias bordir. Menurutnya jumlah pesanan tersebut jauh berkurang jika dibandingakn dengan jumlah pesanan antara tahun 1995 sampai tahun 2010. Karena menurutnya sebelum tahun tersebut dia bisa mendapatkan order sampai tiga kali lipatnya.

“Meski order sudah banyak menurun. Aku tetap bersukur karena melalui usaha border yang aku rintis, aku bisa membiayai pendidikan lima putraku hingga mendapatkan gelar sarjana. Dan dengan bekal pendidikanya tersebut semua anaku kini bisa memiliki usaha sendiri,”ujar Hidayah.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler