Beranda blog Halaman 105

Akui PSIM Bukan Lawan Mudah, Ini Persiapan Persijap Jepara 

0
Konferensi pers Jelang pertandingan di Stadion GBK Jepara, Senin (22/12/2025).  Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Persijap Jepara dijadwalkan akan menjalani pertandingan di pekan ke-15 BRI Super League Musim 2025/2026 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Selasa, (23/12/2025) pukul 19:00 WIB. 

Laga itu dijadwalkan akan berlangsung tanpa penonton. Pelatih kepala karteker Persijap Jepara, Danang Suryadi, mengakui bahwa pertandingan melawan Laskar Mataram bukan pertandingan yang mudah. 

Baca Juga: Korwil Solo Raya Jadi Juara Umum Forga Perpamsi Jateng 2025, Berhasil Sabet 5 Gelar

“Melawan PSIM tentu pertandingan yang tidak mudah bagi kami. Tapi hampir dua minggu ini kami sudah mempersiapkan tim sebaik mungkin, baik dari sisi fisik maupun taktik, untuk bisa mengambil poin di laga besok,” katanya saat konferensi pers Jelang pertandingan di Stadion GBK Jepara, Senin (22/12/2025). 

Danang memastikan anak asuhnya berada di kondisi yang siap tempur. Kehadiran pelatih baru menurutnya juga turut memberikan suntikan motivasi dan semangat tambahan bagi para pemain.

“Alhamdulillah semua pemain siap untuk pertandingan besok. Mudah-mudahan dengan persiapan ini kami bisa mendapatkan hasil positif. Kedatangan pelatih baru juga memberikan motivasi dan semangat untuk para pemain,” ujarnya. 

Terkait antisipasi permainan PSIM, Danang menegaskan fokus utama timnya adalah memperbaiki lini pertahanan. Ia menyoroti kebiasaan tim yang kerap kebobolan pada beberapa laga terakhir.

“Antisipasi pertama kami adalah jangan sampai kebobolan. Beberapa pertandingan terakhir kami selalu kemasukan gol. Kami harus fokus, tidak melakukan kesalahan atau blunder,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pada anak asuhnya bahwa PSIM memiliki sejumlah pemain berbahaya yang mampu mencetak gol dari situasi servis maupun peluang terbuka. 

Sebab PSIM menurutnya merupakan tim yang solid dan berkualitas, sehingga Persijap harus bekerja ekstra keras untuk meraih poin.

“Secara keseluruhan PSIM adalah tim yang sangat bagus. Kami harus kerja keras dan ekstra fokus,” ungkapnya.

Sementara itu, pemain Persijap Jepara, Firman, menyatakan kesiapan tim usai menjalani masa libur hampir 10 hari. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain dan staf pelatih telah bekerja lebih keras dalam masa persiapan.

“Setelah libur hampir 10 hari, otomatis kami harus improve dan bekerja lebih keras lagi. Semua pemain dan pelatih berusaha maksimal. Semoga persiapan dua minggu ke belakang bisa mendapatkan hasil terbaik,” kata Firman.

Firman juga menyatakan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam pendekatan tim meski terjadi perubahan di jajaran pelatih.

“Perbedaannya tidak jauh, masih sama. Siapapun pelatih yang menangani tim ini, saya sebagai pemain akan bekerja dan memberikan yang terbaik untuk tim,” jelasnya.

Baca Juga: Djarum Foundation dan PB Perpani Perkuat Ekosistem Panahan Lewat Kejurnas Antarklub 2025

Ia berharap Persijap mampu keluar dari situasi sulit dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Jepara.

“Kami sama-sama bekerja keras melihat situasi yang berat ini. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk Jepara, khususnya masyarakat Jepara,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemkab Kudus Harapkan Desain Stadion Wergu Wetan Melingkar dan Dibangun secara Multi Years

0
Laga Persiku Kudus Vs Gresik United di Stadion Wergu Wetan, Kamis (13/2/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS –Tak jadi dibangun di tahun ini, Stadion Wergu Wetan Kudus bakal dibangun mulai tahun depan. Kepastian ini diketahui setelah adanya pertemuan melalui zoom metting, baik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, pada Minggu (21/12/2025).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Olahraga pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Widhoro Heriyanto. Menurutnya, Stadion Wergu Wetan Kudus resmi diakomodir untuk mendapatkan rehabilitasi dan renovasi oleh Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Berkunjung ke Kudus, Zulhas Bagikan Beras dan Klaim Mafia Pangan Sudah Tidak Ada

“Yang jelas pelaksanaan rehabilitasi sudah diakomodir oleh Bapennas dan Kemeterian PU. Artinya, tetap akan dibangun dan sudah masuk dalam rencana pembangunan oleh pemerintah pusat,” bebernya, Sabtu (20/12/2025).

Ia menyampaikan, bahwa renovasi Stadion Wergu Wetan akan dilaksanakan secara multiyears, yakni pada 2026 hingga 2027. Mengingat, dana anggaran yang dikeluarkan cukup besar sehingga dilakukan secara bertahap.

“Stadion Wergu Wetan sudah masuk dalam program rehabilitasi dan renovasi yang direncanakan dilakukan secara multiyears,” ujarnya.

Desain renovasi stadion Wergu Wetan ini akan mengacu pada kebijakan dari pemerintah pusat. Widhoro menjelaskan, bahwa renovasi ini kemungkinan besar akan mencakup pembangunan ulang stadion secara keseluruhan, bukan hanya renovasi pada beberapa bagian saja.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bangunan yang lain tidak mengalami masalah di masa mendatang, mengingat umur bangunan sudah terbilang tua. Kami berharap, supaya desain stadion melingkar,” jelasnya.

Namun terkait anggaran, Widhoro mengaku belum mendapatkan informasi jelas dari kementerian mengenai nilai anggaran yang akan dialokasikan untuk renovasi stadion tersebut. Menurutnya, kebijakan soal penganggaran menjadi ranah pemerintah pusat.

“Kami ingin ada pembaruan yang tetap mempertahankan ciri khas atau identitas lokal,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Widhoro juga mengungkapkan bahwa stadion Wergu Wetan merupakan salah satu dari tiga proyek pembangunan yang dibahas dalam zoom metting Bappenas dengan Kementerian PU, selain stadion Pati dan pembangunan gedung untuk disabilitas di Karanggayar. “Proyek stadion Wergu Wetan sudah diakomodir dalam rencana pembangunan di Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, tim Persiku Kudus, yang biasa menggunakan stadion tersebut sebagai home base, telah merencanakan menjadi tim musafir ketika rehabilitasi stadion berjalan. Bahkan pihaknya akan mengkoordinasikan soal itu kepada pihak menejemen Persiku. Stadion Magelang atau Semarang ditunjuk sebagai opsi untuk home base Persiku.

Baca Juga: Warga Blora Dibekuk Polres Kudus, Gelapkan Uang Rp 308 Juta Petani Tebu PG Rendeng Buat Judol

“Kami sudah mempersiapkan opsi stadion lain agar Persiku tetap bisa bertanding,” katanya.

Dengan adanya dukungan penuh dari Bappenas dan Kementerian PU, diharapkan renovasi stadion ini dapat segera terlaksana dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di Kota Kretek.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

ITB dan PT KSB Bangun Sistem Air Bersih Berbasis Panel Surya di Tumpangkrasak Kudus

0
Agenda peresmian Pamsimas oleh Bupati Kudus, Senin (22/12/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Kudus mendapat dukungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT KSB Indonesia. Melalui program pengabdian masyarakat dan Corporate Social Responsibility (CSR), keduanya membangun sistem penyediaan air bersih berbasis panel surya di Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. Ia menilai ketersediaan air bersih merupakan syarat utama bagi sebuah daerah, sekaligus kebutuhan pokok masyarakat yang berdampak langsung pada kesehatan.

Baca Juga: Berkunjung ke Kudus, Zulhas Bagikan Beras dan Klaim Mafia Pangan Sudah Tidak Ada

“Alhamdulillah, Tumpangkrasak mendapat dua sumur, satu dari ITB dan satu dari KSB. Air bersih ini menjadi syarat sebuah kota, karena ketika air bersih terpenuhi, kesehatan masyarakat juga ikut terjamin,” katanya usai peresmian Pamsimas, Senin (22/12/2025).

Sam’ani juga menyampaikan terima kasih kepada ITB yang telah berkontribusi langsung melalui program pengabdian masyarakat. Ke depan, Pemkab Kudus berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut.

“Nantinya kami minta lagi supaya di Kudus ada slot dan CSR lagi. Kami ingin pengabdian ini menjadi pengabdian yang luar biasa, terutama untuk masyarakat terkait kebutuhan air bersih. Air bersih ini menjadi kendala saat cuaca tertentu dan perlu perhatian khusus,” ujarnya.

Selain penyediaan air bersih, proyek ini juga memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi. Menurut Sam’ani, penggunaan energi terbarukan sejalan dengan upaya pengembangan energi hijau di Kudus.

“Panel surya ini merupakan energi terbarukan, energi hijau. Nanti akan kita galakkan di Kudus. Ini inovasi yang luar biasa, terima kasih ITB,” imbuhnya.

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Zulfiadi Zulhan menjelaskan, bahwa Desa Tumpangkrasak dipilih karena permasalahan kualitas air tanah dangkal yang mulai tercemar.

“Di daerah ini sebenarnya tidak pernah kering, tetapi kualitas airnya sudah berubah. Jarak sumur warga dengan septic tank terlalu dekat, sehingga sebagian sumur tercemar bakteri ecoli,” jelasnya.

Karena itu, ITB mengusulkan pengeboran sumur dalam hingga kedalaman 50–80 meter agar mendapatkan air yang lebih aman dan berkualitas. Dari hasil pengujian, air tanah dinilai stabil dan aman meski dipompa dalam waktu lama.

“Debit pompa satu PK sekitar 1,2 meter kubik per jam. Untuk mengisi tandon sekitar 18,8 meter kubik dibutuhkan waktu kurang lebih 15,6 jam. Saat diuji 24 jam, muka air tanah tetap stabil di kedalaman 4,54 meter, dengan total kedalaman sumur 80 meter,” paparnya.

Sistem ini dirancang untuk melayani warga Dukuh Krajan RW 3, 4, dan 5 dengan jumlah sekitar 1.981 jiwa. Pengelolaannya ke depan direncanakan melibatkan BUMDes atau Kopdes Merah Putih bersama masyarakat setempat.

Sementara itu, Direktur PT KSB Indonesia Arman Reyes Furqon mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen CSR perusahaan di bidang penyediaan air bersih dan kebencanaan.

“Kami produsen pompa, tentu fokus kami terkait air dan penyediaan air bersih. Ini juga merupakan produk teknologi terbaru kami, pompa yang digabungkan dengan energi panel surya, yang baru kami perkenalkan di Indonesia pertengahan tahun ini,” ungkapnya.

Ia menyebut, Desa Tumpangkrasak menjadi lokasi pertama implementasi pompa berbasis panel surya tersebut di Indonesia.

“Ini pionir. Produk berbasis panel surya ini pertama kali kami implementasikan di Indonesia, tepatnya di Desa Tumpangkrasak. Ke depan akan kami evaluasi bersama ITB untuk diterapkan di daerah lain,” katanya.

Baca Juga: Warga Blora Dibekuk Polres Kudus, Gelapkan Uang Rp 308 Juta Petani Tebu PG Rendeng Buat Judol

Menurut Arman, keunggulan utama sistem ini bukan hanya pada efisiensi energi, tetapi juga kontribusinya terhadap pengurangan emisi karbon.

“Yang terpenting dari energi hijau ini adalah penurunan karbon, sehingga lebih ramah lingkungan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pencairan Aggaran Macet, 17 Dapur MBG di Jepara Berhenti Beroperasi  

0
Salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara sudah satu minggu terakhir berhenti beroperasi. 

Koordinator SPPG Kabupaten Jepara, Musthofa Wildan menyebutkan saat ini total SPPG di Kabupaten Jepara sebanyak 71 unit. Namun, hingga Senin, (22/12/2025) sebanyak 17 SPPG belum bisa beroperasi karena terkendala pencairan anggaran. 

Baca Juga: Hanya Naik 5,6 Persen dan Tak Ada Usulan UMSK, Buruh Jepara Tunggu Sikap Bijaksana Bupati 

“Karena ini di akhir tahun dari pusat memang ada kendala pencarian, beberapa SPPG Berhenti beroperasional sampai dana itu cair kembali,” kata Wildan saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin, (22/12/2025). 

17 SPPG tersebut yaitu SPPG Yayasan Alfitroh Desa Jlegong, Kecamatan Keling; SPPG Yayasan Nusantoro Raos Sadoyo Desa Bugel 2  Kecamatan Kedung; SPPG Yayasan Perjuangan Untuk kesejahteraan Rakyat Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong. 

SPPG Yayasan Perjuangan Untuk Kesejahteraan Rakyat Desa Gemiring Lor, Kec. Nalumsari; SPPG Yayasan Lentera Jagat Sejahtera Desa Bondo, Kec. Bangsri. 

SPPG Yayasan AT Taqwa Desa Karangnongko, Kec. Nalumsari; SPPG Yayasan Cahaya Sukses Rahayu Desa Jebol 1, Kec. Mayong; SPPG Yayasan Cahaya Sukses Rahayu Desa Jebol 2 , Kec. Mayong. 

SPPG Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri; SPPG Yayasan Bakti Bumi Kartini Desa Senenan, Kecamatan Tahunan. 

SPPG Yayan Raudlatul Ulum Kajen Desa Bucu, Kecamatan Kembang; SPPG Yayasan  At Taqwa Daren Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong; ⁠SPPG Yayasan Sarwo Apik Indonesia Desa Karangkebagusan, Kecamatan Jepara.

SPPG Yayasan Denbaguse Muria Raya Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan; SPPG Yayasan Alfitroh Desa Damarwulan, Kecamatan Keling; SPPG Yayasan Alfitroh Desa Kaligarang, Kecamatan Keling; dan SPPG Yayasan Haji Ahmad Sholeh Kalinyamatan Desa Tulakan, Kec. Donorojo. 

Wildan melanjutkan ia sendiri tidak mengetahui secara pasti apa penyebab dari macetnya pencairan anggaran tersebut sehingga menyebabkan 17 SPPG tidak bisa beroperasi. 

“Kami kurang paham, karena BGN pencairannya langsung dari Kemenkeu (Kementrian Keuangan) sehingga mungkin kendalanya memang di BGN,” jelasnya. 

Jika tidak terdapat kendala, Wildan mengatakan anggaran MBG yang saat ini macet diperkirakan akan cair kembali pada tanggal 25 Desember 2025 mendatang. 

Akan tetapi jika sampai di tanggal tersebut, anggaran MBG belum juga cair maka harus menunggu pencairan di waktu selanjutnya. 

Baca Juga: UMK Jepara 2026 Diusulkan Naik Jadi Rp2,7 Juta 

“Harusnya tanggal 25 itu harus sudah ke transfer semua. Kalaupun masih belum menunggu pencairan selanjutnya,” katanya. 

Sehingga saat ini total SPPG di Kabupaten Jepara yang aktif beroperasi selama masa libur sekolah sebanyak 54 unit.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Korwil Solo Raya Jadi Juara Umum Forga Perpamsi Jateng 2025, Berhasil Sabet 5 Gelar

0
Gelar Juara Umum Forga ke-8 Jawa Tengah 2025 berhasil diraih kontingen dari Korwil Solo Raya. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Even Forum Olahraga (Forga) ke-8 telah diselenggarakan dengan sukses oleh Persatuan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Jawa Tengah. Gelaran yang berlangsung setiap dua tahun sekali itu ditutu dengan sukses, Sabtu (20/12/2025) malam, di Kabupaten Kudus sebagai tuan rumah di tahun ini.

Gelar Juara Umum Forga ke-8 Jawa Tengah 2025 berhasil diraih kontingen dari Korwil Solo Raya, dengan mengantongi lima tropi dari total 11 cabang lomba yang dipertandingkan. Korwil Solo Raya mengoleksi empat gelar juara pertama pada cabang lomba tenis lapangan, bulutangkis, mini soccer, dan perpamsi idol putra. Sementara satu gelar lainnya dari cabang lomba bola voli sebagai juara ketiga.

Baca Juga: Djarum Foundation dan PB Perpani Perkuat Ekosistem Panahan Lewat Kejurnas Antarklub 2025

Ketua Perpamsi Jawa Tengah, Muchammad Sjahid menyampaikan apresiasinya atas antusiasme dari para peserta yang sangat luat biasa. Ia menyebut, penyelenggaraan Forga ke-8 yang diselenggarakan di Kabupaten Kudus tersebut mewujudkan keakraban dan kemeriahan antar Perpamsi di Provinsi Jawa Tengah.

“Alhamdulillah penyelenggaraan Forga Jawa Tengah digelar dengan sukses. Semua Korwil sebanyak enam korwil ini berpartisipasi dengan baik dalam Forga tahun ini. Kegiatan ini tak hanya sebuah perlombaan, melainkan sebagai ajang silaturahmi kita bersama untuk merekatkan hubungan,” bebernya dalam sambutannya.

Ia menilai, Kabupaten Kudus yang ditunjuk menjadi tuan rumah, sukses menjamu para peserta dari berbagai daerah se-Jawa Tengah dengan baik. Menurutnya, even yang digelar selama dua hari itu telah menciptakan kenangan baik di kota terkecil di Provinsi Jateng tersebut.

“Kudus ternyata banyak tersedi makanan khas yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Kudus. Saya sudah coba garang asem dan soto kerbau,” tuturnya.

Ia berharap kekompakan Perpamsi Jawa Tengah terus terjalin dengan baik untuk mencapai pelayanan kepada masyarakat yang lebih hebat.

Sementara itu, Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton mengucapkan terimakassihnya karena telah mempercayakan Kudus sebagai tuan rumah dala gelaran ini. Ia mengaku, kehadiran Forga Jateng ke-8 ini sangat berdampat positif terhdap perekonomian Kabupaten Kudus.

“Tentunya berdampak pada perekonomian yang semakin bergeliat. Hotel penuh, UMKM laris manis, karena Kudus kedatangan tamu dari luar daerah. Untuk itu kami sampaikan terimakasih banyak sudah berkunjung dan mencicipi makanan khas Kudus,” ungkapnya.

Ia berharap Perpamsi Jawa Tengah semakin kompak dan sehat, sehingga pelayanan yang ditujukan kepada masyarakat supaya meningkat.

DIrut PDAM Tirta Muria Kudus, Winarno bersyukur rangkaian acara berjalan dengan lancar. Tak sekedar bertanding, peserta Forga Perpamsi Jawa Tengah juga turut menunjukan solidaritasnya terhadap korban bencana di Sumatera.

“Saat pembukaan lalu Bapak Bupati Kudus melontarkan ide agar Forga di Kudus juga bisa bergerak membantu korban bencana alam di Sumatera. Ternyata para peserta serius menanggapinya dan serentak mengumpulkan donasi bantuan,” katanya.

Ia menyebut, total donasi peserta Forga 2025 yang terkumpul mencapai Rp 25.091.000. Nantinya, donasi tersebut bakal disalurkan ke korban bencana di Sumatera.

“Kami selaku tuan rumah menyerahkan donasi ini ke PD Perpamsi Jateng untuk nantinya disalurkan ke korban bencana di Sumatra. Apalagi tadi Ketua PD Perpamsi juga tergerak untuk mengumpulkan donasi yang lebih besar lagi,” terangnya.

Baca Juga: Kudus Jadi Tuan Rumah Forga Perpamsi Jateng 2025, 680 Peserta Siap Tanding Secara Suportif

Winarno menambahkan, pihaknya berterima kasih atas dukungan Pemkab Kudus yang memberikan dukungan luar biasa sehingga Kudus sukses menjadi tuan rumah Forga 2025.

Untuk diketahui, Ajang olahraga dua tahunan ini digelar pada 19-20 Desember 2025 dan diikuti ratusan peserta dari enam koordinator wilayah (korwil), yakni Kedu, Banyumas, Pekalongan, Semarang, Solo Raya, Pati. Sebelas cabang lomba yang dipertandingkan dalam FORGA ke-8 ini meliputi bulutangkis, catur, tenis meja, tenis lapangan, voli putra, perpamsi idol putra, perpamsi idol putri, mini soccer, tari kreasi, plumbing, defille.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Teater Minatani Buat Panggung Martir sebagai Forum Sosial dan Dialog Antar Generasi

0
Pementasan Martir di Semarang. Foto: Teater Minatani

Haikal Rosyada, Jurnalis Betanews.id dan Kuli Panggung

Teater Minatani dari Pati kembali hadir dengan produksi ke-17 bertajuk “Martir (Resistensi Tiada Akhir)” di dua kota, Kudus dan Semarang. Martir sebuah pementasan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengundang penonton untuk berdialog dengan sejarah dan realitas sosial masa kini.

Alih-alih menempatkan panggung sebagai ruang eksklusif bagi aktor, Minatani mengubahnya menjadi forum terbuka. Sejak awal, penonton disambut layaknya pengunjung pameran seni rupa, lalu diberi kesempatan menuliskan opini tentang kemandirian, kemerdekaan, dan perlawanan. Pertunjukan tidak berhenti pada visual dan dialog, tetapi berkembang menjadi percakapan kolektif.

Yang menarik, Teater Minatani juga melibatkan pelajar SMA dalam prosesnya. Joice, Caesar, dan Pri dari SMA Negeri 1 Pati tampil bukan sekadar sebagai “pemain baru”, melainkan sebagai representasi generasi yang diajak berdialog dengan sejarah.

Keterlibatan siswa SMA dalam pementasan mencerminkan pedagogi kritis ala Paulo Freire. Teater menjadi proses penyadaran (conscientization), di mana generasi muda belajar menghubungkan pengalaman pribadi dengan realitas sosial. Bagi mereka, panggung bukan sekadar tempat berakting, tetapi juga ruang pendidikan yang membebaskan.

Dalam teorinya, Pierre Bourdieu menekankan bahwa seni adalah arena pertarungan simbolik. Kehadiran tokoh Nyai Ontosoroh, Roro Mendut, Siti Manggopoh, Samin Surosentiko, hingga Dewata Cengkar dalam naskah Yudi Dodok bersama Siwigustin dan Sinta N. H merupakan bentuk reproduksi simbol perlawanan. Panggung menjadi arena pertukaran modal budaya (pengetahuan sejarah) dengan modal sosial (partisipasi penonton dan pelajar).

Kehadiran mereka di panggung bukan sekadar nostalgia, melainkan refleksi atas pertanyaan: bagaimana warisan perjuangan itu relevan dengan kondisi masyarakat hari ini?

Teater Minatani boleh dibilang sukses menghadirkan panggung literal yang mencerminkan kehidupan sosial. Para aktor muda belajar memainkan peran yang merepresentasikan perjuangan dan resistensi, sementara penonton ikut menjadi bagian dari “pertunjukan sosial” melalui interaksi langsung.

James Carey membedakan komunikasi sebagai transmisi dan sebagai ritual. Pertunjukan Martir bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan ritual sosial yang memperkuat solidaritas komunitas. Penonton, aktor, dan naskah berinteraksi dalam ritus budaya yang meneguhkan identitas bersama.

Dengan konsep ini, Teater Minatani menegaskan bahwa teater bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan ruang publik yang hidup. Panggung menjadi medium untuk menyuarakan kritik, menyalurkan energi positif, dan membangun kecerdasan emosional generasi muda.

- advertisement -

Murah Meriah, Getuk Crispy Lumer Jadi Incaran Peziarah Menara Kudus

0
Getuk Crispy Lumer di area Menara Kudus. Foto: Wulan Divatia Dewi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah jalan kawasan Menara Kudus, tepat di depan kedai Jahe Rempah Bilal, sebuah gerobak mungil bertuliskan Getuk Crispy Lumer menjadi titik singgah baru bagi para pejalan.

Irsyad (22), pemilik Getuk Crispy Lumer mengaku jika dia belum lama berjualan di lokasi itu. Walaupun begitu, banyak peziarah yang mampir ke lapaknya.

Baca Juga: Nasi Jagung Angkringan Semar Pati, Sajikan Kehangatan Pedesaan dengan Botok dan Sayur Tradisonal

Sebelumnya, lapak itu dikelola oleh Ihlas, pedagang yang sudah sekitar satu tahun berjualan getuk di kawasan tersebut. Namun, karena Ihlas kini harus menjalani pekerjaan lain, akhirnya menyerahkan usaha Getuk Crispy kepada Irsyad.

Irsyad mengaku sangat antusias meneruskan usaha tersebut. Tak hanya satu lokasi, ia juga mengambil franchise Getuk Crispy Lumer yang buka di Undaan Tengah gang 10.

“Kalau yang di Undaan sekarang dibuka ibu saya,” katanya.

Baca Juga: Nasi Kebuli Jadi Pilihan Sarapan Cepat Warga Gribig Kudus

Ia juga menjelaskan, ada empat rasa yang ditawarkan. Di antaranya rasa original, coklat, strawberry, dan anggur. Harga per bijinya ia jual Rp1.000, sehingga cukup terjangkau bagi peziarah maupun warga sekitar. Dalam sehari, Irsyad mengaku bisa menjual kurang lebih 300 biji getuk crispy.

“Saya biasanya membuka lapak mulai pukul 14.00 WIB hingga habis. Biasanya, pembeli mulai ramai pada sore hari, terutama saat pesiarah di Menara Kudus mulai ramai,” bebernya.

Penulis: Wulan Divatia Dewi, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Siomay Cap Kingkong, Lapak Malam yang Tak Pernah Sepi di GOR Kudus

0
Siomay Cap Kingkong. Foto: Muhammad Amaruddin

BETANEWS.ID, KUDUS – Malam itu, di kawasan GOR Kudus masih menyisakan hiruk pikuk kecil. Sebagian pedagang mulai menutup lapak. Di bawah lampu jalan yang temaram, sebuah sepeda motor dengan gerobak hijau mencolok tampak tetap bertahan. Asap tipis mengepul dari kukusan yang menyala di atasnya, menyebarkan wangi gurih kacang dan adonan kukus yang menarik perhatian para pejalan kaki.

Di balik gerobak sederhana itu, seorang pria sibuk menuang saus kacang ke dalam plastik berisi siomay, sesekali menyapa pembeli dengan senyum ramah. Tangannya cekatan, gerakannya seolah telah dihafal oleh waktu. Di tak lain adalah Tiran (37), penjual siomay Cap Kingkong yang hampir setiap hari mangkal di sekitar GOR Kudus.

Baca Juga: Nasi Jagung Angkringan Semar Pati, Sajikan Kehangatan Pedesaan dengan Botok dan Sayur Tradisonal

Tiran mengaku, sudah menekuni usaha tersebut sejak 2011. Pria kelahiran Brebes itu memilih berjualan siomay sebagai jalan untuk bertahan hidup dan mengisi hari-harinya di Kudus.

“Ya alhamdulillah, daripada di rumah nganggur. Kalau di rumah kan sepi, mending di sini rame,” ujarnya sambil tersenyum saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, keterampilan membuat siomay tidak ia peroleh dari kursus atau belajar pada orang lain. Semua ia pelajari secara otodidak, lewat proses mencoba dan terus memperbaiki rasa hingga menemukan takaran yang pas.

“Ya awalnya saya coba-coba buat sendiri. Lama-lama kan ketemu racikan yang pas,” bebernya.

Tiran biasanya mulai berjualan sekitar pukul 15.00 sore hingga 23.00 malam. Hari liburnya tidak menentu, biasanya ia memilih libur pada hari Senin atau Jumat. Sementara pada pagi hingga siang, ia memilih berkeliling dari desa ke desa untuk menjajakan dagangannya.

Menu yang ditawarkan terbilang sederhana, yakni siomay tahu gelondong dan kol. Dengan cita rasa yang konsisten dan harga yang terjangkau, membuat pelanggannya kerap kembali.

Baca Juga: Nasi Kebuli Jadi Pilihan Sarapan Cepat Warga Gribig Kudus

Saat pembeli sedang ramai, dalam sehari ia bisa meraih omzet hingga Rp250 ribu. Menurutnya, penghasilan itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kadang rame, kadang sepi. Tapi kalau rami bisa mengantongi hingga Rp250 ribu,” tambahnya.

Penulis: Muhammad Amaruddin, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Libur Sekolah, Wisata Sumber Pelangi Soneyan Pati Diserbu Pengunjung

0
Aktivitas di Sumber Pelangi Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Memasuki musim libur sekolah, pengunjung destinasi wisata Sumber Pelangi Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Pati, melonjak signifikan. Tak sekadar tempat bermain air, destinasi ini kini bertransformasi menjadi pusat edukasi dan outbound favorit bagi sekolah-sekolah di wilayah Pati hingga luar daerah.

Daya tarik Sumber Pelangi yang memadukan kesegaran alam dan wahana edukasi membuatnya jadi primadona.

Baca Juga: Menjelajah Keindahan Pesona Air Terjun Tretes, Destinasi Wisata di Pati yang Wajib Dikunjungi

Indri Antika, Marketing dan Supervisi Wisata Sumber Pelangi mengungkapkan, bahwa kenaikan jumlah kunjungan selama liburan ini sangat terasa.

“Peningkatan pengunjung untuk libur sekolah ini mencapai sekitar 70 persen. Khusus untuk kunjungan outbound saja, dalam sehari kami bisa melayani hingga 100 siswa,” ujar Indri, Sabtu (20/12/2025).

Kepopuleran tempat ini bahkan sudah meluas ke luar kota. Indri mencatat pengunjung terjauh saat ini berasal dari Kabupaten Demak yang sengaja datang untuk menikmati fasilitas lengkap di Soneyan.

Indri menyebut, bagi instansi sekolah, Sumber Pelangi menawarkan pengalaman refreshing yang berkualitas. Tak tanggung-tanggung, pengelola menyiapkan 3 hingga 4 pemandu profesional untuk mendampingi siswa, tergantung pada jumlah peserta.

Karena tingginya minat masyarakat, Indri menyarankan bagi pihak sekolah yang ingin mengadakan kegiatan atau kunjungan, untuk melakukan indent atau pemesanan tempat terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar pihak manajemen bisa mengatur jadwal pemandu secara optimal.

“Kami membatasi maksimal hanya dua sekolah dalam satu hari. Ini dilakukan semata-mata untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi pengunjung,” tambah Indri.

Bahkan katanya, untuk saat ini jadwal untuk Januari hingga Februari 2026 sudah mulai terisi oleh pemesan yang ingin mengamankan slot kegiatan.

Di Sumber Pelangi, menurutnya ada beberapa fasilitas unggulan dalam paket edukasi dan outbound. Di antaranya adalah edukasi kreatif, yakni paket menanam, keliling kebun, hingga belajar membatik.

“Kemudian di Sumber Pelangi juga ada interaksi satwa, yaitu memberi makan kelinci dan burung di dekat area kolam renang,” sebutnya.

Selain itu, ada pula wahana seru, seperti halnya playground, kolam renang yang menyegarkan, permainan bola, hingga terapi ikan.

Sedangkan untuk harga tiket masuk wisata  Sumber Pelangi juga terjangkau. Meskipun fasilitasnya relatif lengkap, pengelola tetap mematok harga yang ramah di kantong masyarakat. Untuk paket reguler,  Rp5.000 dan paket terusan Rp10.000. Paket terusan ini all-in, termasuk keliling kebun, kolam renang, dan terapi ikan.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Sumber Pelangi, tempat wisata ini buka mulai pukul 08.00 -16.00 WIB, untuk Selasa hingga Jumat. Sedangkan akhir pekan, dari jam 08.00-16.30 WIB. Sementara untuk hari Senin, libur.

Yarmi, salah satu wisatawan mengaku senang. Ia yang membawa anak didiknya dari PAUD Bunda Mutiara Jakenan sangat menikmati fasilitas yang ada di Sumber Pelangi.

Baca Juga: Pijar Jeep Adventure Hadirkan Alas Pijar 2, Sajikan Sensasi Wisata Alam hingga Makanan Khas Pedesaan 

“Menyenangkan. Fasilitas sudah memadahi ya, yang dibutuhkan anak-anak ada semua,” ucapnya.

Kemudian untuk tiket masuk, menurutnya juga ramah di kantong. Sehingga, terjangkau bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata di Sumber Pelangi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Simbol Kasih yang Tak Terputus, Pohon Natal Raksasa dari Bola Bekas Hiasi Gereja di Pati

0
Pohon natal yang terbuat dari bola di Gereja Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Tabernakel, Jalan RA Kartini nomor 3, Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemandangan unik menyita perhatian di Gereja Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Tabernakel, Jalan RA Kartini nomor 3, Pati. Menyongsong Natal 2025, jemaat setempat menyulap 1.700 bola bekas menjadi pohon Natal raksasa setinggi 7 meter yang megah dan penuh makna.

Pohon Natal dengan diameter 3 meter ini berdiri anggun dengan balutan warna emas dan perak. Bukan sekadar hiasan, material utama pohon ini berasal dari bola permainan anak-anak yang tidak terpakai. Dengan tambahan lampu warna-warni, instalasi ini menjadi daya tarik utama yang membangkitkan semangat Natal di tengah kota.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Pati Naik, Lebih 100 Laporan hingga Akhir 2025

Pembantu Pendeta JKI Tabernakel, Daniel Kumono, mengungkapkan,  bahwa ide ini berawal dari keinginan memanfaatkan limbah yang sudah tidak terpakai agar kembali berdaya guna.

“Memang teman-teman melihat ada bola, untuk mandi bola, untuk memberikan kepada jemaat barang-barang yang kurang berguna, kemudian dikasih cat warna emas dan silver,” ujar Daniel, Sabtu (20/12/2025).

Warna emas dan perak sengaja dipilih untuk menyelaraskan dengan tema Natal tahun ini. Selain aspek estetika, Daniel menekankan ada filosofi mendalam di balik bentuk bulat bola-bola tersebut.

“Bola bekas yang nggak dipakai. Bola itu bulat seperti kasih Tuhan begitu bulat dan ingin membuat jemaat itu merasakan kasih Tuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui susunan bola ini, gereja ingin menyampaikan pesan spiritual yang kuat.

“Tuhan memberikan anaknya yang tunggal. Supaya, barang siapa yang percaya kepadanya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal, melambangkan kasih Tuhan dan damai Tuhan, terpancar Natal tahun ini,” lanjut Daniel.

Proses pengerjaan pohon Natal ramah lingkungan ini memakan waktu antara dua minggu hingga satu bulan. Selain memperindah gereja, inisiatif ini bertujuan menumbuhkan kesadaran jemaat terhadap pengelolaan limbah.

“Memang supaya tidak ada barang yang terbuang sia-sia. Jadi dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kebaikan bersama,” ujarnya.

Tak hanya soal seremoni internal, momen Natal kali ini juga dijadikan ajakan solidaritas kemanusiaan. Daniel mengimbau masyarakat untuk bergotong-royong membantu warga di Sumatra yang tengah dilanda bencana banjir.

Baca Juga: Kontribusi Parkir di Sekitaran Alun-alun Pati Dominan, Penerimaan PAD Lampaui Target

“Memang kita akhir ini Bangsa Indonesia baru mengalami bencana alam banjir dan sebagainya. Tetapi melalui natal ini bantuan dapat kita sampaikan boleh membawa kemajuan bangsa ini dan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Daniel.

Ia menutup dengan pesan penuh harapan bagi masa depan bangsa. “Kita optimis ke depan Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Berkunjung ke Kudus, Zulhas Bagikan Beras dan Klaim Mafia Pangan Sudah Tidak Ada

0
Menko Pangan, Zulkifli Hasan

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berkunjung ke Kabupaten Kudus, Sabtu (20/12/2025). Dalam kunjungannya bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) juga membagikan ratusan karung beras kepada warga.

Zulhas mengatakan, bahwa sebelum ke Kudus ia terlebih dulu berkunjung ke Kabupaten Pati. Kedatangannya ke Bumi Mina Tani, karena melihat kampung nelayan.

Baca Juga: Bocor Parah, Disdikpora Kudus Pastikan Gedung Tennis Indoor Diperbaiki Tahun Depan

“Pemerintah Republik Indonesia bakal membangun 100 kampung nelayan. Negara yang maju harus pintar dan produktif. Untuk menjadi pintar dan produktif harus mendapatkam asupan gizi yang baik,” ujar Zulhas dalam sambutannya.

Oleh karena itu, lanjut Zulhas, Presiden Prabowo Subianto punya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain untuk memperbaiki gizi, MBG juga dapat menumbuhkan ekonomi rakyat.

“Pemerintah itu ingin agar rakyat bisa berdaya dan produktif,” tuturnya.

Setelah acara selesai, kemudian dilanjutkan pembagian beras kepada masyarakat yang hadir. Ada ratusan karung beras berisi lima kilogram yang dibagikan.

Pada momen doorstop dengan awak media, Zulhas langsung bergegas dan menjawab singkat ketika ditanya langkah Menko Bidang Pangan memberantas mafia pangan.

“Wis ora ono to,” jawabnya singkat dan segera bergegas meninggalkan sesi doorstop.

Namun, ia masih sempat menjawab singkat ketika ditanya terkait ketahanan pangan. “Aman, aman,” jawabnya.

Begitu juga saat ditanya terkait impor beras tahun depan, ia menjawabnya singkat. “Gak ada, nol,” tandasnya.

Sementara Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyambut antusias kehadiran Menko Bidang Pangan. Ia pun mengaku telah melaporkan beberapa capaian kaitannya dengan ketahanan pangan di Kota Kretek.

“Dari target 33 ribu hektare, kita sudah menanam 25 ribu hektare. Dan tahun ini, Kudus sudah surplus, 12,6 ton. Semoga bisa jadi penyumbang swasembada pangan untuk Provinsi Jawa Tengah, maupun nasional,” ujar Sam’ani.

Baca Juga: BPBD Sebut Akibat Kejadian Kebencanaan di Kudus Kerugian Ditaksir Capai Rp71 Miliar

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kudus mengaku mengajukan beberapa kegiatan untuk dibiayai pemerintah pusat. Di antaranya pembangunan pasar dan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT).

“Kami juga meminta agar suplai pupuk subsidi ke Kudus jangan sampai kurang. Supaya Kudus bisa meningkatkan surplus beras,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Hanya Naik 5,6 Persen dan Tak Ada Usulan UMSK, Buruh Jepara Tunggu Sikap Bijaksana Bupati 

0
Suasana sebelum rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Jepara yang diadakan di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara pada Jumat (19/12/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID,JEPARA- Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jepara tahun 2026 diusulkan mengalami kenaikan hanya 5,6 persen dibanding tahun 2025 atau menjadi Rp2.756.397. 

Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar Rp146.173 dari UMK Jepara 2025 sebesar Rp2.610.224. Angka itu muncul dari rumusan penghitungan UMK yang berdasarkan pada nilai inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan alpha. Sesuai peraturan besaran alpha ditentukan berada di rentang 0,5-0,9. 

Baca Juga: UMK Jepara 2026 Diusulkan Naik Jadi Rp2,7 Juta 

Dari hasil rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Jepara yang diadakan di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara pada Jumat, (19/12/2025) besaran alpha yang digunakan yaitu 0,7. 

Kemudian hasil rapat tersebut juga memutuskan bahwa pada tahun 2026, Kabupaten Jepara tidak mengusulkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK). 

Dewan Pengupahan akan membahas UMSK di tahun 2026 untuk penerapan UMSK di tahun 2027 pada Bulan Juni 2026.

Menanggapi hal itu, Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jepara Raya, Yopi Priambudi mengaku kecewa dengan hasil rapat tersebut. 

“Kita agak kecewa dengan pemerintah dan Apindo karena tadi hasilnya ada dua versi, antara serikat pekerja dengan pemerintah dan Apindo,” kata Yopi saat ditemui usai rapat dewan pengupahan. 

Dalam rapat tersebut, besaran alpha yang diajukan oleh Apindo yaitu 0,3. Sedangkan dari pihak serikat pekerja 0,9. 

Yopi mengaku bahwa dari serikat pekerja akan tetap mengupayakan agar besaran alpha yang dijadikan sebagai dasar penghitungan UMK tetap seperti yang diusulkan buruh.  

“Kami akan tetap bersikekeh, dimana (alpha) 0,9 tetap kami upayakan,” ujarnya. 

Terkait opsi pembahasan UMSK 2026 untuk penerapan di tahun 2027, Yopi mengatakan bahwa dari serikat pekerja tidak sepakat. Ia tetap menuntut UMSK yang pada tahun 2025 sudah diterapkan tetap diberlakukan kembali di tahun 2026.

Baca Juga: Sambut Wisatawan Jelang Nataru, Fasilitas di Pelabuhan Penyebrangan Kartini Jepara Akhirnya Direnov

Untuk itu, ia berharap kepada Bupati Jepara, Witiarso Utomo agar memiliki sikap tersendiri terkait usulan rekomendasi UMK dan UMSK 2026 yang akan disampaikan kepada Gubernur. 

“Kita akan berkomunikasi dengan pak bupati, harapan kami ada diskresi (sikap bijaksana) dari Mas Bupati Witiarso terkait masalah upah minimum ini,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Djarum Foundation dan PB Perpani Perkuat Ekosistem Panahan Lewat Kejurnas Antarklub 2025

0
Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife berkolaborasi dengan Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) menggelar MilkLife Archery Challenge – Kejuaraan Nasional Panahan Antarklub 2025. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife berkolaborasi dengan Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) menggelar MilkLife Archery Challenge – Kejuaraan Nasional Panahan Antarklub 2025. Kejuaraan ini berlangsung selama 11 hari, mulai 9 hingga 19 Desember 2025, di Supersoccer Arena, Kudus.

Ajang nasional tersebut diikuti oleh 1.360 atlet dari 116 klub panahan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Para atlet tampil untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus bersaing dalam kompetisi tingkat nasional.

Baca Juga: Bocor Parah, Disdikpora Kudus Pastikan Gedung Tennis Indoor Diperbaiki Tahun Depan

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Kejurnas Panahan Antarklub 2025 bertujuan memperkuat struktur kompetisi panahan nasional. Ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi wadah lahirnya atlet-atlet berkualitas yang kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“MilkLife Archery Challenge Kejurnas Antarklub 2025 merupakan penyelenggaraan pertama dan menjadi salah satu bentuk inovasi PB Perpani untuk memperkuat fondasi prestasi nasional,” ujar Razak kepada awak media di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jum’at (19/12/2025).

Menurutnya, kejuaraan ini juga membuka kesempatan lebih luas bagi atlet muda untuk menguji kemampuan serta menambah jam terbang di level nasional. Dengan demikian, para atlet diharapkan siap bersaing di ajang internasional, baik regional maupun dunia, termasuk Olimpiade.

MilkLife Archery Challenge – Kejurnas Panahan Antarklub 2025 mempertandingkan empat divisi, yakni Nasional, Compound, Recurve, dan Barebow. Divisi Nasional dibagi ke dalam empat kelompok usia, yaitu U10, U13, U15, dan U18. Sementara itu, divisi Compound dan Recurve terbagi ke dalam kelompok usia U13, U15, U18, serta umum. Adapun divisi Barebow diikuti peserta dengan rata-rata usia di atas 30 tahun.

Setiap divisi mempertandingkan nomor perorangan dan beregu, baik putra maupun putri, serta nomor beregu campuran. Dengan sistem tersebut, atlet dapat bertanding melawan lawan yang sepadan sehingga kemampuan mereka dapat terukur secara objektif.

“Ke depan, kami berupaya agar kejuaraan ini dapat digelar secara rutin, sehingga para atlet memiliki tujuan yang jelas dalam berlatih,” jelas Razak.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menambahkan bahwa penyelenggaraan Kejurnas Antarklub ini sejalan dengan upaya Djarum Foundation dalam memperkuat ekosistem pembinaan panahan sejak usia dini. Sejak tahun lalu, MilkLife Archery Challenge rutin digelar dua kali setahun dengan mempertandingkan divisi PVC dan Nasional guna meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga panahan.

“Jenjang pembinaan atlet panahan kini semakin jelas, mulai dari MilkLife Archery Challenge usia dini, Kejuaraan Panahan Junior, hingga Kejuaraan Panahan Antarklub sebagai jembatan menuju Seleksi Nasional dan Pelatnas,” ujar Yoppy.

Ia berharap, ekosistem pembinaan yang kuat tersebut dapat memotivasi atlet untuk terus berlatih dan berprestasi, sehingga Indonesia mampu kembali berjaya di cabang olahraga panahan di level dunia.

Yoppy juga menyinggung catatan prestasi panahan Indonesia di tingkat internasional. Indonesia pernah meraih medali perak Olimpiade Seoul 1988 melalui Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani. Terbaru, atlet panahan Indonesia juga sukses meraih medali emas SEA Games Thailand 2025 di nomor Recurve individual serta beregu putra dan putri, serta emas di nomor Compound individual dan beregu putri.

“Dengan ekosistem pembinaan yang tepat, kami optimistis Indonesia bisa kembali berjaya di level yang lebih tinggi, termasuk Olimpiade,” katanya.

Dari arena pertandingan, pemanah muda asal DKI Jakarta Galeno Rubyan Ashia sukses meraih gelar juara di nomor Recurve U13 Perorangan Putra. Atlet dari Fast Kodamar tersebut tampil gemilang di partai final dengan mengungguli wakil Wibawa Mukti Archery, Ramdhani Khairul Anwar.

Galeno mengaku keberhasilannya tak lepas dari disiplin latihan, konsistensi, serta doa yang selalu dipanjatkan. Ia mempersembahkan gelar juara tersebut untuk kedua orang tuanya yang setia mendukung proses latihannya.

“Target terdekat saya masuk Pelatda, tapi mimpi besar saya bisa tampil di Olimpiade. Makanya saya harus terus latihan dan fokus,” ujar Galeno.

Sementara itu, di Divisi Recurve U15 Perorangan Putri, atlet asal Grobogan Archery School Kori Rajwa Nuha Saputro berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukkan Alyeva Putri Rafina dari Fast Kodamar di partai final.

Baca Juga: Revitalisasi Pabrik Wong Hang Pemalang Serap 1.500 Tenaga Kerja

Kori mengaku sempat gugup karena pernah kalah dari lawan yang sama di kejuaraan sebelumnya. Namun, dengan menjaga fokus dan kepercayaan diri, ia mampu tampil maksimal dan meraih podium tertinggi.

“Saya latihan setiap hari, termasuk latihan fisik, supaya lebih siap saat pertandingan. Keberhasilan ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus berlatih dan mengejar mimpi menjadi atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat internasional,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Warga Blora Dibekuk Polres Kudus, Gelapkan Uang Rp 308 Juta Petani Tebu PG Rendeng Buat Judol

0
konferensi pers di Mapolres Kudus, Kamis (18/12/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANERWS.ID, KUDUS – Uang hasil panen tebu milik petani yang disetorkan ke Pabrik Gula (PG) Rendeng digelapkan oleh oknum petugas vendor dan habis digunakan untuk judi online. Total uang yang digelapkan mencapai Rp308 juta, dengan korban lima petani tebu dari wilayah Karesidenan Pati.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengungkapkan, kasus ini bermula saat para petani menagih pembayaran tebu yang telah masuk ke PG Rendeng pada 2 Desember 2025. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa pihak PG Rendeng sebenarnya telah melunasi seluruh pembayaran tebu melalui mekanisme yang berlaku.

Baca Juga: Revitalisasi Pabrik Wong Hang Pemalang Serap 1.500 Tenaga Kerja

“PG Rendeng sudah mentransfer seluruh pembayaran pembelian tebu kepada pihak vendor atau pihak ketiga. Selanjutnya, vendor tersebut menyalurkan uang kepada petugas di lapangan untuk dibayarkan kepada petani sesuai tonase panen,” ujar AKBP Heru saat konferensi pers di Mapolres Kudus belum lama ini.

Namun dalam praktiknya, lanjut Kapolres, uang yang seharusnya diterima petani justru tidak sampai ke tangan mereka. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan adanya dugaan penggelapan yang dilakukan oleh petugas vendor.

“Setelah kami telusuri, uang sebesar Rp308 juta itu tidak diserahkan kepada petani. Pelaku justru menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.

Polres Kudus akhirnya berhasil mengamankan pelaku berinisial WP (30), warga Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Pelaku ditangkap di wilayah Grobogan pada 12 Desember 2025 dan langsung dibawa ke Kudus untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan telepon genggam serta akun perbankan digital milik pelaku, polisi menemukan fakta bahwa uang hasil penggelapan tersebut digunakan untuk judi online jenis slot.

“Dari hasil pemeriksaan handphone dan akun BRImo milik pelaku, diketahui yang bersangkutan aktif bermain judi online. Nominal depositnya bervariasi, mulai Rp5 juta, Rp10 juta, bahkan bisa sampai Rp50 juta dalam sekali top up,” ungkap AKBP Heru.

Akibat kebiasaan tersebut, uang Rp308 juta milik petani tebu habis dalam waktu sekitar dua bulan. Dari tangan pelaku, polisi hanya mengamankan sisa uang sebesar Rp35,2 juta beserta satu unit telepon genggam sebagai barang bukti.

“Pengakuan pelaku, kadang menang, tapi lebih sering kalah. Uang itulah yang akhirnya habis untuk judi online,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolres Kudus mengungkapkan bahwa pelaku sempat berjanji akan mengembalikan uang hasil penggelapan dalam waktu satu bulan. Namun, alasan yang disampaikan pelaku justru membuat aparat kepolisian mengambil tindakan tegas.

“Ketika ditanya akan mengembalikan uang dengan cara apa, pelaku menjawab akan bermain slot lagi. Kalau menang, katanya uang itu akan digunakan untuk mengembalikan kepada petani,” beber AKBP Heru.

Baca Juga: Bocor Parah, Disdikpora Kudus Pastikan Gedung Tennis Indoor Diperbaiki Tahun Depan

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Saat ini, pelaku telah resmi ditahan di Polres Kudus untuk proses hukum lebih lanjut.

Polres Kudus juga mengimbau masyarakat, khususnya para petani, agar lebih waspada dalam mekanisme pembayaran hasil panen dan segera melapor apabila menemukan kejanggalan. Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa judi online tidak hanya merusak pelaku, tetapi juga merugikan masyarakat luas.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

UMK Jepara 2026 Diusulkan Naik Jadi Rp2,7 Juta 

0
Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jepara Tahun 2026 diusulkan naik 5,6 persen dibanding tahun 2025 menjadi sekitar Rp2.756.397,00.  Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jepara Tahun 2026 diusulkan naik 5,6 persen dibanding tahun 2025 menjadi sekitar Rp2.756.397,00.  

Usulan itu merupakan hasil dari rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Jepara yang diadakan di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara pada Jumat (19/12/2025). 

Baca Juga: Sambut Wisatawan Jelang Nataru, Fasilitas di Pelabuhan Penyebrangan Kartini Jepara Akhirnya Direnov

Dari pantauan Betanews.id, rapat dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Rapat sempat beberapa kali dihentikan untuk istirahat dan baru selesai sekitar pukul 18.30 WIB. 

Kepala Diskopukmnakertrans Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza mengatakan rapat itu merupakan rapat pertama yang diadakan. 

Dari 23 anggota Depekab Jepara yang terdiri dari 10 perwakilan pemerintah, lima perwakilan serikat buruh, lima perwakilan pengusaha, dua akademisi dan satu pakar, hanya 21 anggota yang hadir. 

Sementara dua lainnya, yaitu satu akademisi dan satu pakar tidak hadir dalam pelaksanaan rapat.  

Sesuai ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan atas PP Nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan, skema penghitungan Upah Minimum yaitu menggunakan pertumbuhan ekonomi dikalikan alpha atau variabel tertentu ditambah nilai inflasi. Besaran alpha ditentukan berada di rentang 0,5 – 0,9.  

Zamroni menyebutkan dari pihak pengusaha atau Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan nilai alpha yang digunakan yaitu 0,3. Sementara dari serikat pekerja mengusulkan 09. 

“Karena tidak bisa mencapai musyawarah mufakat, sesuai keputusan dari suara terbanyak, diputuskan alpha yang dipakai 0,7 dengan besaran inflasi 2,65 dan pertumbuhan ekonomi 4,22. Besaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi itu berdasarkan rilis dari Kemenaker,” kata Zamroni saat ditemui usai pelaksanaan rapat. 

Meski begitu, lima perwakilan dari serikat pekerja menurut Zamroni memberikan dissenting opinion dengan tetap mengusulkan agar nilai alpha yang digunakan yaitu 0,9.  

Dari hasil penghitungan berdasarkan suara terbanyak, maka kemudian Zamroni melanjutkan UMK Jepara 2026 diusulkan naik 5,6 persen atau mengalami kenaikan sebesar Rp146.173 dari UMK Jepara 2025 sebesar Rp2.610.224. 

Baca Juga: Sedot 12 Ribu Pengunjung Tak Sampai Sebulan, Museum Kartini Jepara Diusulkan Naik Tingkat Jadi Tipe A 

“Nilai besaran itu hari Senin, (22/12/2025) besok akan kita sampaikan ke pak bupati untuk selanjutnya diusulkan kepada gubernur,” jelasnya. 

Sebab, sesuai ketentuan dalam PP Nomor 49 Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten/Kota harus menyerahkan rekomendasi besaran UMK pada Senin (22/12/2025). Kemudian Gubernur akan menetapkan besaran UMP dan UMK secara serentak pada 24 Desember 2025.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -